Jumat, 21 Desember 2018

TIGA GENERASI, TIGA PROBLEM DALAM SATU SOLUSI


Ada tiga generasi pada umumnya yang terjadi pada elemen masyarakat saat ini. Generasi pertama yang lahir pada tahun 1950-an atau sebelumnya, sedangkan generasi kedua lahir antara 1950-1980-an dan generasi ketiga adalah yang lahir 1990 dan sesudahnya atau bisa dikatakan generasi millennial. Tiga generasi ini memiliki tiga problem yang sangat berbeda oleh karena itu solusinya seharusnya juga berbeda bukan? Jika dijabarkan problem dari ketiga-tiga problem ini maka generasi pertama ada didaya beli, problem generasi kedua ada dikecukupan pendapatan dan problem generasi ketiga adalah peluang untuk memperoleh pendapatan.

Generasi pertama rata-rata saat ini sudah pensiun. Mereka bekerja sudah mulai tiga puluh tahun yang lalu, dan tabungan mereka sudah tergerus dengan adanya inflasi pada sebelumnya pada 80-an. Apalagi pada tahun 1900-an inflasi pernah mencapai 78% pada tahun 98. Tabungan dalam bentuk dana pensiun, tunjangan hari tua, asuransi dan sebagainya, yang terdominasi dalam uang kertas tidak lepas dari gerusan inflasi. Wal hasil generasi ini problemnya terletak pada daya beli, mereka punya uang tetapi tidak cukup untuk menopang kehidupanya (kesimpulan).

Generasi kedua adalah generasi saat ini yang sudah rata-rata bekerja. Sedangkan problem utama generasi ini adalah kecukupan pendapatan pastinya. Lantas mengapa demikian? Bila generasi ini tidak bisa menaikan pendapatanya sebesar 10%  pertahun maka semakin lama semakin berat dia untuk memenuhi kebutuhannya, disektotor ini, inflasinya rata-rata 10,15% pertahun selama lima tahun terahir (data Badan Pusat Statistik 2011). Sebagian genarsi ini ada sebagian yang bisa mengalahkan inflasi, akan tetapi mayoritas sangat berat dan banyak yang gagal. Itu sebabnya mengapa saya sebut generasi ini problemnya terletak pada kecukupan pendapatan.

Sedangkan generasi ketriga adalah generasi kita pada saat ini, mereka yang masih sekolah ataupun kuliah diperguruan tinggi maupun swasta.  Dan akan memasuki dunia kerja beberapa tahun kemudian, dan problem mereka adalah peluang untuk memperoleh pendapatan, mengapa demikian? Pasti bertanya-tanya bukan. Pertama lapangan pekerjaan tidak tumbuh besar seperti jumlah pencari kerja, dan Kedua, kalau toh mereka bisa memasuki pasar tenaga kerja dan menjadi pegawai , maka mereka akan terjebak pada problem yang dialami pada generasi yang kedua diatas. Lantas apa solusinya untuk generasi kita saat ini Bro.

Jawabanya sebenarnya ada di diri kalian. Maka ini adalah tugas kalian , tugas kita bersama untuk mempersiapkan sebaik mungkin agar kita fit mengahadapi persaingan kerja yang sanagat ketat pada hari ini. Lapangan kerja dan peluanya sangat jelas akan berbeda dari dua generasi pada sebelumnya, maka pemikiran yang jauh kedepanlah perlu untuk mempersiapkan dari sekarang.

Selain solusi untuk masing-masing dari generasi tersebut, sebenarnya ada dua hal yang telah kita lupakan untuk menjawab segala problem yang tertera diatas dan satu-satunya solusi yang sangat tangguh untuk tiga gfenerasi sekaligus yang sebenarnya udah ada disekitar kita, dan sudah dijanjikan bahwa siapa saja yang berpegang teguh pada keduanya tidak akan pernah tersesat selamanya. Solusi ini mungkin teman-teman tidak sadar bahkan umumnya lupa atau bahklan mengabaikan. Dan solusi tersebut adalah kembali ke dua Hal yaitu Al-Qur’an Dan Al-Hadist.

Jadi dari generasi apapun anda, apapun problemnya, sebsar apapun itu jawabanya tetap sama yaitu Al-Qur’an dan Al Hadist. Insya Allah kita semua tidak akan pernah tersesat selamanya.
Amin .

Oleh : Ahmad Al Imron


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...