![]() |
| Kopdar Majlis sahamiyah bersama Syariah Saham Jakarta |
Kenapa
saya mengatakan dalam berinvestasi jangan pernah jadi investor maupun trader
seperti babi? Mungkin teman-teman yang sudah mulai masuk dalam dunia saham
ataupun udah jadi master. Pasti mereka sudah punya jawaban tanpa melanjutkan
bacaan dari tulisan ini, so dari pribadi saya masih sebagai pemain pemula yang
masih lontang lan ting antara keuntungan dan kerugian,hehehhe. Akan tetapi dari
hasil pengalaman yang saya alami dalam bisnis saham ini cukup dijadikan patokan
buat evaluasi sih kedepannya dan salah satunya adalah investor babi ini.
Karna
sebetulnya babi atau investor babi merupakan investor dengan tujuannya adalah
untuk membuat jumlah uang yang paling dalam waktu yang terpendek. Investor/trader
yang rakus seperti babi diketahui baik dalam mengambil derajat tinggi risiko
atau mengabaikan resiko dalam rangka membuat keuntungan. Mereka pun sering membuat keputusan investasi
ruam dan suka melakukan beli saham tanpa melakukan due diligence mereka. Akibatnya,
mereka cenderung kehilangan uang, maka pepatah bahwa mereka pasti dibantai. Sementara
investor Bullish dan Bearish memiliki gaya investasi yang sangat berlawanan,
mereka masing-masing memiliki potensi untuk membuat uang jika mereka berhasil
waktu pasar dengan benar. Babi, sebaiknya yang paling mungkin untuk kehilangan
uang tidak peduli bentuk pasar karena sikap serakah kita sendiri.
Hemsss
pasti temen-temen agak sedikit bingung kan dengan tulisan ini, kayak
ngalur,ngidul ngitan dan ngolun, eeeeh bisa dikatakn=an mbulet gitu ya!. Heheh sebanrnya
tulisan ini adalah sebuah dari pengalaman saya pertama kali didalam bisnis
saham, yang mengagapnya jikalu kita berbisnis saham dengan Dalil “jika murah
kita beli, dan ketika mahal kita jual”. Hahah pola pikir ini yang salah yang
menjadikan kita serakah jadinya, karna hanya mengandalkan kira-kira atau
statemen abal-abal tanpa tau menahui dan menggali untuk memncapai keuntungan
tersebut (analisa terlebih dahulu).
So sebagai
penutup, ayok nabung saham, mupung masih muda, karna salah satu masa depan mu
ada disektor ini, berhentilah berhentilah berteori mari kita beraksi.
Oleh
: Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar