Selasa, 11 Desember 2018

Belajar Dari Seorang Saudagar Kaya Dengan Empat Istri


Konon dalam alkisah ada saudagar kaya yanh memiiki empat orang istri padahal dia bukanlah seorang yang adil. Istri ke empatnya yang paling muda dimanjkannya dengan segala bentuk kemewahan, segalanhya yang terbaik untuk dia. Istri ketiga adalah yang paling cantik, sehingga si saudagar selalu khawatir kalau istri ketiganya ini sewaktu-waktu bisa keorang lain. Istri keduanya adalah yang paling pinter, paling bisa diandalkan sehingga kepadanyalah si saudagar menyerahkan segala masalah yang perlu diselesaikannya.

            Adapun istri pertamnaya, dia yang paling setia menemaninya sejak si saudagar belum kaya, dia pula yang paling bisa menjaga harta si saudagar dan menjaga rumah tangganya. Meskipun dia mencintai istrinya yang pertama ini, si saudagar paling kurang perhatian dan sering melalaikanya.

            Ketika si saudagar ini sakit parah dan menjelang ajalnya telah tiba, dia terbaring pucat ditempat tidurnya dengan memanggil-mangil ke empat istrinya. Dia manggil istri ke empat terlebih dahulu, dengan nada yang sangat lemah. Lalu kemudia istri ke empat menjawab dengan lugas “no way, aku tidak mau…”. Lantas meninggalkanya tanpa tanpa bicara lagi. Hati si saudagar ini merasa teriris-iris.

            Lalu kemudian dia manggil istri ketiganya, “wahai istri q, aku sangat mencintaimu, maukah kamu menemaniku di ahir hayat ku” kemudian istri ketiga pun menjawab dengan PD-nya  “tidak, hidup ini indah, saya akan menikah lagi sepeninggalmu.

            Kemudian si saudagar ini memanggil istri keduanya dengan berharap jawabanya ini berbebeda dari istri yang lainya, akan tetapi jawabannya adalah sama, istri keduanya menjawab “ tidak untuk masalah ini, paling banter aku akan urus pemakamanmu dan mengantarkanmu ke pemakamanmu, kemudian aku akan melanjutkan hidupku masing-masing”. Jawaban ini lantaran seperti gledek menyambar telinga dan hati si saudagar.

            Singkat cerita tiba-tiba datang suara dari arah yang lain “ aku yang akan menemanimu kemanpun engkau pergi, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Si saudagar langsung menoleh kearah suara tersebut dan ternyata suara itu adalah sosok dari istri pertamanya yang datag meskipun belum ia panggil. Lalu ia lihat istri pertamnya yang kurus kering dengan pakaian yang sangat kusut yang nyaris tidak terurus.

            Dengan perasaan yang campur aduk anatar sedih dan bahagia, dengan penuh penyesalan si saudagar ini kemudian berbicara kepada istri pertamnay. “aku seharusnya adil terhadap dirimu dari awal, aku seharusnya memberikan yang terbaik untuk mu selagi masih aku bisa, maafn aku ya istri ku” (dengan segala penyesalan dan air mata menyelimuti wajah keriputnya).

            Sebenarnya itulah gambaran kita semua. Kehidupan kita adalah kehidupan saudagar kaya dengan istri ke empat itu. Dan kita harus mampu berbuat adil terhadap mereka.

            Istri keempat yang paling dimanja itu adalah tubuh kita, seperti apapun kita rawat tubuh kita, tubuh ini tidak akan menemani kita dialam sana. Istri ketiga yang paling cantik iyalah harta kita dan segala kepemilikan kita, ketika kita meninggal dunia semuanya akan menjadi milik orang lain dan tidak akan ikut terhadap kita (kecuali di jariyahkan). Istri kedua yang paling cerdas iyalah keluarga, teman-teman kita serta sahabat-sahabat kita, merekalah yang paling banter akan mengantar kita kepemakaman. Setelah itu mereka akan meninggalkan kita sendirian.

            Adapun istri pertama yang paling loyal dan menemani kita kea lam berikutnya iyalah amal kita. Sayangnya pada faktnya point ini yang selalu kita taruk paling ahir setelah tubuh kita, harta kita, dan teman-teman kita, So selagi kita masih sehat, selagi kita masih bisa, ayo rawat dan sayangi dan manjakan untuk istri pertama kita. Fa insya Allah.

Oleh : Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...