Oke teman-teman.
kali ini tulisanya saya agak berbeda dari sebelumnya. Hemz bisa dikatakan agak
alay sih atau bahkan temen gak nyangka banget kenapa saya menulis tentang hal
yang berbeda gitu. Kan biasanya nih saya nulis tentang ilmu ekonomi baik itu
islam maupun konvensional, politik, kisah
kisah dari seorang tokoh dan motivasi kehidupan, akan tetapi kali hari ini saya akan menuliskan tentang
kisah dari kehidupan saya sendiri (heheh bisa dikatakan curhat lah yak)
curhatnya kedalam tulisan, tapi curhatnya gak sambl nangis kog sampai ngabisin
satu kotak tisu dengan sebuah iringan lagu romantis kayak di FTV SCTV gitu yang
tiap siangnya tayang gtu..hhihihi. Maaf ya panjang lebar basa basinya sobat.
Jadi gini nih
kemaren itu adalah suatu kebangaan buat saya sendiri . iyalah suatu hari yang
menjadi sejarah bagi kehidupan saya pribadi. soo pasti teman-temen sudah mulai menerka hari apa itu? Iyapz
dugannya teman-teman adalah benar. Hari ulang tahun atau saya lebih sukanya sih
menyebut sebagai hari milad sebenarnya, tepatnya pada tanggal 02 Maret 2019
(tapi maaf nih saya gak bisa nyebutin tahunya, etttzzzzz ojok kemana-kemana
sob, saya masih muda kog kemaren terahir saya selfi di HP Samsung umur saya 13
tahun, ya meski faktanya gak tau ya,,tapi itulah salah satu alasan saya kenapa dari dulu
gak bisa Move one dari Samsung, soo
Kualitasnya bagus sihhh.. Ehh Ehhh Kog jadi Iklan yak..hihihiihi) . tapi itu
gak penting, dan saya gak akan menceritakan tentang umur saya, proses lahirnya
bagaimana bahkan filosifi kenapa nama saya gini, terlahir dari Rahim siapa, gak
akan, karna saya bukan jasa ramalan nama orang yak.
Pasti teman-teman
merasakan apa yang saya rasakan. Bahkan melebihi dari apa yang saya rasakan
saat ini. So … siapa sih yang gak mau di hari lahirnya itu ada sosok seorang
yang kita bangga-banggakan mengucapkan doa terhadap kita. Akan tetapi saya
pribadi gak terlalu over ya dalam masalah ultah ini, mungkin diluar sana banyak
seseorang di hari jadinya merayakan dengan sebuah perayaan yang sangat fantastic,
diarayain dihotel, café dsb. dengan segala fasilitas yang ada dengan kemewahan yang disajikan, akan tetapi berbeda hal dengan
yang apa saya rasakan, bahkan berbanding terbalik. So menurut saya sih
bertambah umur itu buka terletak pada fasilitas yang iya sajikan, kue yang iya
makan, coklat yang ia berikan bahkan kecupan dari seorang yang iya sayang. Lebih
tepatnya itu terletak pada dos yang iya panjatkan.
Maka dari itu
teman-teman pada saat pergantiaan hari, saya berharap ada seorang yang saya
harapakan bisa memberikan doa yang terindah buat saya dan menjadi yang pertama
dalam kehidupan saya, meski pada dasarnya terlihat nora ya…? Bahkan pada saat
itu saya sudah membuat rancang-rancang jika dia nantik ngucapin saya harus
bagaimana, dan jawab bagaimana, dan ngucapin balik bagaimana, wheel maka dari
itu saya tungu dia sampai larut malam dengan segala perasaan yang sangat senang
dan tidak sabar, akan tetapi…krikkk..krikkk..krik pada saaat waktunya kog gak
ada ya, kemana dia ya, apa dia lupa atau dia pura-pura lupa atau bahkan gak
peduli. Perasaan itu yang terus menurus yang saya tanyakan pada diri saya,
Al-hasil ternyata dia beneran lupa, dan dia tidak hadir disaat hari yangsangat
bersejarah bagi kehidupan saya pribadi. Tapi
gpp lah, mungkin ini atas kesalahan saya pribadi yang berharap terlalu
berlebihan.
Sooo teman-teman
ini hanya sekilas kisah pribadi yang mungkin gak penting banget buat kalian yang
membaca, akan tetapi kita dapat ambil
kesimpulan dari pengalaman ini “Jangan Lah Kita Terlalu Mengharapkan Sesuatu
Yang Terlalu Berlebihan, Karana Jika Kita Tidak Mendapatknya Kita Akan Kecewa
Bahkan Bisa Membencinya”.
Oleh : Ahmad Al
Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar