Minggu, 11 Agustus 2019

Rehan Dan Jannah Tidak Seberuntung Anak-anak pada Umumnya


dari kiri jannah & jannah
Rehan dan Jannah mereka anak desa yang ulet dan cekatan sperti halnya yang tertuai dalam gambar diatas.  Mereke berdua sedang berjibaku saling tolong menolong dimana masnya sebutan akrabnya Jannah kepada kakaknya yang bernama rehan tersebut. Si rehan memberikan tangannya kepada adeknya yang bernama jannah yang sedang kesulitan melewati jembatan ditengah sawah yang hanya terbuat dari belahan kayu jambu. Mereka begitu mesra. Dan tak kalah menarik mereka memberikan pelajaran yang tersirat kepada kita semua yang melihatnya, dimana mereka mengajarkan indahnya kebersamaan.

Akan tetapi tidak sampai disitu temen-teman kisah Rehan & Jannah. Mereka berbeda dari anak kecil pada umumnya, mereka berdua adalah anak yatim yang ditinggal orang tuanya sejak dia kecil.

Sebut saja Rehan anak kecil yang sangat ganteng layaknya mirip dengan Habib (ya meski kata ibunya sendiri sih,wkwk) dia putra dari pasangan Sumiati dan Imam Ghazali. akan tetapi siapa sangka anak yang begitu ganteng dan masih belum pantas merasakan hiruk pikuknya sebuah kehidupan. Si rehan merasakan semua itu. Tepatnya pada Hari Jum’at Ba’da Sholat Subuh ayahnya yang bernama Imam Ghazali wafat, dan yang wafatnya mungkin semua kaum muslim menginginkan hal yang seperti ini, beliau wafa Wafat Ba,da sholat subuh dalam keadaan Sujud dimosholla Rumahnya, Masya Allah. Terang kata istrinya.

Pada saat itu rehan masih berusia 2 tahun. Anak ini udah ditinggal sama ayah tercintainya. Disaat itu rehan hanya sekedar menangis dan gak tau apa yang telah terjadi. Dia hanya memandang kerumunan orang, dengan pandangan yang sangat kosong. “ Mas Mas Kenapa ayah kok udah gak bergerak mas”?. Rehan yang bertanya-tanya kepada saya saat menggendongnya. “Rehan, Ayah tidak apa-apa  hanya tertidur lelap” Terang saya sambil mengusap air matanya yang mengalir dari pelipis-pelipis pipinya. Sungguh pada saat ini saya merasakan betapa melasnya anak ini, dia hanya bisa melihat dan gak tau apa yang harus dia fikirkan dan rasakan. Mungkin sekarang rehan masih enak bermain dan tidak merasakan tapi gak tau apa yang iya rasakan setlah iya meranjak dewasa. Singkat cerita Hari ini rehan sudah tumbuh besar dan sekrang dia udah masuk kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hasan Kertosono-Kletek.

Dan yang kedua adalah gadis kecil mungil dan sangat cerewet dan suka minta Bis (Bis adalah uang menurutnya) iya Jannah Namanya iya puti dari pasangan Lutfiana Dan Bapak .........(heheh mohon maaf bro nama bapak sengaja saya Skiip karena itu adalah nama  bapak saya, sengaja menjaga kode etik dan jurnalistik dari sipenulis). Iya dia adalah adek ku, adek kesayangan ku. Jannah sejak kecilnya memang sudah terlahir begitu cantik dan sangat cerdas, dimana tidak, temen sebayanya yang dilahirkan sama dengannya, akan tetapi si jannah udah bisa rangkak duluan dan jalan duluan. Akan tetapi menginjak umur 1 tahun musibah menimpa kami, lagi lagi hati ini terpukul dan tidak menyangka. Allah sayang kepada kami dan Allah sayang kepada keluarga kami. Ibu kami dipanggil sama Allah pada saat itu tepatnya pertengahan bulan Romadhan ibu wafat. Sungguh kami menangasi atas kepergiannya, dan yang tak kalah menyedihkan ketika itu jannah digendong sama bapak tepat diatas pemakamannya didesa Kedung Sumur.

Kali ini jannah berbeda dari kisah kejadian si Rehan Masnya, dimana si jannah sadar dan sangat menagis histeris se akan-akan dia mengerti bahwa ibu telah meninggalkan dia selama-lamanya. Saya langsung ambil jannah dari pangkuan bapak, lalu saya tenagkan adek sayua peluk erat-erat dia dengan lantunan dzikir dan sholawat. Singkat cerita jannah sekrang sudah sekolah di TK B Senyum Bunda.

Sungguh sangat menyentuh hati kisah dari mereka berdua yang mana sejak kecilnya dia sudah merasakan betapa gak enaknya di tinggal orang tua mereka sendiri. Maka dari itu jika ibu dan bapak kita masih ada dirumah segeralah minta maaf kepadanya, Sayangi mereka, berbaktilah kepada mereka sebelum Allah lebih sayang kepadanya. So sejatinya sejelek-jelek apa pun orang tua kita, itu tetap adalah orang tua kita. Petapah kita begitu istilah orang madura dalam memulyakan orang tua.  Percuma lho kita baik-baik dan sopan terhadap orang lain,  bersifat begitu ramah diluar akan tetapi didepan orang tua kita dihardik. Masya Allah.

Allah sangat murka. Meski kami sadar si penulis ini bukanlah orang yang suci akan tetapi apa salahnya kita ngambil manfaat dari apa yang ia keluarkan.

“Ambilah Manfaatnya Meski itu keluar dari lubang belakanganya Ayam. Uwai Al Qurni”.

Oleh : Ahmad Al Imron




Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...