![]() |
| "Inna Ma'al Usri Yusra" |
Masih
ingat pepatah berikut, “Siapayang nabur angin, dia akan menuai badai?”. Ini lah
pepatah yang cukup pas menggambarkan hokum sebab akibat dari perbuatan kita. Orang
baik akan dibalas dengan kebaikan, orang jahat akan dibalas dibalas dengan
kejahatan yang diperbuatnya.
Dunia
ini diciptakan oleh Allah lengkap dengan atuaran main yang telah diaturnya
lewat sunntullah-Nya. Siapaun tidak akan bisa lolos dari hokum sebab akibat,
kecuali siapa yang Allah kehendaki. Boleh saja seorang tertawa sebab baru saja
berhasil merampok nasabah bank misalnya. Tapi sejurus rampokannya habis,
sedangkan iya terlanjur hidup hura hura sehingga melakukan lagi perampokan. Lah,
karena modus operasinya sama dan kebetulan memang sedang dalam intaian, ia
tertangkap. Habislah tawanya!
Banyak
lagi peristiwa hokum sebab dan akibat. Resahnya seorang koruptur yang merasa
nyawanya sedang diujung tanduk, cerita tentang seorang pelit dan kikir, lalu
saat dia berada diposisi sulit, tidak ada seorang pun yang sedia membantunya.
Temen-temen
pembaca semua, kalaulah kita yang berbuat salah, lalu hukumnya itu akan kita
sendiri yang terima, atas idzin Allah.
Maka
patut diingat bahwa Tuhan punya kalam ” Manusia Itu tergadai dengan apa yang
dilakukannya.” Hendaklah diperhatikan bila kejahatan yang telah kita lakukan,
kejahatan itulah yang senantiasa menjadi teman hidup sepanjang masa, bahkan
berlanjut hingga kehari Hisab. Tapi bila kebaikan yang kita lakukan, kebaikan
itu pulalah yang akan menenmani kita hingga ahir hayat kita dan menemani kita
dihari perhitungan kelak. Sekali lagi pikirkan kalau pohon cabai yang kit
ataman, tidak akan mungkin dia akan berbuah mangga.
Ahirnya,
pilihan ujung kehidupan ada ditangan kita sendiri, senyuman kah yang kita pilih
atau tangisan yang menyayat hati, hal-hal yang baik yang dikuasakan Tuhan
kepada mereka yang baik-baik.
Ya
Allah, keburukan hamba mengejar hamba kemanapun hamba melangkah dan dimanapun
hamba berada. Kejaran keburkan hanya tinggal menunggu waktu yang engkai
tetapkan. Kecauali engkau menghendaki untuk menahannya.
Ya
Allah, sepanjang yang hamba tahu, keburukan hamba demikian banyak, sebanyak
pasir diseanjag tepian laut. Alangkah sesatnya nafas hamba bila sampai engkau
berkenan menjatuhkan hukuman kepada hamba atas segala dosa-dosa hamba.
Ya
Allah, demia nama Mu yang maha meberikan Ampunan, Hanya Ampunan mu yang dapat
menghentikan kejalan keburukan akibat petrbuatan buruk hamba. Dan bila hamba
memperoleh ampunan Mu, itu sebab engkau Maha Kasih dan Maha Pemurah terhadap
para pendosa.
Ya
Allah, Maafkanlah Mereka yang hamab buat kecewa, yang hama buat merugi, dan
hamba buat menderita. Gantilah kekecewaan mereka, kerugian meraka dan
penderitaan mereka dengan sesuatu yang lebih baik dari sisi Mu yaitu ampunan,
cinta, dan Kasih Mu, Amin.
Ahmad
Al Imron
