Pemberdayaan
UMKM dinilai efektif untuk memajukan perekonomian rakyat. Indonesia memiliki
bentuk perekonomian asli, yaitu Ekonomi Pancasila yang lebih dikenal dengan
Ekonomi Kerakyatan. Sistem Ekonomi ini mengutamakan kepentingan rakyat melalui
pengaturan ekonomi oleh pemerintah, modal dan pengelolaan perusahaan-perusahaan
yang strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak juga dikuasai pemerintah.
Namun demikian pada praktik di lapangan, roda ekonomi Indonesia sebenarnya
sudah diserahkan pada mekanisme pasar secara bebas. Dalam tataran ekonomi di
Indonesia, perubahan-perubahan yang terjadi di tingkat makro tidak terlalu
banyak berpengaruh pada kinerja tingkat mikro, karena rakyat Indonesia
sejatinya pelaku-pelaku ekonomi yang tangguh tidak pernah bergantung pada
pemerintah. Dalam praktik di lapangan ada jutaan UMKM yang pelakunya
individu-individu yang solid dan tidak tersentuh bantuan pemerintah atau
pemberdayaan dari pihak-pihak terkait. Sebagian dari mereka adalah para pemuda
pejuang ekonom Rabbani. Mereka berjuang dengan caranya sendiri, mengikuti
kebijakan kearifan lokal sesuai budaya dan tradisi mereka masing-masing untuk
mempertahankan hidupnya dan memperbaiki kesejahteraannya.
Menyadari
peranan UMKM yang ternyata sangat besar bagi kekuatan ekonomi di Indonesia,
sudah sejak lama pemerintah mengambil alih dan mempedulikan UMKM secara
nasional. Berbagai program pemberdayaan dan bantuan untuk UMKM diberlakukan
dengan menggelontorkan dana yang sangat banyak. Namun, tidak semua dapat
terjangkau karena jumlah UMKM di Indonesia dari hari ke hari semakin besar.
Sehingga muncullah program 3O atau OPOP (One Product One Person), OVOP (One
Village One Product), dan OVOC (One Village One Corporation) yang
merupakan konsep pemberdayaan UMKM sebagai dasar-dasar yang digunakan untuk
memajukan ekonomi rakyat. Artinya pemberdayaan UMKM bertitik tolak dari pemberdayaan
individu, yang terus ditingkatkan pada pemberdayaan komunitas, mulai dari
keluarga, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga negara.
Prinsip
OPOP (satu orang satu produk) harus digunakan dalam pembangunan ekonomi, karena
semestinya yang dibangun adalah manusianya terlebih dahulu sebelum membangun
sarana dan prasarana lainnya. Dan pada perkembangan teknologi yang pesat pada
abad ini, manusia dituntut untuk bisa beradaptasi di tengah cepatnya
perubahan-perubahan yang terjadi. Para pemuda ekonom merupakan tokoh yang
berperan paling penting untuk memajukan bangsa ini.Karena Pemuda adalah aset
negara yang mampu merubah negara ini untuk beranjak ke kondisi yang lebih baik
dari sebelumnya. Dengan lahirnya para pemuda ekonom yang berhasil menciptakan
ide-ide brilian yang mampu melaksakan pembangunan perekonomian di Indonesia.
Dengan
demikian, keberhasilan pemberdayaan individu terutama para ekonom muda menjadi
sangat penting bagi keberhasilan pemberdayaan UMKM secara nasional.
Keberhasilan pemberdayaan individu ditentukan dari adanya kesadaran pokok,
bahwa setiap orang harus bekerja dan berusaha untuk mendapatkan penghasilan
sebagai bentuk untung agar bisa mempertahankan hidupnya dan bisa menabung.
Keuntungan dan tabungan itu akan digunanuntuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam
rangka mencapai tujuan hakiki, yaitu kebahagiaan. Orang sejahtera bila seluruh
kebutuhan hidupnya terpenuhi. Semakin banyak kebutuhan yang terpenuhi, semakin
sejahtera hidupnya. Semakin sejahtera seseorang secara umum semakin bahagia
pula hidupnya.
Pemikiran
seperti itu, sejalan dengan konsep OPOPyang menekankan bahwa setiap orang harus
memiliki produk yang bisa dijual. Untuk mendapatkan penghasilan. Kalau
seseorang tidak bekerja, ia akan menganggur yang menyebabkan terjadinya
kesenjangan dan kemiskinan. Kesadaran inilah yang perlu ditanamkan pada setiap
individu agar bertanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan masing-masing
tanpa perlu menyalahkan pihak lain. Apalagi untuk mengambinghitamkan pemerintah
sebagai pihak yang tidak bisa menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Bagaimanapun kesejahteraan adalah tanggung jawab individu karena setiap orang
adalah pemimpin bagi diri sendiri yang harus menentukan langkah dan
cara-caranya untuk dapat hidup layak.
Apabila
setiap individu sudah dapat hidup layak dan berkecukupan, ini akan memperkuat
kesejahteraan keluarga. Dari kesejahteraan keluarga akan meningkatkan
kesejahteraan komunitas, baik dari tingkat desa maupun sampai di seluruh Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Keberhasilan pemberdayaan individu mutlak sebagai
kunci keberhasilan pemberdayaan UMKM yang akan meningkatkan dan memajukan
ekonomi rakyat.
Dalam
konteks yang lebih luas, produk-produk yang dihasilkan individu-individu dalam
komunitas desa pada awalnya tidak terwadahi dalam badan hukum usaha yang
memiliki kepastian usaha dan kepastian hukum. OVOP (satu desa satu produk)
tanpa memiliki badan hukum usaha atau belum memiliki termasuk perusahaan yang
legal. Apabila kondisinya seperti ini, umumnya cukup sulit untuk mendapatkan
akses bantuan dan kemajuan lebih luas. Oleh karena itu, kesadaran akan
pentingnya badan hukum usaha sangat penting. Apabila satu komunitas sudah
memiliki OVOP, sangat penting untuk menjadikannya OVOC (satu desa satu
perusahaan yang berbadan hukum). Dengan demikian, segala sesuatu menjadi
memiliki kekuatan hokum dan dapat dikelola secara professional yang standar,
dengan kemudahan-kemudahan akses pengembangan serta mudah mendapatkan bantuan
dan pembinaan dari berbagai pihak.
Bentuk
badan hukum usaha yang sangat cocok di Indonesia ada dua, yaitu koperasi bila
dimiliki komunitas dengan tetap mengutamakan profesionalisme, berorientasi pada
keuntungan, dan pengembangan usaha seperti Perseroan Terbatas, atau bila
dimiliki perseorangan perseorangan maka bentuknya Perseroan Terbatas yang
jiwanya seperti Koperasi dengan mengutamakan gotong royong, kebersamaan,
kekeluargaan, dan musyawarah mufakat.Baik Koperasi maupun Perseroan Terbatas
sama-sama berorientasi profit dan berjiwa kekeluargaan. Dengan demikian,
keuntungan sebagai prinsip-prinsip ekonomi tetap dapat diperoleh secara
maksimal dan ciri khas ekonomi tetap dapat diperoleh secara maksimal dan ciri
khas ekonomi Pancasila di Indonesia juga tetap mewarnai jalannya perekonomian
tersebut.
Akan
tetapi para pemuda desa juga tergabung ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan Karang Taruna. Sebagai
organisasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial, Karang Taruna tumbuh dan
berkembang atas dasar tanggung jawab sosial pemuda. Menurut Ketua Karang Taruna
Desa Kauman, Kecamatan Baurno, Baiti Nur
Saida salah satu program unggulan Karang Taruna di masing-masing desa
adalah mengembangkan potensi sumber daya yang ada di desa tersebut menjadi
industri kreatif yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat dan menjadi ciri khas
daerah. Hal ini membuktikan bahwa Karang Taruna sangat mendukung konsep OPOP,
OVOP, dan OVOC yang mampu memanfaatkan kesempatan usaha dan potensi sumber daya
lokal yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas usaha dan mengembangkan
ragam produk unggulan desanya.
Dalam
hal pemberdayaan individu sebagai titik tolak pemberdayaaan UMKM untuk
meningkatkan dan memajukan ekonomi rakyat, perlu dilakukan perubahan dan
perbaikan-perbaikan UMKM baik secara internal maupun eksternal. Di dalam harus memperbaiki
kinerja hingga inovasi dan pengembangan produknya hingga layak jual di tingkat
global. Di luar juga harus memberesi urusan legalitas hokum dan citra UMKM
sebagai penghasil produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar
global.Berdasarkan data yang dilansir CNN Indonesia, bahwasanya kontribusi
Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk domestic Bruto (PDB)
semakin menggeliat dalam lima tahun terahir ini. Kementrian Koperasi dan Usaha
Kecil Menengah (UKM) kontribusi sector UMKM meningkat dari 57,84% menjadi
60,34%. Tak hanya disitu, sector UMKM telah membantu penyerapan Tenaga kerja di
Indonesia, yakni 96,99% menjadi 97,22%.[2]
Contoh-contoh
keberhasilan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah mendunia, sebenarnya
adalah bukti bahwa produk UMKM kita sebenarnyatidak kalah dengan produk-produk
lain yang dikelola dengan modal besar-besaran dalam naungan perusahaan atau
usaha besar. Kebanayakan produk-produk UMKM yang ada di Indonesia meskipun
bermutu dan berkualitas, tetapi masih kurang promosi dan lemah dalam hal
pengemasan. Selain itu kurangnya infrastruktur yang menunjang kemajuan UMKM di
daerah tertentu juga menjadi persoalan tersendiri yang menyebabkan produk UMKM
kurang memiliki daya saing dan kurang dikenal oleh masyarakat di luar daerah
UMKM tersebut.
Oleh
karena itu, UMKM harus terus melakukan inovasi, pengembangan, perbaikan
secaraterus menerus dan mengikuti selera serta perkembangan zaman agar terus
diminati pelanggan, keberlangsungan UMKM akan terus terjaga, yang pada gilirannya
akan menjamin tersedianya pendapatan bagi para pelaku UMKM terutama para ekonom
muda. Dengan demikian, kesejahteraan juga akan dapat terus ditingkatkan.
Kesejahteraan
rakyat yang terus meningkat berarti meningkatkan perekonomian rakyat, yang
secara tidak langsung juga memajukan ekonomi rakyat, yang secara tidak langsung
juga memajukan ekonomi rakyat. Dalam konteks berbangsa dan bernegara,
kesejahteraan rakyat adalah cermin perekonomian negara. Rakyat yang kuat dan
sejahtera merupakan wujud dari ekonomi negara yang makmur. Dengan kemakmuran
yang merata di seluruh Indonesia, akan mudah menjadikan Indonesia sebagai
negara hebat yang tidak hanya memberi pengaruh positif bagi kehidupan bangsa
dan negara, tetapi juga membantu mewujudkan perdamaian dunia yang merata.
Oleh : Nur Laily Oktavia
Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar