Halo sahabat,
Pasti temen-temen bingung dengan tulisan yang menyudutkan
kita semua, ya saya katakan Kita ini sebagai manusia indonesia rata-rata Munafik Semua, entah itu dielemen
penguasa tingkat atas, bawah dan segala birokrasi birokrasi pemerintah maupun
swasta semuanya munafik, bahkan tingkat organisasi kampus aja yang masih
memegang kekuasan secuil aja sudah bermuka dua, Dasar Manusia Munafik?
Maka dari itu saya pernah membaca buku dari salah satu
ilmuan pribumi, sebut saja Mochtar Lubis dalam bukunya (BUMI MANUSIA). Kita
sebagai manusia indonesia yang sangat menonjol adalah sifat Hiprokritis alias
bahasa Trennya adalah munafik! Iya saya membenarkan jika saya Munafik, lebih
lebih anda, udah munafik tapi tidak mengakuinya. Berpura-pura, pencitraan
dimana-mana, lain dimuka lain dibelakang.
Oke sobat, kita semua tahu bahwa kita sangat mengutuk
keras yang namanya korupsi, tetapi kita terus saja melakukan korupsi dan hari
kehari semakin bertambah bahkan tidak terbendung lagi. Ya kalian semua pasti
belum bisa Move One dari salah satu petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
yaitu Gus Romy atau Romahurmuzy, ya dia adalah salah satu tokoh sentral
indonesia dia sangat dekat dengan Presiden RI akan tetapi anehnya dia bisa-bisanya
jual beli jabatan di Kementrian Agama, bayangkan gimana tidak bermuka duanya
dia, yang mana dia jika berdebat di media maenstrem dia selalu membawa nama
santri dalam memperkuat argumennya, akan tetapi faktnya dia tertangkap juga.
Akan tetapi kalian jangan tanya masalah kemunafikan
didaerah saya, iya kabupaten Probolinggo, pasti jika ada orang probolinggo yang
membaca tulisan ini mengetahui apa yang telah terjadi ditanah kelahiran kita
semua ini, yang mana orang orang elitnya lebih banyak bermuka dua mulai dari
Wakil Rakyat, Bupati, Kades bahkan perangkat desa sendiri. akan tetapi saya
tidak terlalu panjang, so saya sadar mungkin tulisan ini hanya sekedar tulisan
debu saja yang tidak punya kekuatan apa-apa? Dan kita semua tahu bukan, bahwa
hukum dinegeri ini berlaku sama terhadap semua orang. Prakteknya, tidak
demikian, tidak sama sekali, dapat saya simpulkan hukum kita “Yang
Kuat Akan Benar,Sedangkan Yang Benar Akan Kalah Tanpa Kekuatan” ya kita
gak usah kemana-kemana contoh kecilnya didesa-desa siapa yang kuat dan lebih
dekat dengan penguasa (yang katanya tokoh sentral lho #HAD)
maka dia akan menang dan yang benar akan
terlengser. (hahahahah Lucunya negeri ku ini). Dasar Penguasa Munafik.
Saking dari lucunya elemen terkecil aja seperti halnya
Lembaga-lembaga tingkat pendidikan tinggi seperti kampus, organisasi kampus.
masih aja oknom-oknom menjual lembagnya demi kemunafikan dari seorang
penguasanya. Pencitraan dimana-dimana , ngomong sekapur sirih yang penuh meyakinkan
tanpa pembuktian, seakan-akan dia mendewakan dirinya kepada orang lain, padahal
kerjanya gak ada.
Eeehhhh,,, Pasti penasaran kan gimana kelanjutan dari
tulisan ini, oke tetep ikuti dan pantau terus blog ini.
Kita berjumpa di Manusia Munafik Part 2.
Oleh :Ahmad Al Imron
