Jakarta – Pergerkan
Indeks Saham Gabungan atau (IHSG) kian hari tak kunjung menunjukkan sinyal yang
sangat positif. Hari ini saja tepatnya tgl 4 mei 2018 IHSG sudah anjlok 2%
lebih dari sebelumnnya.
Hasil analiasa dari salah satu sekuritas dijakarta Binaarta Sekuritas
Reza Priyambada bahwasanya mengatakan IHSG sudah jatuh terlalu dalam dan
tidak dapat ditahan lagi. Bisa dibayangkan pada bulan Februari 2018 IHSG berada
dipuncak 6.689, akan tetatpi kini IHSG sudah masuk pada Zona 5.800 an. itu
artinya IHSG sudah mulai turun 12% lebih dari posisi yang tertingi dari pada
seelumnya. Tuturnya reza : sudah sangat murah dan seharusnya posisi yang ada
pada saat ini sudah bisa dikatakan sangat menggiurkan bagi investor-investor
yang melakukan transaksi saham.
IHSG saat ini sangat lah murah, jika dilihat dari chartnya level
5.800 pernah dicapai pada tahun 2016 hingga 2017. Artinya posisi ini adalah
posisi yang pernah dicapai dari sebelumnya
jadi bisa diartikan posisi ini adalah posisi yang sanagat turun.
Lalau diherankan jika pelaku
pasar, pemegang saham masih ragu untuk memebelinya, apa lagi takut bahkan masih
belum mau untuk melakukan transaksi beli, dengan alasan pergerakan IHSG lebih
disebabkan karna kepanikan dari pergerakan kurs yang tidak menentu.
Memang tidak bisa dipungkiri nilai mata uang rupiah terhadap dolar
ahir ahir ini kian melambung. Kira kira dolarv terhadap rupiah mencapai ke
level 14.000 dan siang ini tercatat
berada dilevel Rp. 13.970 sesuai dengan
data. Dan lebih perkasa dari posisi kemren yang mencapai dilevel 13.970.
IHSG seperti ini yang sangat murah harganya masih belum tenetu
pelaku pasar untuk membelinya dan masuk
kedalamnnya, mereka panic akan kejadian seperti ini karena dikhawatirkan market
akan turun lagi, melihat dari kondisi ini, Reza mengaku sangtalah sulit untuk
memprediksi sampai mana IHSG ini akan jatuh kembali, sebab pergerakan saham
lebih disebabkan oleh paniknya dari pelaku pasar itu sendiri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar