Selasa, 09 April 2019

Ayok Berdagang Buanglah Mental Pegawai!



Bob Sadino (Ceo PT. Kemfood) telur intrepreneur 

Ketika kemakmuran sudah didepan mata
 ”Dan kami turunkan besi, yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (QS. 57:25)”.

Dari sini saya akan mengutip sebuah majalah The Economict yang pernah saya baca, so sejauh ini kita indonesia diakui sebagai penghasil gas alam terbesar di dunia, karet terbesar kedua dan pengahasil minyak sawit terbesar di dunia, lantas mengapa kita sampai saat ini tidak makmur?.

Maka dari itu ada sebuah kiasan nih temen-temen, konon pemimpin thailan bertanaya kepada malaikat, “kapan negeri ku akan makmur nih malaikat?” kemudian malaikat itu menjawab 30 tahun lagi. Sepintas pemimpin thailand langsung menangis tersedu-sedu.

Lanjut kemudian pemimpin Vietnam menanayakansebuah pertanyaan yang serupa, dan jawabanya pun sama “yaitu 30 tahun lagi negara mu akan makmur”. Al hasil mereka berdua menangis tersedu-sedu.

Oke temen-temen yang terahir adalah kita, iya kita Indonesia, dan pertanyaan pun sanagat serupa. “wahai malaikat kapankah negeri ku ini akan makmur?” dan langsung seketika itu malaikat yang menangis tersedu-sedu.

Heheh, ya begitulah candaanya temen-temen, sungguh saya sangat mencintai negeri ini. Dan saya sangat percaya negeri ini akan makmur , jika minimal 2 persen masyarakatnya menguasai simpul perdagangan. Sayangnya sekarang masih 0,81%.

Lebih mirisnya  simpul perdagangan hampir tidak pernah sama sekali diajarkan dibangku sekolah. Yang sangat dihargai adalah Indeks Prestasi Komulatif (IPK) . padahal toh didunia nyatanya yang sangat dihargai adalah Pendapatan Komulatif.

So lama-lama, sekolah dan dunia nyata layaknya dua orang yang bukan muhrim! Tidak bisa bersentuhan! Dan pada ahirnya, setiap tahun hampir sejuta lulusan perguruan tinggi luntang lanting menggangur gak dapet pekerjaan yang mereka impikan. Sebabnya, bisa saya tebak yang ada difikiran mereka cuman kepikir bagaimana caranya mencari simpul pekerjaan, boro-boro mereka memikirkan simpul perdagangan, Gitu kan temen-temen?.

By The Way, kesimpulan nih, anda semua mungkin tidak suka dengan bangsa yahudi, namun demikian tidak ada salahnya bukan jika kita sedikit belajar dari mereka. Sejumlah kampus di israel mengahruskan mahasiswanya tepatnya dari fakultas ekonomi dan kebetulan saya singgung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INZAH-Genggong  jika itu dikampus kami. Kemabali lagi di kampus israel yaitu menggarap suatu proyek sebagai tugas ahir perkulihannya. Bekerja berkelompok, per Team, mereka hanya bisa lulus jika proyeknya sudah bisa mendapatkan income Satu Juta Dolar atau sekitaran Rp 9 Miliar, ahha ini lho baru namanya IPK yang dikerjar Indeks Prestasi Komulatif. Lah jika senadinya dikampus kami gtu ya? Pasti saya yakin simpul perdagangan akan dikuasai oleh pribumi asli probolinggo bukan chines, moro-moro kayak gtu ya, lah owg Skripsi aja gak kelar-kelar ya? Hihihi.

Sory tulisan ini kami buat lantaran bukan mau menyinggung pembaca yang budiman, lebih tepatnya tulisan ini snegaja kami buat lantaran untuk memotivasi diri sendiri saja.
Thank You.

Oleh : Ahmad Al Imron (Ippho ‘Right’ Santoso)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...