Sabtu, 23 Maret 2019

Sulit Dinegeri Sendiri


Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar no 4 didunia bahkan bisa dikatakan adlah negara terkaya sedunia (Versi Ku sih..) bagaimana tidak mulai dari destinasinya, kekayaan bumi serta lembah-lembah yang begitu indah parasnya.

Heyy pemerintah yang berdaulat katanya, hey kamu jaga sok berkuasa, seakan-akan kamu lupa itu hanya titipan? Yang saya lihat Indonesia adalah negeri surge negeri termashur seluruh penjuru dunia  apalagi dengan suatu kultur yang ada pada masyarakatnya.

Akan tetapi hari ini semua berubah, masyarakat yang awalnya cerdas, religus dan tidak mudah dipecah belah tapi hari ini berbanding balik, masyarakat kita selalu dibodoh-bodohi oleh elit-elit pemerintahan dengan sejuta rayuaanya,. Hey pemerintah jangan buat gaduh rakyat, jangan persulit rakyat. Ini negara lho bukan penjara.

Maaf temen-teman tulisan ini adalah sebuah tuaian yang didalam diri saya pribadi terhadap negeri ini, bagaimana tidak kita rakyat kecil seakan-akan  dijajah oleh rumah sendiri, buat ini susah buat itu susah smapai buat KTP yang menjadi identitas kita sendri susah,, ini negara kan ?
Saya sedikit bertanya, apakah ini negara sendiri apa tetangga sih? Begitu sulit banget menjadi bagian resmi didalamnya gara gara buta akan kekuasaan yang dikejar hanyalah uang, saat ditanya dan minta kejelasan hanya ngomong “JANGAN GANGGU OTORITER SAYA” Jika tidak maka kau akan aku lempar kepelosok desa. Kejamnya penguasa hari ini.

So sebenernya kita sudah merdeka tidak ya? Penjajah itu bgelnda dan jepang kan, bukan pemerintahan ya? Kog kayaknya lebih kejamnya ya?

“dasar kamu yang suka menjual janji kepada kami, ingat kami tidak bodoh aka nada masanya kau akan tumbang wahai sang poenguasa”.

Oleh : Ahmad Al Imron

Semangat Yang Luntur



Oke selamat malam para pembaca yang budiman, eeh kali ini saya akan menyajikan suatu tulisan yang menurut kalian sih anggapanya, ngapain sih kog  nulis-nulis kayak bahkan dishare lagi, ngabisini kouta aja yak? so kali ini saya akan menulis sebuah cerita yang mungkin gak penting lah…

Disini aku akan bicara tentang semngat ku, Oke alam berbicara dengan ku mengatakan bahwa dia sangat butuh dengan juang ku serta keringat ku. Iya itu adalah juang q dan keringat yang selalu aku kibarkan dalam sejuta proses ku yaitu suatu proses yang bisa menggebrak suatu perubahan dan keadaan akan tetapi semnagat itu hilang begitu aja.

Iya seperti yang saya rasakan hari ini smenagat itu tumbang tiba-tiba tanpa meninggalkan suatu jejak dalam diri ini, kadang aku merasa aneh dalam diri ini, mengapa  tidak. Kadang semnagat itu tumbuh dan berkembang dalam diri ini dan gak mau pergi So I Am Be happy. Tapi kadang hilang tanpa jejak, entah apa diri ini memang tidak bisa menampung semngat juang ini ataukah semnagt itu minder dalam tubuh ini yang selalu melakukan suatu kekhilafan yang kadang selalu menghantui.

Aku pun merasa bagaimana saya bisa mencuri perhatian dunia jika aku tidak bisa mencuri perhtian dunia dengan segala prestasi dan percaya diri ini untuknya. So hanya kata semngat Fighting istiqamah yang bisa melebur semua keresahan ini. Akan tetapi hari ini semgat itu hilang, semnagat itu luntur seakan-akan terbabawa oleh guyuran kedustaan, entah saya tidak yakin semngat itu akan kembali atau bahkan pergi dan tidak akan pernah kembali atau kembali dengan semnagat yang berbeda, akan tetapi hal yang paling aku kejar iyalah semnagat dengan segala usaha demi mencapai suatu cita-cita yang sangat bergengsi.

Oleh : Ahmad Al Imron

Minggu, 17 Maret 2019

Berlomba Dengan Orang Baik Atau Orang Pendosa Untuk Beristigfar


Apa yang dikatakan oleh Ust. Adi Hidayat ini sangat JLEBB banget. Pingin mewek pilihan hanya dua itu. Yaitu lomba dengan orang-orang baik atau berlomba dengan orang-orang pendosa. Duh..gusti.

Ingin rasanya semua waktu dihabiskan hanya untuk beribadah, ingin rasanya setiap detik ku adalah dzikir, ingin rasanya rasanya setiap desahan nafas adalah dalam rangka mengingat-Nya, ingin rasanya setiap langkah adalah catatan amalan baik dan ingin rasanya setiap lirikan mata adalah doa untuk-Nya.

Setiap gerakan tangan adalah dzikir untuk ahirat dan setiap detakan jantung adalah detakan menyebut asma-Nya.

Namun sering kali dengan penyakit yang bernama “SOK IYA”.
So, sok ya? Setiap kali kita berbicara “nulislah untuk hal kebaikan”, tapi akan tetapi hati merasa jumawa karena keujuban

Sok iya? Tombol-tombol laptop yang kita tekan berasa untuk pesan mendatang, padahal tidak lain dan tidak bukan hanya untuk narsis-narsisan, ini lho gue penulis, padahal hanya seorang penulis karbitan.

Sok iya? Ide-ide yang kita punyai adalah sebuah ide yang berasal dari diri kita sendiri, padahal secara tidak sadar ide itu datang dari-Nya akan tetapi kita tidak menyadari bahkan melupakannya (sombong ya).

Baliklah ke hati yang terdalam

Nulislah karena kita tahu kita sangat bodoh
Nulislah karena kita tahu kita lemah
Nulislah karena kita tahu kita butuh untuk bermuhasabah
Nulislah karena kita tahu hidup kita butuh terarah
Nulislah karena kita tahu berada agar hati tidak resah
Maka nulislah “dengan satu tujuan, agar Allah ridho dengan Kita”
Sekian
Oleh : Ahmad Al Imron


Kamis, 14 Maret 2019

Indonesia Semakin Optimis



Temen-teman saya semakin hari kog semkin optimis dengan indona. kali ini tulisanya saya akan membahas tentang data-data yang akurat . so gini temen-temen cobak deh simak data dari Bloombreg ini,. Kontribusi indonesia untuk pertumbuhan ekonomi dunia adalah terbesar nomer 4 tahun 2018-2019, lalu  presentase kontribusi akan meningkatkan lagi tahun 2022-2023. Sebaliknya, kontribusi amerika, jepang, jerman, rusia, prancis, mesir, inggris dll justru akan anjlok.

Namun, harapan saya kontribusi indonesia  2022-2023 bahkan bisa lebih besar lagi. Kenapa sya sangat optimis & berharap demikian? Sungguh sangat sederhana kawan.

Pertama, tahun 2020-2024 adalah suatu periode bonus Demografi paling tinggi, usia produktif mencapai 174-180njuta orang. Bila kita berhasil mengoptimalkan pembangunan dan daya saing kita (pembangunan manusia), pasti produktivitas kita akan menjadi loncatan sejarah buat kita dan indonesia.

Kedua adalah pembangunan infrastruktur yang secara masif dibangun sejak 2015 hingga kini, dampat optimalnya yang bisa kita rasakan paling tidak pada tahun 2020. Optimalisasi pemakain infrastruktur pasti ada lag-nya (jeda), butuh jangka waktu 5 tahun yang bisa mulai dampaknya.

Manusia produktif dan infrastruktur yang baik, lalu ditambah kelembagaan yang sangat cakap serta kebijakan & strategi yang sangat tepat, jelas ini akan menjadi role model kemajuan bangsa kita. Tentu saja ini harus disertai pembangunan yang iklusif , serta kemerataan.

So temen-teman yang membaca tulisan ini, kalian boleh menyiakapi pernyataan yan g saya tulis ini, kami butuh kritik serta saran. Al Right?

Oleh : Ahmad Al Imron

Selasa, 12 Maret 2019

Anda GOBLOK Jika Tidak Percaya Diri

Musyawarah Nasional Ekonomi Islam di Kampus IPB


Oke temen-temen tulisan ini adalah sebuah kritikan buat saya pribadi dan juga untuk kalian yang merasa sebagai bangsa Indonesia yang masih ragu atas keepribadianya kamu sendiri, so temen cobak kita refresh kembali otak kita, maka dari itu  jika kita melihat sejarah kita dulu kita harus bisa melawan Inferiority Complex.

Sobat,

Bung karno, bung Hatta dan bung Sjahrir dan tokoh-tokoh 1945 dulu yang pada masanya mereka dengan semangat ingin membangun bangsa kita yang besar ini, ingin rasanya mereka megirim beribu-ribu pemuda-pemudi kita untuk mencari pengalaman dan belajar keseluruh penjuru dunia.
Sayangnya sebagian dari kita yang pulang ke tanah air saking terkesimanya oleh budaya dan life style yang mereka lihat dari bangsa luar. Wal hasil bukanya mereka beljar mencari ilmu dan juga menyaring dan memperkuat bangsa sendiri dari ilmu yang kita dapatkan dari bangsa lain, akan tetapi justru menjiplak dan ingin merubah dan menerapkan nilai-nilai budaya bangsa lain kepada bangsa kita sendiri. Al Right?

Inilah yang sering saya katakana kepada temen-temen ketika ada acara Sharing seasons tentang ekonomi Bangsa Baik itu dikajian Fogeis, Dema-FEBI, Fossei dlsb.So kita ini bangsa yang besar dengan penduduk terbanyak no 4 didunia tapi kenapa kita masih kalah dengan bangsa lain? (anda sudah sadar belum).

Inilah sebuah kesulitan yang kita alami sekarang. Kita banyak tidak percaya kepada nilai kita sendri, tidak percaya dengan tradisi kita sendiri, tidak percaya dengan life-nya kita sendiri bahkan meragukan kemampuan kita sendiri (Kita bodoh kan Sobat). Ingat gak dulu pada 10  november 1945 perjuangan Arek-arek suroboyo yang dipimpin oleh Bung Tomo dimana kita diancam oleh bangsa inggris yang pada saat itu mereka adalah tetara hebat yang menag dalam perang Dunia II dan mengancam kemerdekaan kita dengan ancaman menyerah terhadap tentara inggris, so apakah pemuda kita menyerah, dan mengikuti perintahnya! Tidak kawaan malah mereka menyatakan “KITA LEBIH BAIK HANCUR DARIPADA DIJAJAH KEMBALI, MERDEKA ATAU MATI”. Keren gak pernyataan ini, dan sekarag apa yang terjadi pada pemuda kita sendiri? (ironis dan tragis ya mental pemuda kita sendiri).

Akhirnya secara tidak sadar kita mudah digoyang. Dengan mudah kita dipengaruhi, dengan mudah kita dipisahkan oleh sejarah kita sendiri.

Inilah menurut saya salah satu penyebab dan akar masalah bangsa kita sendiri pada saar ini. Sebagian diri kita telah kita kehilangan kepercayaan diri. jika kita tetap kayak begini maka siap-siplah kita akan kembali menjadi bangsa yang Minderwaarding Heids Complex. Bangsa yang mana pemudanya mengidap Inferiotery Complex.

Sebagian dari diri kita kagum apa yang ada diluar Indonesia, bahkan tragisnya menelan mentah-mentah semua ajaran dari asing, dengan salah perkiraan, dengan keluguan kita mengira bahwa mereka benar-benar memikirkan nasib kita. (Itu jebakan Bro).

Padahal hokum alam dunia adalah Survival of The fittest. Jikalau orang lugu (Pesimisme) itu sebetulnya bisa dikatan kearah GOBLOK. Padahal Orang-orang goblok itu selalu akan digilas dan ditindas oleh pihak yang kuat. Inilah sebuah ajaran yang kadang-kadang tidak diajarkan kepada kita sendiri.

Sobat,

Sudah yakinkah anda dengan anda sendiri, ayok bangun jangan banyak omong kamu!

Oleh : Ahmad Al Imron

Senin, 04 Maret 2019

Jangan Berharap Terlalu Berlebihan


Oke teman-teman. kali ini tulisanya saya agak berbeda dari sebelumnya. Hemz bisa dikatakan agak alay sih atau bahkan temen gak nyangka banget kenapa saya menulis tentang hal yang berbeda gitu. Kan biasanya nih saya nulis tentang ilmu ekonomi baik itu islam  maupun konvensional, politik, kisah kisah dari seorang tokoh dan motivasi kehidupan, akan tetapi  kali hari ini saya akan menuliskan tentang kisah dari kehidupan saya sendiri (heheh bisa dikatakan curhat lah yak) curhatnya kedalam tulisan, tapi curhatnya gak sambl nangis kog sampai ngabisin satu kotak tisu dengan sebuah iringan lagu romantis kayak di FTV SCTV gitu yang tiap siangnya tayang gtu..hhihihi. Maaf ya panjang lebar basa basinya sobat.

Jadi gini nih kemaren itu adalah suatu kebangaan buat saya sendiri . iyalah suatu hari yang menjadi sejarah bagi kehidupan saya pribadi. soo pasti teman-temen  sudah mulai menerka hari apa itu? Iyapz dugannya teman-teman adalah benar. Hari ulang tahun atau saya lebih sukanya sih menyebut sebagai hari milad sebenarnya, tepatnya pada tanggal 02 Maret 2019 (tapi maaf nih saya gak bisa nyebutin tahunya, etttzzzzz ojok kemana-kemana sob, saya masih muda kog kemaren terahir saya selfi di HP Samsung umur saya 13 tahun, ya meski faktanya gak tau ya,,tapi  itulah salah satu alasan saya kenapa dari dulu  gak bisa Move one dari Samsung, soo Kualitasnya bagus sihhh.. Ehh Ehhh Kog jadi Iklan yak..hihihiihi) . tapi itu gak penting, dan saya gak akan menceritakan tentang umur saya, proses lahirnya bagaimana bahkan filosifi kenapa nama saya gini, terlahir dari Rahim siapa, gak akan, karna saya bukan jasa ramalan nama orang yak.

Pasti teman-teman merasakan apa yang saya rasakan. Bahkan melebihi dari apa yang saya rasakan saat ini. So … siapa sih yang gak mau di hari lahirnya itu ada sosok seorang yang kita bangga-banggakan mengucapkan doa terhadap kita. Akan tetapi saya pribadi gak terlalu over ya dalam masalah ultah ini, mungkin diluar sana banyak seseorang di hari jadinya merayakan dengan sebuah perayaan yang sangat fantastic, diarayain dihotel, cafĂ© dsb. dengan segala fasilitas yang ada dengan kemewahan  yang disajikan, akan tetapi berbeda hal dengan yang apa saya rasakan, bahkan berbanding terbalik. So menurut saya sih bertambah umur itu buka terletak pada fasilitas yang iya sajikan, kue yang iya makan, coklat yang ia berikan bahkan kecupan dari seorang yang iya sayang. Lebih tepatnya itu terletak pada dos yang iya panjatkan.

Maka dari itu teman-teman pada saat pergantiaan hari, saya berharap ada seorang yang saya harapakan bisa memberikan doa yang terindah buat saya dan menjadi yang pertama dalam kehidupan saya, meski pada dasarnya terlihat nora ya…? Bahkan pada saat itu saya sudah membuat rancang-rancang jika dia nantik ngucapin saya harus bagaimana, dan jawab bagaimana, dan ngucapin balik bagaimana, wheel maka dari itu saya tungu dia sampai larut malam dengan segala perasaan yang sangat senang dan tidak sabar, akan tetapi…krikkk..krikkk..krik pada saaat waktunya kog gak ada ya, kemana dia ya, apa dia lupa atau dia pura-pura lupa atau bahkan gak peduli. Perasaan itu yang terus menurus yang saya tanyakan pada diri saya, Al-hasil ternyata dia beneran lupa, dan dia tidak hadir disaat hari yangsangat bersejarah  bagi kehidupan saya pribadi. Tapi gpp lah, mungkin ini atas kesalahan saya pribadi yang berharap terlalu berlebihan.

Sooo teman-teman ini hanya sekilas kisah pribadi yang mungkin gak penting banget buat kalian yang membaca, akan tetapi  kita dapat ambil kesimpulan dari pengalaman ini “Jangan Lah Kita Terlalu Mengharapkan Sesuatu Yang Terlalu Berlebihan, Karana Jika Kita Tidak Mendapatknya Kita Akan Kecewa Bahkan Bisa Membencinya”.

Oleh : Ahmad Al Imron



Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...