Apa yang
dikatakan oleh Ust. Adi Hidayat ini sangat JLEBB banget. Pingin mewek pilihan
hanya dua itu. Yaitu lomba dengan orang-orang baik atau berlomba dengan
orang-orang pendosa. Duh..gusti.
Ingin rasanya
semua waktu dihabiskan hanya untuk beribadah, ingin rasanya setiap detik ku
adalah dzikir, ingin rasanya rasanya setiap desahan nafas adalah dalam rangka
mengingat-Nya, ingin rasanya setiap langkah adalah catatan amalan baik dan
ingin rasanya setiap lirikan mata adalah doa untuk-Nya.
Setiap gerakan
tangan adalah dzikir untuk ahirat dan setiap detakan jantung adalah detakan
menyebut asma-Nya.
Namun sering
kali dengan penyakit yang bernama “SOK IYA”.
So, sok ya? Setiap
kali kita berbicara “nulislah untuk hal kebaikan”, tapi akan tetapi hati merasa
jumawa karena keujuban
Sok iya? Tombol-tombol
laptop yang kita tekan berasa untuk pesan mendatang, padahal tidak lain dan
tidak bukan hanya untuk narsis-narsisan, ini lho gue penulis, padahal hanya
seorang penulis karbitan.
Sok iya? Ide-ide
yang kita punyai adalah sebuah ide yang berasal dari diri kita sendiri, padahal
secara tidak sadar ide itu datang dari-Nya akan tetapi kita tidak menyadari
bahkan melupakannya (sombong ya).
Baliklah ke
hati yang terdalam
Nulislah karena
kita tahu kita sangat bodoh
Nulislah karena
kita tahu kita lemah
Nulislah karena
kita tahu kita butuh untuk bermuhasabah
Nulislah karena
kita tahu hidup kita butuh terarah
Nulislah karena
kita tahu berada agar hati tidak resah
Maka nulislah “dengan
satu tujuan, agar Allah ridho dengan Kita”
Sekian
Oleh : Ahmad Al
Imron

Good luck👍👍
BalasHapusSangat menginspirasi mas
BalasHapusGeh terimaksih, semoga selalu menginpirasi
BalasHapusBagus cong
BalasHapusLo ibu x g tau kmen d google ni cong
BalasHapus