Ada
tiga generasi pada umumnya yang terjadi pada elemen masyarakat saat ini. Generasi
pertama yang lahir pada tahun 1950-an atau sebelumnya, sedangkan generasi kedua
lahir antara 1950-1980-an dan generasi ketiga adalah yang lahir 1990 dan sesudahnya
atau bisa dikatakan generasi millennial. Tiga generasi ini memiliki tiga
problem yang sangat berbeda oleh karena itu solusinya seharusnya juga berbeda
bukan? Jika dijabarkan problem dari ketiga-tiga problem ini maka generasi
pertama ada didaya beli, problem generasi kedua ada dikecukupan pendapatan dan
problem generasi ketiga adalah peluang untuk memperoleh pendapatan.
Generasi
pertama rata-rata saat ini sudah pensiun. Mereka bekerja sudah mulai tiga puluh
tahun yang lalu, dan tabungan mereka sudah tergerus dengan adanya inflasi pada
sebelumnya pada 80-an. Apalagi pada tahun 1900-an inflasi pernah mencapai 78%
pada tahun 98. Tabungan dalam bentuk dana pensiun, tunjangan hari tua, asuransi
dan sebagainya, yang terdominasi dalam uang kertas tidak lepas dari gerusan
inflasi. Wal hasil generasi ini problemnya terletak pada daya beli, mereka
punya uang tetapi tidak cukup untuk menopang kehidupanya (kesimpulan).
Generasi
kedua adalah generasi saat ini yang sudah rata-rata bekerja. Sedangkan problem
utama generasi ini adalah kecukupan pendapatan pastinya. Lantas mengapa
demikian? Bila generasi ini tidak bisa menaikan pendapatanya sebesar 10% pertahun maka semakin lama semakin berat dia
untuk memenuhi kebutuhannya, disektotor ini, inflasinya rata-rata 10,15%
pertahun selama lima tahun terahir (data Badan Pusat Statistik 2011). Sebagian genarsi
ini ada sebagian yang bisa mengalahkan inflasi, akan tetapi mayoritas sangat
berat dan banyak yang gagal. Itu sebabnya mengapa saya sebut generasi ini
problemnya terletak pada kecukupan pendapatan.
Sedangkan
generasi ketriga adalah generasi kita pada saat ini, mereka yang masih sekolah
ataupun kuliah diperguruan tinggi maupun swasta. Dan akan memasuki dunia kerja beberapa tahun
kemudian, dan problem mereka adalah peluang untuk memperoleh pendapatan,
mengapa demikian? Pasti bertanya-tanya bukan. Pertama lapangan pekerjaan tidak
tumbuh besar seperti jumlah pencari kerja, dan Kedua, kalau toh mereka bisa
memasuki pasar tenaga kerja dan menjadi pegawai , maka mereka akan terjebak
pada problem yang dialami pada generasi yang kedua diatas. Lantas apa solusinya
untuk generasi kita saat ini Bro.
Jawabanya
sebenarnya ada di diri kalian. Maka ini adalah tugas kalian , tugas kita
bersama untuk mempersiapkan sebaik mungkin agar kita fit mengahadapi persaingan
kerja yang sanagat ketat pada hari ini. Lapangan kerja dan peluanya sangat
jelas akan berbeda dari dua generasi pada sebelumnya, maka pemikiran yang jauh
kedepanlah perlu untuk mempersiapkan dari sekarang.
Selain
solusi untuk masing-masing dari generasi tersebut, sebenarnya ada dua hal yang
telah kita lupakan untuk menjawab segala problem yang tertera diatas dan
satu-satunya solusi yang sangat tangguh untuk tiga gfenerasi sekaligus yang
sebenarnya udah ada disekitar kita, dan sudah dijanjikan bahwa siapa saja yang
berpegang teguh pada keduanya tidak akan pernah tersesat selamanya. Solusi ini
mungkin teman-teman tidak sadar bahkan umumnya lupa atau bahklan mengabaikan. Dan
solusi tersebut adalah kembali ke dua Hal yaitu Al-Qur’an Dan Al-Hadist.
Jadi
dari generasi apapun anda, apapun problemnya, sebsar apapun itu jawabanya tetap
sama yaitu Al-Qur’an dan Al Hadist. Insya Allah kita semua tidak akan pernah
tersesat selamanya.
Amin
.
Oleh : Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar