Minggu, 07 Juli 2019

Belajar dari mangkok


Cerita ini saya ambil dari salah satu buku Saham Pemenang

Ketika saya masih kecil, sanagat egois dan selalu memngambil yang terbaik untuk diri sendiri. Perlahan , semakin banyak orang yang menjauhi saya. Saya tidak pernah berpikir jika itu salah akan tetapi mengkritik dan menyalahkan orang lain.

Ayah memberi saya tiga nasehat, memilih mie untuk membantu saya agar bijak menjalani hidup.
Suatu hari ayah saya memasak 2 mangkuk mie dan meletakan dua mangkuk mie diatas meja. Satu mangkuk hadir dengan satu telur dibagian dan mangkuk lainnya tidak memiliki telur diatasnya.

Ayah berkata, “anakku. Silahkan kamu pilih, magkuk mana yang kamu inginkan”. Telur sangat sulit didapat pada saat itu! So, saking dari sulitny jika mau makan telur hanya ketika ada festifal dan tahun baru saja. Tentu pada saat itu saya lebih memilih mankuk dan telur! Saat kami mulai makan. Saya mengucapkan selamat kepada diri saya sendiri atas pilihan yang bijak untuk memakan telur tersebut. Lalu saya terkejut ketika ayah memakan mie pada saat itu, ternyata ada dua telur dibawah mangkuknya yang tersembunyi dibagian bawah mie, dan seketika saya menyesal dan memarahi diri ku sendiri karena terburu-buru dalam memngambil sebuah keputusan, ayah tersenyum dan merasa iba terhdfap say, “Anak Ku. Kamu harus ingat apa yang dilihat mata anda mungkin tidak benar. Jika kamu berniat untuk mengambil sebuah keuntungan dari orang-orang sekitarnya kamu, kamu akan berahir dengan kekalahan”.

keesokan harinya, ayah kembali memasak dua mangkok mie, satu mangkuk dengan telur diatasnya dan mangkuk lainya tanpa telur diatasnya. sekali lagi dia meletakan dua mangkok diatas meja lalu berkata kepada saya. “ anak ku, silahkan kau pilih mangkuk mana yang kamu sukai?. kali ini saya lebih pintar memilih mangkuk yang gak ada telur diatasnya, yang sangat mengejutkan, saat saya memisahkan mie diatas, tidak ada satu telur diatas dasar mangkuk! sekali lagi ayah tersenyum dan berkata kepada saya “ Anak ku kamu tidak harus bergantung pada suatu pengalaman karena kadang-kadang pengalaman dapat mengecohmu atau bahkan menipu kamu. tapi kamu tidak usah terlalu sedih bahkan menyesalinya, justru perlu perlakuan hal ini sebagai pengkayaan wawasan yang didapat dari proses pembelajaranmu. kamu tidak akan mendapatkan pelajaran semacam ini dari buku teks atau bangku kuliah.

Hari ketiga, ayah lagi memasak 2 mangkuk mie lagi, lagi satu mangkuk dengan telur diatasnya dan mangkuk lainya tanpa telur diatasnya. dia meletakan 2 mangkuk diatas meja dan kembali berkata kepada saya, “Anakku silahkan kamu pilih. mangkuk mana yang kamu suka?”. kali ini aku memberi tahu ayahku, “Ayah, kamu pilih dulu. ayahb adalah kepala keluarga dan betrkontribusi paling banyak kepoada keluarga.” ayah tidak menolak dan memilih mangkuk dengan satu telur diatasnya. dan saya saat makan semangkuk mie di hati berkata pasti tidak ada telur diatas mangkuk mie saya, akan tetapi yang mengejutkan ternyata ada dua telur diatas dasar mangkuk yang saya pilih.

ayah saya tersenyum kepada saya dengan cinta dimatanya, “Anak ku, kamu harus ingat. ketika kamu berpikir unt uk kebaikan orang lain, hal-hal baik akan selalu terjadi pada diri mu.
maka dari itu hal yang  bisa dapat saya ambil dari cerita ini adalah 3 nasehat “memilih mie”.

Oleh : Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...