![]() |
| Bob Sadino (Ceo PT. Kemfood) telur intrepreneur |
Ketika kemakmuran sudah didepan mata
”Dan kami turunkan besi, yang
padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (QS.
57:25)”.
Dari sini saya akan mengutip sebuah majalah The Economict yang pernah saya
baca, so sejauh ini kita indonesia diakui sebagai penghasil gas alam terbesar
di dunia, karet terbesar kedua dan pengahasil minyak sawit terbesar di dunia,
lantas mengapa kita sampai saat ini tidak makmur?.
Maka dari itu ada sebuah kiasan nih temen-temen, konon pemimpin thailan
bertanaya kepada malaikat, “kapan negeri ku akan makmur nih malaikat?” kemudian
malaikat itu menjawab 30 tahun lagi. Sepintas pemimpin thailand langsung
menangis tersedu-sedu.
Lanjut kemudian pemimpin Vietnam menanayakansebuah pertanyaan yang serupa,
dan jawabanya pun sama “yaitu 30 tahun lagi negara mu akan makmur”. Al hasil
mereka berdua menangis tersedu-sedu.
Oke temen-temen yang terahir adalah kita, iya kita Indonesia, dan
pertanyaan pun sanagat serupa. “wahai malaikat kapankah negeri ku ini akan
makmur?” dan langsung seketika itu malaikat yang menangis tersedu-sedu.
Heheh, ya begitulah candaanya temen-temen, sungguh saya sangat mencintai
negeri ini. Dan saya sangat percaya negeri ini akan makmur , jika minimal 2
persen masyarakatnya menguasai simpul perdagangan. Sayangnya sekarang masih
0,81%.
Lebih mirisnya simpul perdagangan
hampir tidak pernah sama sekali diajarkan dibangku sekolah. Yang sangat
dihargai adalah Indeks Prestasi Komulatif (IPK) . padahal toh didunia nyatanya
yang sangat dihargai adalah Pendapatan Komulatif.
So lama-lama, sekolah dan dunia nyata layaknya dua orang yang bukan muhrim!
Tidak bisa bersentuhan! Dan pada ahirnya, setiap tahun hampir sejuta lulusan
perguruan tinggi luntang lanting menggangur gak dapet pekerjaan yang mereka
impikan. Sebabnya, bisa saya tebak yang ada difikiran mereka cuman kepikir
bagaimana caranya mencari simpul pekerjaan, boro-boro mereka memikirkan simpul
perdagangan, Gitu kan temen-temen?.
By The Way, kesimpulan nih, anda semua mungkin tidak suka dengan bangsa
yahudi, namun demikian tidak ada salahnya bukan jika kita sedikit belajar dari
mereka. Sejumlah kampus di israel mengahruskan mahasiswanya tepatnya dari
fakultas ekonomi dan kebetulan saya singgung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
INZAH-Genggong jika itu dikampus kami. Kemabali
lagi di kampus israel yaitu menggarap suatu proyek sebagai tugas ahir
perkulihannya. Bekerja berkelompok, per Team, mereka hanya bisa lulus jika
proyeknya sudah bisa mendapatkan income Satu Juta Dolar atau sekitaran Rp 9
Miliar, ahha ini lho baru namanya IPK yang dikerjar Indeks Prestasi Komulatif. Lah
jika senadinya dikampus kami gtu ya? Pasti saya yakin simpul perdagangan akan
dikuasai oleh pribumi asli probolinggo bukan chines, moro-moro kayak gtu ya,
lah owg Skripsi aja gak kelar-kelar ya? Hihihi.
Sory tulisan ini kami buat lantaran bukan mau menyinggung pembaca yang
budiman, lebih tepatnya tulisan ini snegaja kami buat lantaran untuk memotivasi
diri sendiri saja.
Thank You.
Oleh : Ahmad Al Imron (Ippho ‘Right’ Santoso)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar