![]() |
| "Jadilah minoritas, Jika Mau Diprioritas @imronalittihad" |
Kali
ini tulisannya saya akan membahas tentang kita sebagai promotor perubahan
terhadap diri kita masing-masing dalam mencapai sebuah goals. Maka dari itu
saya simpulkan kita tidak akan bertindak untuk mencapai tujuan kita jika kita
tidak mempunyai perasaan harus. Di dunia ini semua pencapaian yang sangat
dahsyat pasti dicapai karena orangnya mempunyai alasan yang sangat kuat untuk
menjadi dahsyat dan berbeda dari yang lainya. Salah satu contoh yang bisa kita
ambil bersama-sama adalah kemaren lalu
ini, yaitu Lalu Mohammad zohri. Juara dunia dalam lomba lari, dia tidak hanya
sekdar lari-lari saja tanpa alasan lalu menjadi juara? Tentu pasti tidak sobat.
Sudah
kah kita sadar bahwasanya didepan kita bahwasanya pada dasarnya otak kita hanya
mncari kenikmatan saja dan menghindari penderitaan. Semua perubahan yang
dramastis dalam hidup juga dilandasi
oleh keinginan untuk mencari kenikmatan dan menghindari penderitaan. Bila kita
semua ingin berubah , kita harus jelas mengetahui apa sengsaranya bila kita
tidak berubah dalam tujuannya kita, dan perlu juga harus tahu apa nikmatnya jika
tujuan itu ada ditangan kita.
Maka
dari itu kita perlu mengetahui tentang bagaimana kerugian serta keuntungan atas
tujuannya kita. Dari sinilah kita akan merasa harus mencapai tujuan kita dengan
bimbingan pertanyaan yang telah kita resapi dalam diri kita masing-masing.
Wheel,
kita harus tau apa ruginya, jika kita tidak bekerja di tujuan ini (misalkan)?
apa yang akan terjadi terhadap orang-orang yang kita cintai dan mencitai kita? Penyesalan
apa yang akan mereka katakana kepada kami? Lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi,
bahkan dua puluh tahun lagi, apa reaksi mereka terhadap kita semua.
Begitupun
sebaliknya jika kita mencapai tujuan tersebut, so teman- teman itu semua ada
pada diri kita semua, tergantung kita menjalaninya, maka dari itu “bukan kita
yang hidup didunia, melainkan dunia yang hidup dalam diri kita”, siapkah kita
menjadi pemain, dalam ajang kesuksesan ini.
Oleh
:Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar