![]() |
| Orang Terkaya Di Indonesia Berasal dari Seorang Tukang Pecah Kelapa |
Lho
Kheng Hong atau bisa disebut sebagai Warren Buffetnya Indonesia. Banyak kisah
sebelum dirinya memegang saham perusahan-perusahaan besar seperti saat ini. Lho
Kheng Hong disinyalir mempunyai uang yang tertidur 2,5 Triliun selama 26 tahun
menjadi investor saham.
Dari
tulisan ini saya akan menceritakan tentang seorang tokoh Investor ternama di
Indonesia ini, mulai darinya bukan seorang siap-siapa dan sekrang menjadi salah
satu orang terkaya Di Indonesia.
“Orang
Tua saya dulu tinggal didaerah terpencil, 30 km dari Pontianak. Pekerjaanya hanay
tukang pecah kelapa dari subuh sampai sore hari. Orang tua saya bosan ,
pekerjaanya seperti it uterus, lalu beliau merantau kejakarta tanpa bawa apapun”
Salah satu kutipan cerita Lho Kheng Hong dari buku yang saya baca dengan judul “Saham Pemenang”.
Bahkan
dirinya menambahkan orang tuanya juga
bekerja ditoko dan beberpa tahun
kemudian, lahirlah saya dijakarta. So bisa disimpulkan bahawasanya dia Lahir
sebagai orang betawi, akan tetapi dia tidak jadi gubenur melainkan Investor.
Ujarnya.
Pada
kala itu, Lho Kheng Hong menempati rumah
yang cukup kecil yang terbuat dari papan. Jika rumah dibagian depan banjir,
maka rumahnya akan tenggelam. Bahkan tidak hanya itu, rumahnya itu tidak
memiliki platform dan langsung genting.
Singkat
cerita, setelah dia lulus SMA. Lho Kheng Hong langsung bekerja di Perbankaan
menjadi karyawan swasta dibagian tata usaha dan tidak bisa kuliah dikarnakan
tidak ada uang. Setelah bekerja cukup lama, beliaupun melanjutkan kebangku
kuliah dengan hasil kerjanya.
So,
Lho Kheng Hong sempat berfikir kenpa dirinya itu dilahirkan sebagai anak yang
miskin, akan tetapi terjawab sudah jika dia seandainya dilahirkan sebagai anak
orang kaya, maka meandseadnya akan Santai-santai Saja dan tidak akan Berusaha. Wal
hasil beliau pun sekarang menjadi orang terkaya Di Indonesia. Setiap dia gajian
dia akan nyisipkan untuk beli saham Ujarya.
Maka
dari itu sobat kita ambil petikan dari sebuah kisah ini. Janganlah Kita
menyesal jika kita dilahirkan dalam keadaan Miskin, akan tetapi menyesallah
jika kita mati dalam keadaan Miskin.
Oleh
: Ahmad Al Imron
