Senin, 22 Juli 2019

Tuhan Itu Maha Kikir?



Image seorang guru ngaji menyisihkan gaji untuk ibu-ibu yang kurang mampu
Oh iya sebelumnya saya ucapkan terimaksih kepada anda, iya anda. lho kenapa! Kenapa harus tolah toleh. Husst slow aja gak usah sentuh tombol beranda, iya itu tombol beranda udah diemin aja ok.hihihihihih. gak usah kemana-mana dulu baca sampai selesai lalu komen dan ikuti bloger ini, yang mengikuti tak doakan semoga rezeki anda dimudahkan Oleh-Nya. Amin

Iya benar apa yang kalian prasangkakan kepada saya, kenapa tulisan ini kog kayak mainstream ya? Kog judulnya gini sih, jangan ini penulis penista tuhan ini, eeh jangan-jangan ini masih satu susuan sama Ahok?  Ntar didemo sama pasukan 212 ?  ehhh kenpa kalian kog mikirnya sampai jauh gitu ya?
Tulisan ini emanga saya tulis ulang dari salah satu tokoh inspirtaif saya, beliau adalah “IPPHO SANTOSA”  beliau adalah penulis handal atau lebih dikenal dengan pakar otak kanan dan juga penulis buku Mega-Bestseller.

Jadi gini teman-teman ada salah seorang senior sekaligus sahabat pak Ippho bersedekah 10 juta setiap harinya. Dan ada juga sahabatnya yang tiap harinya bersedekah 2 miliar setiap bulanya. Setiap artis rutin bersedekah 75% dari pendapatan bersihnya.  Dengerin yang kayak beginia, pasti orang yang bermental miskin langsung berseru dalam hatinya kali yak, “bagaimna caranya ya, supaya bisa dapat sedekah kayak begitu dan sebesar seperti itu?” sebaliknya orang yang bermental kaya, Insya Allah si Penulis dan kalian semua (Amin gitu rah, ini doa lho rek) pasti dalam hatinya juga berseru “ Gimana caranya ya, saya bisa bersedekah sebesar itu?” lah sekrang pertanyaannya Kalian termasuk yang mana nih ? menurut saya, lebih baik bersedekah daripada disedekahi.

Setiap kali pak Ippho dalam seminarnya dan keseharianya mengajak untuk bersedekah jor-joran, orang kiri selalu punya segerobak alasan untuk menyelamatkan dompetnya. Barangkali orang kiri ini menganggap Tuhan Itu Maha Kikir, Maha Miskin dan Maha pikun, sehingga menurutnya Ngaco Tuh! Karena jelas-jelas Tuhan itu Maha kaya, Maha Pemurah dan Maha Membalas.

Terus gimana dengan orang-orang kanan? Ternyata mereka punya segudang alasan untuk memperbesar sedekah, menyegerakan untuk bersedekah. Yah minimal 10 persen dari pendapatan mereka. Dan itupun mereka terus tingkatkan. Yah, walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu mampu untuk itu. Kurang rasional memang, akan tetapi itu nyata buktinya, cobak aja jika kalian termasuk golongan otak kanan.
Oleh : Ahmad Al Imron



Minggu, 07 Juli 2019

Belajar dari mangkok


Cerita ini saya ambil dari salah satu buku Saham Pemenang

Ketika saya masih kecil, sanagat egois dan selalu memngambil yang terbaik untuk diri sendiri. Perlahan , semakin banyak orang yang menjauhi saya. Saya tidak pernah berpikir jika itu salah akan tetapi mengkritik dan menyalahkan orang lain.

Ayah memberi saya tiga nasehat, memilih mie untuk membantu saya agar bijak menjalani hidup.
Suatu hari ayah saya memasak 2 mangkuk mie dan meletakan dua mangkuk mie diatas meja. Satu mangkuk hadir dengan satu telur dibagian dan mangkuk lainnya tidak memiliki telur diatasnya.

Ayah berkata, “anakku. Silahkan kamu pilih, magkuk mana yang kamu inginkan”. Telur sangat sulit didapat pada saat itu! So, saking dari sulitny jika mau makan telur hanya ketika ada festifal dan tahun baru saja. Tentu pada saat itu saya lebih memilih mankuk dan telur! Saat kami mulai makan. Saya mengucapkan selamat kepada diri saya sendiri atas pilihan yang bijak untuk memakan telur tersebut. Lalu saya terkejut ketika ayah memakan mie pada saat itu, ternyata ada dua telur dibawah mangkuknya yang tersembunyi dibagian bawah mie, dan seketika saya menyesal dan memarahi diri ku sendiri karena terburu-buru dalam memngambil sebuah keputusan, ayah tersenyum dan merasa iba terhdfap say, “Anak Ku. Kamu harus ingat apa yang dilihat mata anda mungkin tidak benar. Jika kamu berniat untuk mengambil sebuah keuntungan dari orang-orang sekitarnya kamu, kamu akan berahir dengan kekalahan”.

keesokan harinya, ayah kembali memasak dua mangkok mie, satu mangkuk dengan telur diatasnya dan mangkuk lainya tanpa telur diatasnya. sekali lagi dia meletakan dua mangkok diatas meja lalu berkata kepada saya. “ anak ku, silahkan kau pilih mangkuk mana yang kamu sukai?. kali ini saya lebih pintar memilih mangkuk yang gak ada telur diatasnya, yang sangat mengejutkan, saat saya memisahkan mie diatas, tidak ada satu telur diatas dasar mangkuk! sekali lagi ayah tersenyum dan berkata kepada saya “ Anak ku kamu tidak harus bergantung pada suatu pengalaman karena kadang-kadang pengalaman dapat mengecohmu atau bahkan menipu kamu. tapi kamu tidak usah terlalu sedih bahkan menyesalinya, justru perlu perlakuan hal ini sebagai pengkayaan wawasan yang didapat dari proses pembelajaranmu. kamu tidak akan mendapatkan pelajaran semacam ini dari buku teks atau bangku kuliah.

Hari ketiga, ayah lagi memasak 2 mangkuk mie lagi, lagi satu mangkuk dengan telur diatasnya dan mangkuk lainya tanpa telur diatasnya. dia meletakan 2 mangkuk diatas meja dan kembali berkata kepada saya, “Anakku silahkan kamu pilih. mangkuk mana yang kamu suka?”. kali ini aku memberi tahu ayahku, “Ayah, kamu pilih dulu. ayahb adalah kepala keluarga dan betrkontribusi paling banyak kepoada keluarga.” ayah tidak menolak dan memilih mangkuk dengan satu telur diatasnya. dan saya saat makan semangkuk mie di hati berkata pasti tidak ada telur diatas mangkuk mie saya, akan tetapi yang mengejutkan ternyata ada dua telur diatas dasar mangkuk yang saya pilih.

ayah saya tersenyum kepada saya dengan cinta dimatanya, “Anak ku, kamu harus ingat. ketika kamu berpikir unt uk kebaikan orang lain, hal-hal baik akan selalu terjadi pada diri mu.
maka dari itu hal yang  bisa dapat saya ambil dari cerita ini adalah 3 nasehat “memilih mie”.

Oleh : Ahmad Al Imron

Rabu, 03 Juli 2019

Kita Tidak Pernah Gagal


Pengusaha Muda Probolinggo yang terhimpun dalam Wadah HIPMI
Oke temen-temen tidak ada kata gagal dalam sebuah perjuangan entah itu dakwah, karir maupun pengusaha, lihat saja Nabi Kita tidak pernah merasa gagal tidak pernah mengeluh dalam memperjuangkan agama islam yang sekrag kita bisa menikmati bersama-sama betapa nikmatnya islam.

Atau perhatikan disekitar kita contohnya Warran Buffet, Bill Gates, Jack Ma, Mark  Zukeberg, Robbet T Kiyosaki, Sandi Aga Uno, Erick Tohir, Merry Riana, Susi Binsar Panjaitan, Nadima Kariem, Ahmad Zaky, Atta Halilintar dan lain sebagainya, heheh mohon maaf ya temen-temen mereka semua tokoh yang saya sukai.

Merek semua pernah gagal, mereka pernah jatuh, tapi mereka tidak pernah mengeluh, bahkan gagal 7 kali dan bangkit 10 kali.

Statemen ini saya dapat dari salah setu temen saya, ya meski temen saya itu agak lumayan dipertanyakan sih, eeh tapi gpp seperti pesanya Uwais Al Qurni “Ambila Manfaat meski itu keluar dari sebuah lubang kotoran ayam”.

Dan soal resiko inilah pesan dari seorang Chairul Tanjung
1.      Jangan pernah takut untuk mengambil suatu resiko
2.      Jika berhasil maka kamu akan bahagia
3.      Jika gagal maka anda akan lebih bahagia

Menurut saya sih sukse dan gagal merupakan satu paket . ya bener itu satu paket. Daripada kita menyebutkan itu sebuah kegagalan lebih baik menyebuatnya sebuah tantangan dan pembelajaran. Sebutan ini adalah nyatanya yang lebih memberdayakan.

Nabi-nabi saja pernah gagal kog. Cobak deh flasback sejarahnya lagi, tidak sedikit nabi yang terusir dari sebuah kota kelahiranya. Dirinya dan dakwahnya tidak diterima. Nabi aja gagalnya seperti itu, apalgi kita toh bro, masih pantaskah kita mengeluh?

Putus asa, bolehkah? Nabi ibrahim pernah menyebutkan bahwasanya putus asa adalah sebuah kesesatan. Intinya kata kata nabi ibrahim ini tertulis disbuah al kitanb, ya intinya gagal boleh, putus asa jangan lah.

Sejatinya bagi mereka yang bermental sebagai pemenang, kegagalan adalah sebagai “Ruang Belajar’. Siapa sih yang mau gagal? Gak ada kan, akan tetapi jika sudah terjadi dan tidak dapat dihindari  ya sudahlah, lebih baik kita terima saja. Lalu perbaiki dan terus belajar.

Oleh : Ahmad Al Imron

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...