Senin, 31 Desember 2018

Ada Tiga Macam Manusia, Kamu Yang Mana?



Tentu teman-teman disini sangat terpukau  atau bahkan tertipu dengan judul yang saya paparkan diatas bukan? Ee… saya rasa sih, benaran terpukau (agak sedikit pd lah). Oke teman-teman sebenarnya yang saya tulis ini adalah sebuah gambaran yang terjadi pada saat ini, dimana yang saya rasakan manusia, lebih khususnya kaum muda yang dengan bangganya dipredikatnya sebagai generasi millennial yang katanya millennial, eeh.. benar atau gaknya hanya kalian yang bisa menentukan sendiri atau bisa lewat tulisan ini, so udah penasaran bukan, monggo kita geser kursor kalian kebawah.

Oke teman- teman sebenarnya yang saya tulis ini adalah sebuah urain dari hasil yang saya baca dari buku “Paradoks Indonesia “ tentang karakter manusia yang terbagi menjadi tiga bagian.

Karakter Pertama  iyalah Manusia sebagai “The Leaders” atau bisa dikatakan, Orang Atau Mereka Yang Membuat Hal-Hal Yang Terjadi. Inilah karter yang jarang ditemukan pada diri kalian semua, karakter kepemimpinan serta karakter perubahan yang bisa dikatakan sebagai karakter  yang sangat punah bahkan tidak ada (saya juga merasakan seperti ini). Bahkan bisa dikatakan penyebab hilangnya karakter ini iyalah dari diri kita sendiri yang kurang peka terhadap social atau terpengaruh dalam media masa yang cukup dahsyat perkembangannya.

Karakter yang kedua iyalah Mereka Yang Hanya Melihat Hal-Hal Yang Terjadi atau bisa dikatakan “The Followers”. Karakter ini adalah sebuah karakter yang sangat pragmatis dan sangat lumrah terjadi pada anak zaman sekarang, so mereka, kalian dan saya lebih nyaman bahkan  have fun melihat orang-orang yang membuat suatu perubahan,gebrakan ketimbang menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Karakter yang terahir iyalah “The Apathethic” atau Orang-Orang Yang Hanya Bisa Menanyakan Bagaimana Hal Itu Terjadi, karakter ini adalah sebuah karakter pesimis atau bisa dikatakan karakter pengecut, so karakter ini akan selalu menayakan kepada dirinya dengan pertanyaan yang sanagat mendasar dan bodoh pula (maaf jika tulisan ini sangat keras, ini keras lantaran ingin membuka cakrawala kita semua husunya pada diri pribadi) tanpa dia bertanya apakah diri ini bisa apa tidak seperti dirinya, sungguh ini kedunguan tingkat dewa. Jika ini berada pada kalian maka buanglah dan benahi diri kita bersama.

Lalu Tanyakan Pada Diri Kalian, Aku Termasuk Dibagian Yang Mana?

So belajarlah, jadilah bagian dari perubahan yang terjadi, belajarlah dan jangan malas, jika kau malas maka kamu akan tertindas, buanglah kata-kata terlambat jika tidak maka kau akan tertinggal, dan jangan sampai kamu berhenti maka kamu akan mati.

Happy New Years 2019  tulisan ini sengaja ditulis disaat malam pergantian tahun dengan harapan bisa menjadi pribadi yang lebih baik, tangguh, inovatif dan kompetitif.

Oleh : Ahmad Al Imron


Jumat, 21 Desember 2018

TIGA GENERASI, TIGA PROBLEM DALAM SATU SOLUSI


Ada tiga generasi pada umumnya yang terjadi pada elemen masyarakat saat ini. Generasi pertama yang lahir pada tahun 1950-an atau sebelumnya, sedangkan generasi kedua lahir antara 1950-1980-an dan generasi ketiga adalah yang lahir 1990 dan sesudahnya atau bisa dikatakan generasi millennial. Tiga generasi ini memiliki tiga problem yang sangat berbeda oleh karena itu solusinya seharusnya juga berbeda bukan? Jika dijabarkan problem dari ketiga-tiga problem ini maka generasi pertama ada didaya beli, problem generasi kedua ada dikecukupan pendapatan dan problem generasi ketiga adalah peluang untuk memperoleh pendapatan.

Generasi pertama rata-rata saat ini sudah pensiun. Mereka bekerja sudah mulai tiga puluh tahun yang lalu, dan tabungan mereka sudah tergerus dengan adanya inflasi pada sebelumnya pada 80-an. Apalagi pada tahun 1900-an inflasi pernah mencapai 78% pada tahun 98. Tabungan dalam bentuk dana pensiun, tunjangan hari tua, asuransi dan sebagainya, yang terdominasi dalam uang kertas tidak lepas dari gerusan inflasi. Wal hasil generasi ini problemnya terletak pada daya beli, mereka punya uang tetapi tidak cukup untuk menopang kehidupanya (kesimpulan).

Generasi kedua adalah generasi saat ini yang sudah rata-rata bekerja. Sedangkan problem utama generasi ini adalah kecukupan pendapatan pastinya. Lantas mengapa demikian? Bila generasi ini tidak bisa menaikan pendapatanya sebesar 10%  pertahun maka semakin lama semakin berat dia untuk memenuhi kebutuhannya, disektotor ini, inflasinya rata-rata 10,15% pertahun selama lima tahun terahir (data Badan Pusat Statistik 2011). Sebagian genarsi ini ada sebagian yang bisa mengalahkan inflasi, akan tetapi mayoritas sangat berat dan banyak yang gagal. Itu sebabnya mengapa saya sebut generasi ini problemnya terletak pada kecukupan pendapatan.

Sedangkan generasi ketriga adalah generasi kita pada saat ini, mereka yang masih sekolah ataupun kuliah diperguruan tinggi maupun swasta.  Dan akan memasuki dunia kerja beberapa tahun kemudian, dan problem mereka adalah peluang untuk memperoleh pendapatan, mengapa demikian? Pasti bertanya-tanya bukan. Pertama lapangan pekerjaan tidak tumbuh besar seperti jumlah pencari kerja, dan Kedua, kalau toh mereka bisa memasuki pasar tenaga kerja dan menjadi pegawai , maka mereka akan terjebak pada problem yang dialami pada generasi yang kedua diatas. Lantas apa solusinya untuk generasi kita saat ini Bro.

Jawabanya sebenarnya ada di diri kalian. Maka ini adalah tugas kalian , tugas kita bersama untuk mempersiapkan sebaik mungkin agar kita fit mengahadapi persaingan kerja yang sanagat ketat pada hari ini. Lapangan kerja dan peluanya sangat jelas akan berbeda dari dua generasi pada sebelumnya, maka pemikiran yang jauh kedepanlah perlu untuk mempersiapkan dari sekarang.

Selain solusi untuk masing-masing dari generasi tersebut, sebenarnya ada dua hal yang telah kita lupakan untuk menjawab segala problem yang tertera diatas dan satu-satunya solusi yang sangat tangguh untuk tiga gfenerasi sekaligus yang sebenarnya udah ada disekitar kita, dan sudah dijanjikan bahwa siapa saja yang berpegang teguh pada keduanya tidak akan pernah tersesat selamanya. Solusi ini mungkin teman-teman tidak sadar bahkan umumnya lupa atau bahklan mengabaikan. Dan solusi tersebut adalah kembali ke dua Hal yaitu Al-Qur’an Dan Al-Hadist.

Jadi dari generasi apapun anda, apapun problemnya, sebsar apapun itu jawabanya tetap sama yaitu Al-Qur’an dan Al Hadist. Insya Allah kita semua tidak akan pernah tersesat selamanya.
Amin .

Oleh : Ahmad Al Imron


Senin, 17 Desember 2018

Satu Langkah Lebih Maju Dalam Berbisnis Saham

DEMA-FEBI Menghadiri Kopdar Saham Bersama Majlis Sahamiyah Dan Syariah Saham Jakarta

Sebelum masuk pada pembahasan kali ini, makaalangkah baiknya saya akan mengkiaskan  sedikit cerita tentang dibalik sebuah kesuksesan.

Sukses sebenarnya adalah puncak dari Gunung es, so kebanyakan orang hanya melihat dari permukaan tanpa mengetahui sesuatu hal yang ada dibawahnya, itulah manusia pada dasarnya. Dan juga kita tentu sudah tahu bagaimana struktur gunung es yang mengapung disebuah permukaan laut. Bahkan hanya sebagian kecil gunung es yang terlihat di atas air, sedangkan sebagian besar gunung e situ tersembunyi dibawah air. Itulah sebenarnya kiasan orang-orang sukses yang ada didunia ini, kita hanya bisa melihat aapa yang udah dicapainya baik itu prestasinya, kariernya dan apa-apa yang ia miliki, sedangkan upaya untuk mewujudkan itu tetap tersembunyi, dan tanpa disadari bahwa yang tersembunyi itulah hal yang sangat berharga bagi kehidupan kita.

Tidak lain kemungkinan jika kita melihat seseorang yang sukses didunia investasi dan menjadi orang terkaya didunia seperti contohnya, Warren Buffet,Bil gates, carlos slim dan peter Lynch  dan sebagainya apakah kita tidak bisa seperti mereka.? Tentu jawabanya sangat bisa. Tergantung kita bagaiamna untuk memulainya dan bagaimana langkahnya.

Tentu teman-teman masih ragu bukan tentang hal ini, apalagi mendengar kata-kata Investor, oke So, apa yang muncul di benak kalian jika mendengar kata-kata investor? Seorang orang tua yang sudah memulai masa bekerja, dan kini  tinggal leha-leha menikmati hasil jerih payahnya dan bersantai ditepi pantai, sekelompok orang yang rambutnya mulai memutih  semua, namun tetap berpakaian rapi dan elegan dengan jas dan pantofel yang menggilat. (tentu teman-teman memahami apa isi yang terkandung ini).  Tentu sebagian orang merumuskan investor memang orang yang sudah memasuki masa pensiun, dan sudah kelebihan uang dan mubadzir jika tidak dimanfaatkanya, so apakah anak muda tidak mau melakukanya, ingat pasar saham bukan milik orang tua lho!

Teman-teman mari kita bersama-sama buka fikiran kita, buka cakrawala kita, dan seringlah mengunggah hal-hal yang mempositifkan kehidupan kita kedepanya, janganlah sekali-kali berfikir untuk hari ini, mari kita buang jauh-jauh pola pikir kita seperti itu, diganti dengan pola 20 tahun kedepan, akan seperti apa kehidupan kita, 

Ingat kehidupan kita didunia ini sangat dinamis, dan berkelanjutan dengan seluruh perubahan. kita anak muda  jangan hanya berleha-leha melihat perubahan, apalgi tenag dengan segala harapan tanpa perjuangan. Kita harus menjadi bagian dari dunia ini, so bukan kita yang hidup didunia ini melainkan dunia yang hidup didalam diri kita. Maka dari itu anak muda tidak boleh kalah dengan generasi tua yang suksesw dalam dunia saham. Kita ambil contoh kelima anak muda Indonesia yang sukses dan memeiliki saham serta perusahan dimana-mana seperti Andika Sutoro,Aryo Ariotedjo, Andrian Wijaya, bily budiman dan Brandon.

Berbisnis saham itu sangat mudah, tinggal bagaimana kita menentukan pilihan. Yaitu kita mau investasi apa trading. (penjelasan Lebih lanjut bisa gabung digroup Telegram @MajlisSahamiyah @SyariahSaham) mohon maaf penjelasan ini sampai sini aja, biar kalian penasaran dan gabung bersama Group saham.

Kemudia terahir yang mau saya tuliskan untuk kalian.!

Investasi itu adalah sebuah solusi yang tepat untuk kaum muda. Karena tingginya angka Inflasi (kenaikan harga secara terus menerus/menurunya nilai mata uang). Tentu siapa yang tidak paham tentang inflasi, iya betul, inflasi meruapakan musuh kita bersama yang tidak ada obatnya.maka dari itu untuk mengantisipasinya adalah dengan berinvesatsai di pasar modal.

Tunggu apalagi, kamu hanya punya waktu Kemaren dan Hari ini. Ingat Prinsipnya Muda Kaya, Tua Kaya raya

Sebagai Penutup " Sukses Dan Kegagalan Merupakan Sebuah kepastian, dan Proses Merupakan Sebuah Pilihan. Baik Itu di dunia saham, organisasi dsb.

Oleh : Ahmad Al Imron


Selasa, 11 Desember 2018

Belajar Dari Seorang Saudagar Kaya Dengan Empat Istri


Konon dalam alkisah ada saudagar kaya yanh memiiki empat orang istri padahal dia bukanlah seorang yang adil. Istri ke empatnya yang paling muda dimanjkannya dengan segala bentuk kemewahan, segalanhya yang terbaik untuk dia. Istri ketiga adalah yang paling cantik, sehingga si saudagar selalu khawatir kalau istri ketiganya ini sewaktu-waktu bisa keorang lain. Istri keduanya adalah yang paling pinter, paling bisa diandalkan sehingga kepadanyalah si saudagar menyerahkan segala masalah yang perlu diselesaikannya.

            Adapun istri pertamnaya, dia yang paling setia menemaninya sejak si saudagar belum kaya, dia pula yang paling bisa menjaga harta si saudagar dan menjaga rumah tangganya. Meskipun dia mencintai istrinya yang pertama ini, si saudagar paling kurang perhatian dan sering melalaikanya.

            Ketika si saudagar ini sakit parah dan menjelang ajalnya telah tiba, dia terbaring pucat ditempat tidurnya dengan memanggil-mangil ke empat istrinya. Dia manggil istri ke empat terlebih dahulu, dengan nada yang sangat lemah. Lalu kemudia istri ke empat menjawab dengan lugas “no way, aku tidak mau…”. Lantas meninggalkanya tanpa tanpa bicara lagi. Hati si saudagar ini merasa teriris-iris.

            Lalu kemudian dia manggil istri ketiganya, “wahai istri q, aku sangat mencintaimu, maukah kamu menemaniku di ahir hayat ku” kemudian istri ketiga pun menjawab dengan PD-nya  “tidak, hidup ini indah, saya akan menikah lagi sepeninggalmu.

            Kemudian si saudagar ini memanggil istri keduanya dengan berharap jawabanya ini berbebeda dari istri yang lainya, akan tetapi jawabannya adalah sama, istri keduanya menjawab “ tidak untuk masalah ini, paling banter aku akan urus pemakamanmu dan mengantarkanmu ke pemakamanmu, kemudian aku akan melanjutkan hidupku masing-masing”. Jawaban ini lantaran seperti gledek menyambar telinga dan hati si saudagar.

            Singkat cerita tiba-tiba datang suara dari arah yang lain “ aku yang akan menemanimu kemanpun engkau pergi, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Si saudagar langsung menoleh kearah suara tersebut dan ternyata suara itu adalah sosok dari istri pertamanya yang datag meskipun belum ia panggil. Lalu ia lihat istri pertamnya yang kurus kering dengan pakaian yang sangat kusut yang nyaris tidak terurus.

            Dengan perasaan yang campur aduk anatar sedih dan bahagia, dengan penuh penyesalan si saudagar ini kemudian berbicara kepada istri pertamnay. “aku seharusnya adil terhadap dirimu dari awal, aku seharusnya memberikan yang terbaik untuk mu selagi masih aku bisa, maafn aku ya istri ku” (dengan segala penyesalan dan air mata menyelimuti wajah keriputnya).

            Sebenarnya itulah gambaran kita semua. Kehidupan kita adalah kehidupan saudagar kaya dengan istri ke empat itu. Dan kita harus mampu berbuat adil terhadap mereka.

            Istri keempat yang paling dimanja itu adalah tubuh kita, seperti apapun kita rawat tubuh kita, tubuh ini tidak akan menemani kita dialam sana. Istri ketiga yang paling cantik iyalah harta kita dan segala kepemilikan kita, ketika kita meninggal dunia semuanya akan menjadi milik orang lain dan tidak akan ikut terhadap kita (kecuali di jariyahkan). Istri kedua yang paling cerdas iyalah keluarga, teman-teman kita serta sahabat-sahabat kita, merekalah yang paling banter akan mengantar kita kepemakaman. Setelah itu mereka akan meninggalkan kita sendirian.

            Adapun istri pertama yang paling loyal dan menemani kita kea lam berikutnya iyalah amal kita. Sayangnya pada faktnya point ini yang selalu kita taruk paling ahir setelah tubuh kita, harta kita, dan teman-teman kita, So selagi kita masih sehat, selagi kita masih bisa, ayo rawat dan sayangi dan manjakan untuk istri pertama kita. Fa insya Allah.

Oleh : Ahmad Al Imron

Senin, 03 Desember 2018

Konsep 3O Untuk Kesejahteraan Desa

 Pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun 2018 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami kenaikan pesat yaitu dengan kenaikan 5,27% yaitu selama 2 tahun terakhir. Di sisi lain klaim itu justru tidak menjadikan rakyat Indonesia makmur, melainkan kesenjangan antar setiap daerah masih terjadi, kemiskinan bertambah dan indeks pembangunan sumber daya manusia masih rendah. Kemiskinan merupakan bahaya besar bagi umat manusia dan tidak sedikit umat yang jatuh peradabannya hanya karna kefakiran. Karna itu seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa kefakiran itu mendekati kekufuran. Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa kemiskinan sebagai salah satu penyebab munculnya permasalahan ekonomi karena lemahnya sumber penghasilan.Sebenarnya fenomena ini di indikatori dari ketertimpangan yang terjadi di Indonesia yaitu dimana orang kaya dan orang miskin terjadi celah yang sangat luar biasa yang menyebabkan Indonesia semakin terpuruk dan pengaguran dimana-mana akibat dari keterbatasan lapangan pekerjaan di Indonesia. Ketertimpangan di Indonesia sangat luar biasa. 10% orang terkaya di Indonesia menguasai sekitar 77% dari seluruh kekayaan nasional . 1% yang terkaya bahkan menguasai 50,3%[1] kekayaan. Dalam hal ini Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia, setara dengan Thailand (50,6%) dan hanya Rusia (66,2%) yang lebih tinggi tingkat ketertimpangannya ketimbang kita,  dibuktikan dengan catatan BPS yang mencatat bahwapada tahun 2018 penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang cukup drastis, disamping itu tidak berbanding mulus dengan angka penganguran.
 
Pemberdayaan UMKM dinilai efektif untuk memajukan perekonomian rakyat. Indonesia memiliki bentuk perekonomian asli, yaitu Ekonomi Pancasila yang lebih dikenal dengan Ekonomi Kerakyatan. Sistem Ekonomi ini mengutamakan kepentingan rakyat melalui pengaturan ekonomi oleh pemerintah, modal dan pengelolaan perusahaan-perusahaan yang strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak juga dikuasai pemerintah. Namun demikian pada praktik di lapangan, roda ekonomi Indonesia sebenarnya sudah diserahkan pada mekanisme pasar secara bebas. Dalam tataran ekonomi di Indonesia, perubahan-perubahan yang terjadi di tingkat makro tidak terlalu banyak berpengaruh pada kinerja tingkat mikro, karena rakyat Indonesia sejatinya pelaku-pelaku ekonomi yang tangguh tidak pernah bergantung pada pemerintah. Dalam praktik di lapangan ada jutaan UMKM yang pelakunya individu-individu yang solid dan tidak tersentuh bantuan pemerintah atau pemberdayaan dari pihak-pihak terkait. Sebagian dari mereka adalah para pemuda pejuang ekonom Rabbani. Mereka berjuang dengan caranya sendiri, mengikuti kebijakan kearifan lokal sesuai budaya dan tradisi mereka masing-masing untuk mempertahankan hidupnya dan memperbaiki kesejahteraannya.
Menyadari peranan UMKM yang ternyata sangat besar bagi kekuatan ekonomi di Indonesia, sudah sejak lama pemerintah mengambil alih dan mempedulikan UMKM secara nasional. Berbagai program pemberdayaan dan bantuan untuk UMKM diberlakukan dengan menggelontorkan dana yang sangat banyak. Namun, tidak semua dapat terjangkau karena jumlah UMKM di Indonesia dari hari ke hari semakin besar. Sehingga muncullah program 3O atau OPOP (One Product One Person), OVOP (One Village One Product), dan OVOC (One Village One Corporation) yang merupakan konsep pemberdayaan UMKM sebagai dasar-dasar yang digunakan untuk memajukan ekonomi rakyat. Artinya pemberdayaan UMKM bertitik tolak dari pemberdayaan individu, yang terus ditingkatkan pada pemberdayaan komunitas, mulai dari keluarga, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga negara.
Prinsip OPOP (satu orang satu produk) harus digunakan dalam pembangunan ekonomi, karena semestinya yang dibangun adalah manusianya terlebih dahulu sebelum membangun sarana dan prasarana lainnya. Dan pada perkembangan teknologi yang pesat pada abad ini, manusia dituntut untuk bisa beradaptasi di tengah cepatnya perubahan-perubahan yang terjadi. Para pemuda ekonom merupakan tokoh yang berperan paling penting untuk memajukan bangsa ini.Karena Pemuda adalah aset negara yang mampu merubah negara ini untuk beranjak ke kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan lahirnya para pemuda ekonom yang berhasil menciptakan ide-ide brilian yang mampu melaksakan pembangunan perekonomian di Indonesia.
Dengan demikian, keberhasilan pemberdayaan individu terutama para ekonom muda menjadi sangat penting bagi keberhasilan pemberdayaan UMKM secara nasional. Keberhasilan pemberdayaan individu ditentukan dari adanya kesadaran pokok, bahwa setiap orang harus bekerja dan berusaha untuk mendapatkan penghasilan sebagai bentuk untung agar bisa mempertahankan hidupnya dan bisa menabung. Keuntungan dan tabungan itu akan digunanuntuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mencapai tujuan hakiki, yaitu kebahagiaan. Orang sejahtera bila seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Semakin banyak kebutuhan yang terpenuhi, semakin sejahtera hidupnya. Semakin sejahtera seseorang secara umum semakin bahagia pula hidupnya.
Pemikiran seperti itu, sejalan dengan konsep OPOPyang menekankan bahwa setiap orang harus memiliki produk yang bisa dijual. Untuk mendapatkan penghasilan. Kalau seseorang tidak bekerja, ia akan menganggur yang menyebabkan terjadinya kesenjangan dan kemiskinan. Kesadaran inilah yang perlu ditanamkan pada setiap individu agar bertanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan masing-masing tanpa perlu menyalahkan pihak lain. Apalagi untuk mengambinghitamkan pemerintah sebagai pihak yang tidak bisa menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Bagaimanapun kesejahteraan adalah tanggung jawab individu karena setiap orang adalah pemimpin bagi diri sendiri yang harus menentukan langkah dan cara-caranya untuk dapat hidup layak.
Apabila setiap individu sudah dapat hidup layak dan berkecukupan, ini akan memperkuat kesejahteraan keluarga. Dari kesejahteraan keluarga akan meningkatkan kesejahteraan komunitas, baik dari tingkat desa maupun sampai di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberhasilan pemberdayaan individu mutlak sebagai kunci keberhasilan pemberdayaan UMKM yang akan meningkatkan dan memajukan ekonomi rakyat.
Dalam konteks yang lebih luas, produk-produk yang dihasilkan individu-individu dalam komunitas desa pada awalnya tidak terwadahi dalam badan hukum usaha yang memiliki kepastian usaha dan kepastian hukum. OVOP (satu desa satu produk) tanpa memiliki badan hukum usaha atau belum memiliki termasuk perusahaan yang legal. Apabila kondisinya seperti ini, umumnya cukup sulit untuk mendapatkan akses bantuan dan kemajuan lebih luas. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya badan hukum usaha sangat penting. Apabila satu komunitas sudah memiliki OVOP, sangat penting untuk menjadikannya OVOC (satu desa satu perusahaan yang berbadan hukum). Dengan demikian, segala sesuatu menjadi memiliki kekuatan hokum dan dapat dikelola secara professional yang standar, dengan kemudahan-kemudahan akses pengembangan serta mudah mendapatkan bantuan dan pembinaan dari berbagai pihak.
Bentuk badan hukum usaha yang sangat cocok di Indonesia ada dua, yaitu koperasi bila dimiliki komunitas dengan tetap mengutamakan profesionalisme, berorientasi pada keuntungan, dan pengembangan usaha seperti Perseroan Terbatas, atau bila dimiliki perseorangan perseorangan maka bentuknya Perseroan Terbatas yang jiwanya seperti Koperasi dengan mengutamakan gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat.Baik Koperasi maupun Perseroan Terbatas sama-sama berorientasi profit dan berjiwa kekeluargaan. Dengan demikian, keuntungan sebagai prinsip-prinsip ekonomi tetap dapat diperoleh secara maksimal dan ciri khas ekonomi tetap dapat diperoleh secara maksimal dan ciri khas ekonomi Pancasila di Indonesia juga tetap mewarnai jalannya perekonomian tersebut.
Akan tetapi para pemuda desa juga tergabung ke dalam organisasi sosial  kemasyarakatan Karang Taruna. Sebagai organisasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial, Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar tanggung jawab sosial pemuda. Menurut Ketua Karang Taruna Desa Kauman, Kecamatan Baurno, Baiti Nur  Saida salah satu program unggulan Karang Taruna di masing-masing desa adalah mengembangkan potensi sumber daya yang ada di desa tersebut menjadi industri kreatif yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat dan menjadi ciri khas daerah. Hal ini membuktikan bahwa Karang Taruna sangat mendukung konsep OPOP, OVOP, dan OVOC yang mampu memanfaatkan kesempatan usaha dan potensi sumber daya lokal yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas usaha dan mengembangkan ragam produk unggulan desanya.
Dalam hal pemberdayaan individu sebagai titik tolak pemberdayaaan UMKM untuk meningkatkan dan memajukan ekonomi rakyat, perlu dilakukan perubahan dan perbaikan-perbaikan UMKM baik secara internal maupun eksternal. Di dalam harus memperbaiki kinerja hingga inovasi dan pengembangan produknya hingga layak jual di tingkat global. Di luar juga harus memberesi urusan legalitas hokum dan citra UMKM sebagai penghasil produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global.Berdasarkan data yang dilansir CNN Indonesia, bahwasanya kontribusi Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk domestic Bruto (PDB) semakin menggeliat dalam lima tahun terahir ini. Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) kontribusi sector UMKM meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%. Tak hanya disitu, sector UMKM telah membantu penyerapan Tenaga kerja di Indonesia, yakni 96,99% menjadi 97,22%.[2]
Contoh-contoh keberhasilan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah mendunia, sebenarnya adalah bukti bahwa produk UMKM kita sebenarnyatidak kalah dengan produk-produk lain yang dikelola dengan modal besar-besaran dalam naungan perusahaan atau usaha besar. Kebanayakan produk-produk UMKM yang ada di Indonesia meskipun bermutu dan berkualitas, tetapi masih kurang promosi dan lemah dalam hal pengemasan. Selain itu kurangnya infrastruktur yang menunjang kemajuan UMKM di daerah tertentu juga menjadi persoalan tersendiri yang menyebabkan produk UMKM kurang memiliki daya saing dan kurang dikenal oleh masyarakat di luar daerah UMKM tersebut.
Oleh karena itu, UMKM harus terus melakukan inovasi, pengembangan, perbaikan secaraterus menerus dan mengikuti selera serta perkembangan zaman agar terus diminati pelanggan, keberlangsungan UMKM akan terus terjaga, yang pada gilirannya akan menjamin tersedianya pendapatan bagi para pelaku UMKM terutama para ekonom muda. Dengan demikian, kesejahteraan juga akan dapat terus ditingkatkan.
Kesejahteraan rakyat yang terus meningkat berarti meningkatkan perekonomian rakyat, yang secara tidak langsung juga memajukan ekonomi rakyat, yang secara tidak langsung juga memajukan ekonomi rakyat. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, kesejahteraan rakyat adalah cermin perekonomian negara. Rakyat yang kuat dan sejahtera merupakan wujud dari ekonomi negara yang makmur. Dengan kemakmuran yang merata di seluruh Indonesia, akan mudah menjadikan Indonesia sebagai negara hebat yang tidak hanya memberi pengaruh positif bagi kehidupan bangsa dan negara, tetapi juga membantu mewujudkan perdamaian dunia yang merata.

Oleh : Nur Laily Oktavia
           Ahmad Al Imron


Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...