Tentu
teman-teman disini sangat terpukau atau bahkan
tertipu dengan judul yang saya paparkan diatas bukan? Ee… saya rasa sih,
benaran terpukau (agak sedikit pd lah). Oke teman-teman sebenarnya yang saya
tulis ini adalah sebuah gambaran yang terjadi pada saat ini, dimana yang saya
rasakan manusia, lebih khususnya kaum muda yang dengan bangganya dipredikatnya
sebagai generasi millennial yang katanya millennial, eeh.. benar atau gaknya
hanya kalian yang bisa menentukan sendiri atau bisa lewat tulisan ini, so udah
penasaran bukan, monggo kita geser kursor kalian kebawah.
Oke teman-
teman sebenarnya yang saya tulis ini adalah sebuah urain dari hasil yang saya
baca dari buku “Paradoks Indonesia “ tentang karakter manusia yang
terbagi menjadi tiga bagian.
Karakter
Pertama iyalah Manusia sebagai “The
Leaders” atau bisa dikatakan, Orang Atau Mereka Yang Membuat Hal-Hal
Yang Terjadi. Inilah karter yang jarang ditemukan pada diri kalian
semua, karakter kepemimpinan serta karakter perubahan yang bisa dikatakan
sebagai karakter yang sangat punah
bahkan tidak ada (saya juga merasakan seperti ini). Bahkan bisa dikatakan
penyebab hilangnya karakter ini iyalah dari diri kita sendiri yang kurang peka
terhadap social atau terpengaruh dalam media masa yang cukup dahsyat
perkembangannya.
Karakter
yang kedua iyalah Mereka Yang Hanya Melihat Hal-Hal Yang Terjadi atau
bisa dikatakan “The Followers”. Karakter ini adalah sebuah karakter yang
sangat pragmatis dan sangat lumrah terjadi pada anak zaman sekarang, so mereka,
kalian dan saya lebih nyaman bahkan have
fun melihat orang-orang yang membuat suatu perubahan,gebrakan ketimbang menjadi
bagian dari perubahan tersebut.
Karakter
yang terahir iyalah “The Apathethic” atau Orang-Orang Yang Hanya
Bisa Menanyakan Bagaimana Hal Itu Terjadi, karakter ini adalah sebuah
karakter pesimis atau bisa dikatakan karakter pengecut, so karakter ini akan
selalu menayakan kepada dirinya dengan pertanyaan yang sanagat mendasar dan
bodoh pula (maaf jika tulisan ini sangat keras, ini keras lantaran ingin
membuka cakrawala kita semua husunya pada diri pribadi) tanpa dia bertanya
apakah diri ini bisa apa tidak seperti dirinya, sungguh ini kedunguan tingkat
dewa. Jika ini berada pada kalian maka buanglah dan benahi diri kita bersama.
Lalu
Tanyakan Pada Diri Kalian, Aku Termasuk Dibagian Yang Mana?
So belajarlah,
jadilah bagian dari perubahan yang terjadi, belajarlah dan jangan malas, jika
kau malas maka kamu akan tertindas, buanglah kata-kata terlambat jika tidak
maka kau akan tertinggal, dan jangan sampai kamu berhenti maka kamu akan mati.
Happy
New Years 2019 tulisan ini sengaja
ditulis disaat malam pergantian tahun dengan harapan bisa menjadi pribadi yang
lebih baik, tangguh, inovatif dan kompetitif.
Oleh
: Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar