Jumat, 25 Januari 2019

Berfikirlah Panjang, Terhadap Tujuan Yang Mau Kita Capai.

"Jadilah minoritas, Jika Mau Diprioritas @imronalittihad"


Kali ini tulisannya saya akan membahas tentang kita sebagai promotor perubahan terhadap diri kita masing-masing dalam mencapai sebuah goals. Maka dari itu saya simpulkan kita tidak akan bertindak untuk mencapai tujuan kita jika kita tidak mempunyai perasaan harus. Di dunia ini semua pencapaian yang sangat dahsyat pasti dicapai karena orangnya mempunyai alasan yang sangat kuat untuk menjadi dahsyat dan berbeda dari yang lainya. Salah satu contoh yang bisa kita ambil bersama-sama  adalah kemaren lalu ini, yaitu Lalu Mohammad zohri. Juara dunia dalam lomba lari, dia tidak hanya sekdar lari-lari saja tanpa alasan lalu menjadi juara? Tentu pasti tidak sobat.

Sudah kah kita sadar bahwasanya didepan kita bahwasanya pada dasarnya otak kita hanya mncari kenikmatan saja dan menghindari penderitaan. Semua perubahan yang dramastis dalam hidup  juga dilandasi oleh keinginan untuk mencari kenikmatan dan menghindari penderitaan. Bila kita semua ingin berubah , kita harus jelas mengetahui apa sengsaranya bila kita tidak berubah dalam tujuannya kita, dan perlu juga harus tahu apa nikmatnya jika tujuan itu ada ditangan kita.

Maka dari itu kita perlu mengetahui tentang bagaimana kerugian serta keuntungan atas tujuannya kita. Dari sinilah kita akan merasa harus mencapai tujuan kita dengan bimbingan pertanyaan yang telah kita resapi dalam diri kita masing-masing.

Wheel, kita harus tau apa ruginya, jika kita tidak bekerja di tujuan ini (misalkan)? apa yang akan terjadi terhadap orang-orang yang kita cintai dan mencitai kita? Penyesalan apa yang akan mereka katakana kepada kami? Lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, bahkan dua puluh tahun lagi, apa reaksi mereka terhadap kita semua.

Begitupun sebaliknya jika kita mencapai tujuan tersebut, so teman- teman itu semua ada pada diri kita semua, tergantung kita menjalaninya, maka dari itu “bukan kita yang hidup didunia, melainkan dunia yang hidup dalam diri kita”, siapkah kita menjadi pemain, dalam ajang kesuksesan ini.

Oleh :Ahmad Al Imron

Minggu, 20 Januari 2019

Anak Muda Harus Melek Politik, Biar Yang Tua Terawasi!


Agak sulit membayangkan demokrasi tanpa kehadiran partai politik. Setidaknya, dalam tataran teori politik, belum ada alternatif yang pas untuk meramu representasi politik selain dengan campur tangan parpol. Representasi regional, yang kemudian terangkum ke dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD) misalnya, toh ternyata memiliki keterbatasan dalam hal wewenang. Itu pun hanya berlaku di pusat, bukan di daerah. Sementara perwakilan-perwakilan rakyat di parlemen daerah praksis hanya diisi oleh wakil-wakil partai.
Oleh karena itu, anak muda yang secara politik berpreferensi kepada demokrasi (keterbukaan, akuntabilitas publik, kebebasan, dan lain-lain), jika ingin secara nyata mengabdi untuk memperbaiki demokrasi, jalur parpol adalah salah satu opsi yang mungkin dan layak. Kurang responsifnya partai-partai terhadap preferensi dan kepentingan politik anak muda, boleh jadi salah satunya memang karena anak muda kurang bersemangat untuk berjuang di dalam tubuh partai.
Sekalipun sosial media bisa diandalkan untuk beraspirasi, toh sampai hari ini parpol tetap pada fungsinya sebagai salah satu penopang sistem politik yang demokratis. Dengan kata lain, sosial media bisa menjadi wadah beraspirasi, tapi agak sulit untuk menjadi tangga untuk melakukan aksi nyata. 


Faktanya, di dalam partailah kader-kader ditempa menjadi wakil-wakil pemilih. Dan, di dalam partai pula, para kader bisa mempengaruhi gerak langkah partai tersebut, baik dengan bersuara lantang di setiap pertemuan, atau dengan melibatkan diri di dalam kontestasi kepengurusan, lalu ikut duduk di tampuk pimpinan untuk menularkan ide-ide perubahan agar menjadi kebijakan partai.

Dengan kata lain, jika anak muda memandang parpol dengan cara yang skeptis, sarang koruptor, sarang nepotisme, dan sejenisnya, dan kemudian ternyata hanya partai yang masih bisa diandalkan untuk menghasilkan kader-kader yang akan menjadi wakil rakyat dan pejabat publik, maka tak ada alasan bagi anak muda untuk melakukan perubahan dan reformasi sistem politik secara signifikan, tanpa melibatkan partai. Apatisme tak akan menjawab banyak persoalan yang dikeluhkan oleh anak muda. 


Bahkan, mendulang sukses di dunia yang jauh dari politik pun, pada akhirnya membutuhkan sentuhan politik agar sistem yang ada bisa bergerak lebih responsif terhadap kepentingan anak muda. Saya kira, anak-anak muda yang berhasil mendulang sukses di partai politik, menularkan semangat baru, dan ikut menelurkan berbagai perubahan di dalamnya, akan sangat berpotensi untuk menebar inspirasi kepada banyak anak muda.Pesan yang harus dibangun adalah bahwa berpolitik bisa dilakukan dengan jujur, mekanisme politik di dalam partai bisa dipengaruhi dengan cara ikut terlibat di dalamnya, dan wajah partai yang masih bopeng-bopeng di mata anak muda masih bisa diperbaiki, demi kelangsungan demokrasi ke depan.

Sukarno, yang kala itu masih sangat muda, menjadi semakin berbahaya setelah mendirikan Partai Nasional Indonesia dan Partindo. Bung Hatta menjadi semakin menggigit di era menjelang kemerdekaan, selain tintanya yang tajam di media-media, juga karena mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI). Bahkan mereka berhasil memosisikan diri dan partainya pada barisan yang benar-benar baru ketika itu, yakni barisan non cooperation alias tidak bekerja sama dengan Belanda, bahkan menolak kehadiran Volkstraad.
Bukankah kita memang merindukan sosok-sosok yang demikian muda ikut berjuang bersama partai, ikut mempengaruhi sikap-sikap partai, kemudian berbuat sesuatu yang besar untuk Indonesia, untuk segenap masyarakat pemilih, dan untuk masa depan generasi-generasi selanjutnya? Saya secara pribadi justru sangat berharap akan banyak anak muda yang semakin skeptis dengan partai politik di satu sisi, tapi di sisi lain malah semakin getol pula berjuang memperbaikinya dari dalam. Tak salah rasanya harapan ini, jika kita benturkan dengan tesis awal tadi, bahwa mustahil rasanya berdemokrasi tanpa partai politik.
Dengan semangat baru, energi yang jauh lebih kuat, serta spirit yang berkobar-kobar, partai akan mendapat darah baru untuk menjalankan fungsi-fungsinya. Partai akan semakin energik dalam menopang demokrasi, mengagregasi dan mengalirkan aspirasi publik ke forum pengambil kebijakan, menularkan pendidikan politik kebangsaan kepada publik dan kader-kader, dan terus-menerus ikut menyegarkan politik Indonesia dari waktu ke waktu. 


Anak muda di dalam partai akan menjadi warning bagi generasi-generasi di atasnya untuk terus beradaptasi dengan zaman, untuk terus mengingat bahwa regenerasi adalah keniscayaan, untuk terus menyimpan pandangan bahwa kekuasaan yang berlebihan tidak baik untuk demokrasi, dan lain-lain.

Masalahnya, jika anak muda lebih mengedepankan ego skeptisismenya terhadap partai politik di satu sisi, tapi sangat berpreferensi terhadap demokrasi di sisi lain, maka proses politik akan pindah ke arena yang lain, katakan saja arena sosial media dan sejenisnya. Anak muda akan terjauhkan dari proses institusionalisasi politik demokratis. Bakat-bakat politik akan bertebaran secara cuma-cuma di tempat yang tak semestinya. Nah, ikut berjuang di partai politik adalah ikut beraksi, ikut ambil bagian, dan ikut menentukan sikap aksi di dalam gelora perubahan, dengan cara-cara yang sesuai, termasuk menggunakan sosial media.
Boleh jadi pada awalnya mendapat banyak tantangan, halangan, ataupun godaan, tapi itulah bagian dari perjuangan. Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, dan banyak lagi berani membayarnya dengan penjara dan diasingkan ke berbagai pelosok. Jika konsistensi untuk melakukan perubahan memang teruji dan tak perlu diragukan lagi, maka hasilnya lambat laun akan terlihat juga. Fakta historisnya bahwa waktu terus berputar, generasi terus berganti, isu baru dan lama terus muncul dan tenggelam, dan waktu itu akan datang.
Bukankah kata-kata bijaknya berbunyi, "setiap manusia ada masanya", Maka yakinlah, jika terus konsisten berjuang, masa itu akan datang. Anak muda akan mendapat gelanggang juga. Mimpi dan aspirasinya akan mendapat balasan setimpal. Dan karena proses itu lah Indonesia tetap ada. Generasi-generasi baru dengan gembira menyambut estafet-estafet kepemimpinan yang ada. Dan partai yang baik, yang lurus, yang terus diperjuangkan untuk lurus oleh generasi-generasi muda baru di dalamnya, akan melahirkan penerus-penerus estafet itu.
Jika masa depan demokrasi ada di tangan anak muda, maka masa depan partai pun demikian, maka tak ada salahnya partai-partai merangkul generasi-generasi baru di satu sisi. Dan, di sisi lain tak ada salahnya pula generasi-generasi baru mulai melirik partai sebagai wadah perjuangan untuk memperbaiki demokrasi dan membenahi segala sesuatu yang dibutuhkan di negeri ini. 


Negeri ini tak perlu lagi menyaksikan titik krisis pertentangan orde dan generasi dalam gerak sejarahnya. Ketika generasi lama dan baru bisa berkomunikasi dengan baik di dalam partai-partai untuk mempersiapkan estafet-estafet kepemimpinan politik nasional, di saat itulah perubahan tak perlu memakan banyak korban. 

Maka dari itu kesimpulan buat kita semua sebagai anak millenial, harus bisa memellenialkan dirik kita, dengan menjadi pemain bukan penonton.

Oleh :Ahmad Al Imron


Selasa, 15 Januari 2019

Meneladani Kisah Sukses Sandiaga Uno, Muda Kaya Tua kaya Raya



Sandiaga Uno namanya memang santer diberitakan sejak pencalonannya menjadi wakil gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan. Sosoknya yang kalem dan dipandang sebagai cowok berwajah rupawan dan sukses semakin menaikkan popularitas sandiaga uno.
Tanpa membahas lebih banyak soal kiprah kampanye politiknya, Hipwee Sukses justru ingin membahas perjalanan kesuksesan cowok yang satu ini. Ternyata ada banyak kisah menarik di balik sosok Sandiaga Salahuddin Uno lho. Selain berkecimpung di dunia politik, sosok ini telah lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha.
Kerajaan bisnisnya sudah dibangun sejak ia selesai menyenyam pendidikan kuliah. Tak heran, majalah Forbes sempat mencantumkan namanya menjadi salah satu dari deretan orang terkaya di Indonesia. Kesuksesannya membangun usaha tak serta merta didapat begitu saja. Ada banyak jatuh bangun yang harus dihadapi. Meski tak mudah, dari situlah semuanya menjadi titik balik seorang Sandiaga Uno untuk mengembangkan usahanya menjadi seperti sekarang.
Di Balik Sukses Usahanya, Sandiaga Uno Juga Sukses Dengan Predikat Summa Cum Laude Saat Menyelesaikan Kuliahnya.
Setelah lulus dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University –Amerika Serikat- Sandi mengawali karirnya sebagai karyawan Bank Summa pada tahun 1990. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat dan berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00. Luar biasa!
Krisis moneter menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Sandi pulang ke Indonesia dengan status pengangguran
Dengan predikat terbaik yang diperoleh saat lulus kuliah, Sandi dengan sangat mudah mendapatkan pekerjaan. Ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group. Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan US$ 8.000 per bulan. Bisa dibayangkan betapa besar gajinya pada saat itu. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Sandi pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya tersebut. Ia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran.
Dari situlah seorang Sandiaga Uno mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha
Menjadi pengusaha bukanlah impian yang sejak dulu ada dalam benak Sandi. Seperti kebanyakan orang, kerja kantoran adalah yang dicita-citakannya. Namun, setelah menjadi pengangguran karena perusahaan tempat bekerjanya tutup akibat bangkrut, pandangannya berubah. Ia kemudian berbalik arah dan memutuskan untuk membangun sebuah bisnis.
Pada tahun 1997 Sandiaga Uno bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani, mendirikan perusahaan penasihat keuangan bernama PT Recapital Advisors. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya yang merupakan pendiri PT ASTRA International. Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya -putra William- mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.
Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Berbekal networking yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan baik di dalam dan luar negeri, perusahaan yang dibangunnya sukses besar. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali, antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.
Biasanya Orang Sukses Identik Dengan Badan Gemuk Dan Perut Buncit. Katanya Sih Itu Lambang Kemakmuran. Tapi Tidak Bagi Sandiaga Uno.
Saat melaporkan harta kekayaan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai syarat maju menjadi calon wakil gubernur DKI, Sandiaga Uno melampirkan jumlah kekayaanya sebesar 3 triliun rupiah. Hal ini ia dapatkan dari kerajaan bisnisnya yang menggurita. Meski katanya lambang kemakmuran identik dengan badan gemuk dan perut buncit, nyatanya tidak berlaku pada Sandiaga Uno. Sandi dikenal sebagai orang yang gemar berolahraga, dari basket hingga lari semua ia lakoni. Bahkan, ia juga kerap mengikuti lari maraton yang diselenggarkan di berbagai negara.
Menurutnya, kesehatan merupakan investasi yang sangat penting. Dan dari lari, Sandi mempunyai filosofi tersendiri yang diterapkan dalam hidupnya, yaitu; 1). Meski bisa dilakukan sendiri, lari akan lebih bermakna kalau dilakukan bersama dan membentuk team work, 2). Lari akan berhasil dengan persiapan matang agar kondisi prima. 3). Esensi lari adalah kecepatan. Sama seperti ambil keputusan, harus cepat!, 4). Dalam hidup, kita harus mampu jatuh bangun dan terus bergerak serta tidak mudah putus asa dan selalu optimis. Maka dari itu, stamina sangat diperlukan saat berlari.
Sandiaga Uno Juga Aktif Berorganisasi. Mulai Dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Hingga Masuk Ke Partai Politik
Tak hanya sibuk mencapai target dalam memperoleh laba perusahaan miliknya, Sandi juga aktif berorganisasi. Ia sempat menjabat sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk periode 2005 – 2008. Selain itu, Sandi pernah masuk dalam tim Manajemen Timnas Bola Basket Putri Indonesia pada SEA GAMES 2005 di Manila, Filipina. Ia juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak tahun 2004. Terakhir, ia bahkan melepas jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya untuk aktif di partai Gerindra.
Cara ini bisa kamu tiru, lho! Mengingat, berorganisasi juga menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan rasa percaya diri, melatih kemampuan bekerja dalam tim, meningkatkan jiwa kepemimpinan dan tentunya membangun networking. Bagi Sandi, membangun jaringan dan relasi yang baik dengan semua pihak sangat diperlukan. Karena menurutnya, relasi dapat menyumbang 30% dari kesuksesannya.
Jatuh Bangun Dalam Membangun Sebuah Bisnis Itu Penting. Semakin Cepat Gagal, Semakin Cepat Ia Akan Menemukan Inovasi Baru Untuk Mengembangkan Bisnisnya
Salah satu pria terkaya di Indonesia ini mengatakan, Indonesia tidak memiliki budaya risk taking berani jatuh dan bangkrut saat berbisnis. Padahal menurutnya, seseorang yang memutuskan untuk masuk ke dunia bisnis tidak boleh takut gagal. Justru dengan semakin cepat gagal, semakin cepat ia akan menemukan inovasi baru untuk mengembangkan bisnisnya.
Membangun sebuah usaha memang bukan hal mudah, tapi tak akan menjadi sulit jika diiringi kemauan yang tinggi, etos kerja yang kuat serta doa yang juga tak redup untuk selalu dipanjatkan. Untukmu yang juga sedang merintis usaha, semoga kisah Sandiaga Uno ini bisa menginspirasi ya!
Sandi aja bisa kenapa kita tidak!

Oleh : Ahmad Al Imron

Kamis, 10 Januari 2019

Keep It Simple, Yuks Kurangi Teori Lebih Banyak Aksi.

Expresi Mahsiswa Terlalu Banyak Wacana/Teori

Orang yang sukses adalah orang yang bertanggung jawab, belajar serta bertindak. Bila kita rajin belajar dan terus menerus mengkomsumsi teori tanpa melakukan tindakan, maka saya katakana semua itu akan sis-sia, karena tindakanlah yang akan membuat dia oitu akan berhasil, dan sebaliknya, bila kita bertindak tanpa belajar , maka kita akan menabrak-nabrak dan alam akan memaksa kita untuk belajar dengan belajar yang lebih meyakinkan.

Ada salah satu teman saya mengatakan “pengetahuan merupakan kekuatan”. Akan tetapi disini saya akan menambahkan sesuatu agar maksudnya lebih jelas. So “pengetahuan yang diterapkan meruapakan sebuah power (kekuatan)”. Maka dari itu saran saya adalah lakukanlah apa yang kalian ketahui, dan kurangi wacana so yang sulit itu adalah wacana mu. Maka dari itu untuk mencapainya kita harus ubah keyakinan kita menjadi bulat, bahwa sukses itu adalah baik adanya. Dan langkah selanjutnya iyalah tulis dan terapkan kenapa kita harus yakin terhadap tujuan itu.

Maka dari situlah kamu akan menemukan fasionnya kamu.

Rabu, 02 Januari 2019

Kenapa Orang Tidak Bisa Kaya?

Regarn Dahlan Iskan Orang Miskin Yang Berubah Menjadi Milliader

Oke kali ini saya akan menuliskan sebuah cerita tentang pengalaman yag pernah saya rasakan selama ini, baik itu pengalaman buruk bahkan manis juga, akan tetapi manisnya sedikit sih hihi. Akan tetapi gpp ini namanya sebuah pengalaman so pengalaman adalah guru terbesar dalam sebuah kehidupan ku. Akan tetapi sesuai dengan tema yang saya tuliskan diatas, sebab kenapa orang itu tidak kaya, meskipun  masih belum kaya sih, akan tetapi apa salahnya saya mencoba keluar dari angle zona ketidak wajaran, hihi

Well, sebanarnya banyak hal penyebab orang itu tidak kaya. Jawabanya satu, mencoba teliti anda sendiri dan tertawailah diri sendiri dan temukan , factor mana yang berlaku pada diri anda sebenarnya, dan mulailah berinovasi diri, akan tetapi disini akan saya paparkan kenapa orang itu tidak bisa kaya akan tetapi ini menurut tafsir saya sendiri, entah nantik kalian tersesat ataupun keluar dari nalar kalian, ya saya sarankan segera tutp data kalian lalu buang hp nya, hihihi.
Oke To The Point ae yang pertama yang menyebabkan orang itu gagal kaya.

ü  Tujuan Tidak Jelas
Alasan pertama iyalah karena tidak pernah menentukan tujuan atau tujuan kita yang terus berubah-ubah, sehingga al hasil tujuannya kita tidak jelas.
Maka dari itu jika kita tidak menentukan tujuan dalam kehidupan kita layak ee naik taksi tanpa Arah target, al-hasil waktu habis, uang terbuang, pikiran dsb, maka dari sekarang kita benahi tujuan kita lalu potret dan mulailah berimplementasi.

ü  Menganggap Tujuannya Mustahil
Sungguh sangat memprihatikan jika sangat sedikit orang yang berani menetapkan tujuanya, malah memperhatikan lagi kenyataan bahwa banyak diantaranya orang lain menggap tujuannya sangat mustahil, ketika orang udah menggap tujuanya mustahil maka hasilnya pun akan nol, maka yakinkanlah dan kelola niatnya.

Well manusia cendrung melakukan sesuatu dengan keyakinan. Ketika keyakinannya mengatakan bahwa tujuannya mulus, maka hasilnya pun sama akan tetapi berbanding balik maka hasilnya pun demikian sesuai hadist qudsi “Ana Inda Dhanni Abdibi” Hadist Nabi Saya sesai dengan prasangka hamba ku.

ü  Tidak Merasa Harus
Bila kita menentukan tujuan, tetapi tidak merasa harus, pasti tidak akan ada dorongan untuk mencapainya. Walaupun kita mampu tujuan tersebut, kita dengan sendirinya tidak akan termotivasi terhadap titik temunya, karna kita tidak bisa merasakan suatu keharusan.

Oke itulah sedikit pengalaman yang saya rasakan selama ini, semoga bermanfaat.Mencita-citakan pribadi seorang kaya boleh dengan niatan kaya yang barokah, dengan menigkatkan kualitas ibadah kita terhadapa Sang Pencipta
Salam sukses

Oleh :Ahmad Al Imron

Selasa, 01 Januari 2019

Jangan Jadi Investor/Trader Seperti Babi!


Kopdar Majlis sahamiyah bersama Syariah Saham Jakarta
Oke temen-temen sebelumnya saya ucapkan terimkasih kepada kalian semua telah berkunjung dan mau membaca tulisan awam ini.

Kenapa saya mengatakan dalam berinvestasi jangan pernah jadi investor maupun trader seperti babi? Mungkin teman-teman yang sudah mulai masuk dalam dunia saham ataupun udah jadi master. Pasti mereka sudah punya jawaban tanpa melanjutkan bacaan dari tulisan ini, so dari pribadi saya masih sebagai pemain pemula yang masih lontang lan ting antara keuntungan dan kerugian,hehehhe. Akan tetapi dari hasil pengalaman yang saya alami dalam bisnis saham ini cukup dijadikan patokan buat evaluasi sih kedepannya dan salah satunya adalah investor babi ini.

Karna sebetulnya babi atau investor babi merupakan investor dengan tujuannya adalah untuk membuat jumlah uang yang paling dalam waktu yang terpendek. Investor/trader yang rakus seperti babi diketahui baik dalam mengambil derajat tinggi risiko atau mengabaikan resiko dalam rangka membuat keuntungan.  Mereka pun sering membuat keputusan investasi ruam dan suka melakukan beli saham tanpa melakukan due diligence mereka. Akibatnya, mereka cenderung kehilangan uang, maka pepatah bahwa mereka pasti dibantai. Sementara investor Bullish dan Bearish memiliki gaya investasi yang sangat berlawanan, mereka masing-masing memiliki potensi untuk membuat uang jika mereka berhasil waktu pasar dengan benar. Babi, sebaiknya yang paling mungkin untuk kehilangan uang tidak peduli bentuk pasar karena sikap serakah kita sendiri.

Hemsss pasti temen-temen agak sedikit bingung kan dengan tulisan ini, kayak ngalur,ngidul ngitan dan ngolun, eeeeh bisa dikatakn=an mbulet gitu ya!. Heheh sebanrnya tulisan ini adalah sebuah dari pengalaman saya pertama kali didalam bisnis saham, yang mengagapnya jikalu kita berbisnis saham dengan Dalil “jika murah kita beli, dan ketika mahal kita jual”. Hahah pola pikir ini yang salah yang menjadikan kita serakah jadinya, karna hanya mengandalkan kira-kira atau statemen abal-abal tanpa tau menahui dan menggali untuk memncapai keuntungan tersebut (analisa terlebih dahulu).

So sebagai penutup, ayok nabung saham, mupung masih muda, karna salah satu masa depan mu ada disektor ini, berhentilah berhentilah berteori mari kita beraksi.

Oleh : Ahmad Al Imron

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...