![]() |
| dari kiri jannah & jannah |
Akan tetapi tidak sampai disitu temen-teman kisah Rehan & Jannah. Mereka
berbeda dari anak kecil pada umumnya, mereka berdua adalah anak yatim yang
ditinggal orang tuanya sejak dia kecil.
Sebut saja Rehan anak kecil yang sangat ganteng layaknya mirip dengan Habib
(ya meski kata ibunya sendiri sih,wkwk) dia putra dari pasangan Sumiati dan
Imam Ghazali. akan tetapi siapa sangka anak yang begitu ganteng dan masih belum
pantas merasakan hiruk pikuknya sebuah kehidupan. Si rehan merasakan semua itu.
Tepatnya pada Hari Jum’at Ba’da Sholat Subuh ayahnya yang bernama Imam Ghazali
wafat, dan yang wafatnya mungkin semua kaum muslim menginginkan hal yang
seperti ini, beliau wafa Wafat Ba,da sholat subuh dalam keadaan Sujud
dimosholla Rumahnya, Masya Allah. Terang kata istrinya.
Pada saat itu rehan masih berusia 2 tahun. Anak ini udah ditinggal sama
ayah tercintainya. Disaat itu rehan hanya sekedar menangis dan gak tau apa yang
telah terjadi. Dia hanya memandang kerumunan orang, dengan pandangan yang
sangat kosong. “ Mas Mas Kenapa ayah kok udah gak bergerak mas”?. Rehan yang
bertanya-tanya kepada saya saat menggendongnya. “Rehan, Ayah tidak apa-apa hanya tertidur lelap” Terang saya sambil mengusap
air matanya yang mengalir dari pelipis-pelipis pipinya. Sungguh pada saat ini
saya merasakan betapa melasnya anak ini, dia hanya bisa melihat dan gak tau apa
yang harus dia fikirkan dan rasakan. Mungkin sekarang rehan masih enak bermain
dan tidak merasakan tapi gak tau apa yang iya rasakan setlah iya meranjak
dewasa. Singkat cerita Hari ini rehan sudah tumbuh besar dan sekrang dia udah
masuk kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hasan Kertosono-Kletek.
Dan yang kedua adalah gadis kecil mungil dan sangat cerewet dan suka minta
Bis (Bis adalah uang menurutnya) iya Jannah Namanya iya puti dari pasangan
Lutfiana Dan Bapak .........(heheh mohon maaf bro nama bapak sengaja saya Skiip
karena itu adalah nama bapak saya,
sengaja menjaga kode etik dan jurnalistik dari sipenulis). Iya dia adalah adek
ku, adek kesayangan ku. Jannah sejak kecilnya memang sudah terlahir begitu
cantik dan sangat cerdas, dimana tidak, temen sebayanya yang dilahirkan sama
dengannya, akan tetapi si jannah udah bisa rangkak duluan dan jalan duluan. Akan
tetapi menginjak umur 1 tahun musibah menimpa kami, lagi lagi hati ini terpukul
dan tidak menyangka. Allah sayang kepada kami dan Allah sayang kepada keluarga
kami. Ibu kami dipanggil sama Allah pada saat itu tepatnya pertengahan bulan
Romadhan ibu wafat. Sungguh kami menangasi atas kepergiannya, dan yang tak
kalah menyedihkan ketika itu jannah digendong sama bapak tepat diatas
pemakamannya didesa Kedung Sumur.
Kali ini jannah berbeda dari kisah kejadian si Rehan Masnya, dimana si
jannah sadar dan sangat menagis histeris se akan-akan dia mengerti bahwa ibu
telah meninggalkan dia selama-lamanya. Saya langsung ambil jannah dari pangkuan
bapak, lalu saya tenagkan adek sayua peluk erat-erat dia dengan lantunan dzikir
dan sholawat. Singkat cerita jannah sekrang sudah sekolah di TK B Senyum Bunda.
Sungguh sangat menyentuh hati kisah dari mereka berdua yang mana sejak kecilnya
dia sudah merasakan betapa gak enaknya di tinggal orang tua mereka sendiri. Maka
dari itu jika ibu dan bapak kita masih ada dirumah segeralah minta maaf
kepadanya, Sayangi mereka, berbaktilah kepada mereka sebelum Allah lebih sayang
kepadanya. So sejatinya sejelek-jelek apa pun orang tua kita, itu tetap adalah
orang tua kita. Petapah kita begitu istilah orang madura dalam memulyakan orang
tua. Percuma lho kita baik-baik dan sopan
terhadap orang lain, bersifat begitu
ramah diluar akan tetapi didepan orang tua kita dihardik. Masya Allah.
Allah sangat murka. Meski kami sadar si penulis ini bukanlah orang yang
suci akan tetapi apa salahnya kita ngambil manfaat dari apa yang ia keluarkan.
“Ambilah Manfaatnya Meski itu keluar dari lubang belakanganya Ayam. Uwai Al
Qurni”.
Oleh : Ahmad Al Imron
