![]() |
| Musyawarah Nasional Ekonomi Islam di Kampus IPB |
Sobat,
Bung karno,
bung Hatta dan bung Sjahrir dan tokoh-tokoh 1945 dulu yang pada masanya mereka
dengan semangat ingin membangun bangsa kita yang besar ini, ingin rasanya
mereka megirim beribu-ribu pemuda-pemudi kita untuk mencari pengalaman dan
belajar keseluruh penjuru dunia.
Sayangnya
sebagian dari kita yang pulang ke tanah air saking terkesimanya oleh budaya dan
life style yang mereka lihat dari bangsa luar. Wal hasil bukanya mereka beljar
mencari ilmu dan juga menyaring dan memperkuat bangsa sendiri dari ilmu yang
kita dapatkan dari bangsa lain, akan tetapi justru menjiplak dan ingin merubah
dan menerapkan nilai-nilai budaya bangsa lain kepada bangsa kita sendiri. Al
Right?
Inilah yang
sering saya katakana kepada temen-temen ketika ada acara Sharing seasons
tentang ekonomi Bangsa Baik itu dikajian Fogeis, Dema-FEBI, Fossei dlsb.So kita
ini bangsa yang besar dengan penduduk terbanyak no 4 didunia tapi kenapa kita
masih kalah dengan bangsa lain? (anda sudah sadar belum).
Inilah sebuah
kesulitan yang kita alami sekarang. Kita banyak tidak percaya kepada nilai kita
sendri, tidak percaya dengan tradisi kita sendiri, tidak percaya dengan
life-nya kita sendiri bahkan meragukan kemampuan kita sendiri (Kita bodoh kan
Sobat). Ingat gak dulu pada 10 november
1945 perjuangan Arek-arek suroboyo yang dipimpin oleh Bung Tomo dimana kita
diancam oleh bangsa inggris yang pada saat itu mereka adalah tetara hebat yang menag
dalam perang Dunia II dan mengancam kemerdekaan kita dengan ancaman menyerah
terhadap tentara inggris, so apakah pemuda kita menyerah, dan mengikuti
perintahnya! Tidak kawaan malah mereka menyatakan “KITA LEBIH BAIK HANCUR
DARIPADA DIJAJAH KEMBALI, MERDEKA ATAU MATI”. Keren gak pernyataan ini, dan
sekarag apa yang terjadi pada pemuda kita sendiri? (ironis dan tragis ya mental
pemuda kita sendiri).
Akhirnya secara
tidak sadar kita mudah digoyang. Dengan mudah kita dipengaruhi, dengan mudah
kita dipisahkan oleh sejarah kita sendiri.
Inilah menurut
saya salah satu penyebab dan akar masalah bangsa kita sendiri pada saar ini.
Sebagian diri kita telah kita kehilangan kepercayaan diri. jika kita tetap
kayak begini maka siap-siplah kita akan kembali menjadi bangsa yang Minderwaarding
Heids Complex. Bangsa yang mana pemudanya mengidap Inferiotery
Complex.
Sebagian dari
diri kita kagum apa yang ada diluar Indonesia, bahkan tragisnya menelan
mentah-mentah semua ajaran dari asing, dengan salah perkiraan, dengan keluguan
kita mengira bahwa mereka benar-benar memikirkan nasib kita. (Itu jebakan Bro).
Padahal hokum
alam dunia adalah Survival of The fittest. Jikalau orang lugu
(Pesimisme) itu sebetulnya bisa dikatan kearah GOBLOK. Padahal Orang-orang
goblok itu selalu akan digilas dan ditindas oleh pihak yang kuat. Inilah
sebuah ajaran yang kadang-kadang tidak diajarkan kepada kita sendiri.
Sobat,
Sudah yakinkah
anda dengan anda sendiri, ayok bangun jangan banyak omong kamu!
Oleh : Ahmad Al
Imron

Terimaksih atas tulisanya, tapi tulisanya masih kurang jelas mas. Ketikanya kocar kacir
BalasHapusMantap
BalasHapus