Sabtu, 09 November 2019

Kalau menanam pohon cabai, mana mungkin berbuah mangga?

"Inna Ma'al Usri Yusra"

Masih ingat pepatah berikut, “Siapayang nabur angin, dia akan menuai badai?”. Ini lah pepatah yang cukup pas menggambarkan hokum sebab akibat dari perbuatan kita. Orang baik akan dibalas dengan kebaikan, orang jahat akan dibalas dibalas dengan kejahatan yang diperbuatnya.

Dunia ini diciptakan oleh Allah lengkap dengan atuaran main yang telah diaturnya lewat sunntullah-Nya. Siapaun tidak akan bisa lolos dari hokum sebab akibat, kecuali siapa yang Allah kehendaki. Boleh saja seorang tertawa sebab baru saja berhasil merampok nasabah bank misalnya. Tapi sejurus rampokannya habis, sedangkan iya terlanjur hidup hura hura sehingga melakukan lagi perampokan. Lah, karena modus operasinya sama dan kebetulan memang sedang dalam intaian, ia tertangkap. Habislah tawanya!

Banyak lagi peristiwa hokum sebab dan akibat. Resahnya seorang koruptur yang merasa nyawanya sedang diujung tanduk, cerita tentang seorang pelit dan kikir, lalu saat dia berada diposisi sulit, tidak ada seorang pun yang sedia membantunya.

Temen-temen pembaca semua, kalaulah kita yang berbuat salah, lalu hukumnya itu akan kita sendiri yang terima, atas idzin Allah.

Maka patut diingat bahwa Tuhan punya kalam ” Manusia Itu tergadai dengan apa yang dilakukannya.” Hendaklah diperhatikan bila kejahatan yang telah kita lakukan, kejahatan itulah yang senantiasa menjadi teman hidup sepanjang masa, bahkan berlanjut hingga kehari Hisab. Tapi bila kebaikan yang kita lakukan, kebaikan itu pulalah yang akan menenmani kita hingga ahir hayat kita dan menemani kita dihari perhitungan kelak. Sekali lagi pikirkan kalau pohon cabai yang kit ataman, tidak akan mungkin dia akan berbuah mangga.
Ahirnya, pilihan ujung kehidupan ada ditangan kita sendiri, senyuman kah yang kita pilih atau tangisan yang menyayat hati, hal-hal yang baik yang dikuasakan Tuhan kepada mereka yang baik-baik.

Ya Allah, keburukan hamba mengejar hamba kemanapun hamba melangkah dan dimanapun hamba berada. Kejaran keburkan hanya tinggal menunggu waktu yang engkai tetapkan. Kecauali engkau menghendaki untuk menahannya.

Ya Allah, sepanjang yang hamba tahu, keburukan hamba demikian banyak, sebanyak pasir diseanjag tepian laut. Alangkah sesatnya nafas hamba bila sampai engkau berkenan menjatuhkan hukuman kepada hamba atas segala dosa-dosa hamba.
Ya Allah, demia nama Mu yang maha meberikan Ampunan, Hanya Ampunan mu yang dapat menghentikan kejalan keburukan akibat petrbuatan buruk hamba. Dan bila hamba memperoleh ampunan Mu, itu sebab engkau Maha Kasih dan Maha Pemurah terhadap para pendosa.

Ya Allah, Maafkanlah Mereka yang hamab buat kecewa, yang hama buat merugi, dan hamba buat menderita. Gantilah kekecewaan mereka, kerugian meraka dan penderitaan mereka dengan sesuatu yang lebih baik dari sisi Mu yaitu ampunan, cinta, dan Kasih Mu, Amin.

Ahmad Al Imron


Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...