Jumat, 21 September 2018

TOLAK TNI & POLRI BERPOLITIK PRAKTIS, JANGN CIDERAI INTITUSI NEGARA DENGAN KEKUASANMU.


Kraksaan 22 September 2018. Permintaan Presiden Jokowi terhadap TNI dan Polri, untuk menjelaskan tentang capain pemerintah terhadap kinerjanya kepada masyarakat, dapat mengancam netralitas terhadap politik anggota TNI dan Polri. Permintaan tersebuit disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam sambutan kepada siswa Sesko TNI dan peserta sespimti polri di istana negara . pasalnya, selain melanggar UU yang mengatur tugas pokok TNI dan Polri, permintaan presiden jokowi sangat potensial menarik kembali TNI/Polri masuk pad pusaran politik praktis. Kami kira sikap presiden itu sangat buruk bagi keberlangsungan pesta demokrasi di tanah air dan sangat merugikan.

Kami menilai permintaan presiden jokowi didepan anggota TNI/polri untuk mensosialisasika kinerja pemerintah , jelas pernyataan yang sangat bahaya. Sangat poltisi, tidak proporsional. Seharusnya presiden sinsetif, pernyataan tersebut tak hanya akan melukai proses pemilu akan tetapi bisa merobohkan demokrasi nasional.

Ada dua landasan yang sangat mendasar yang bisa digaris bawahi, pertama, permintaan tersebut melanggar UU TNI No.34/2004, pasal 39 ayat 2 dan UU Polri no 2/2002, pasal 28 ayat 1, menyebutkan “ Kepolisian Negara Kesatuan Republic Indonesia harus bersikap netral dalam  kehidupan politik  dan tidak melibatkan diri terhadap politik praktis”.

Jadi regulasi kenetralan TNI/Polri sangat kuat dan dikuatkan oleh UU, yang juga penting dicatat, mensosialisasikan kinerja pemerintah jelas bukan tugasnya. Angota TNI/polri tidak dipersiapkan untuk kerjaan tersebut. Menurut UU, tugas pokok TNI/polri iyalah meneagakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dari segala ancaman dan gangguan.

Semestinya presiden harusnya semakin menegaskan jaminan netralitas jaminan TNI dan Polri di tahun pemilu ini. Bukan justru menarik-narik TNI dan Polri pada pusaran poltik praktis, ini sama halnya mengajak tidak professional.

TNI dan Polri harus tetap menjaga netralitasnya. Sebab politik TNI dan Polri adalah politik kebangsaan. Politik yang berpihak pada kepentingan bagsa dan negara. bukanpolitik kepada orang-perorang lebih-lebih penguasa  yang juga menjadi bakal calon presiden 2019 nantinya, kami meminta presiden harus meralat pernyataanya dan TNI/Polri harus netral dan kenetralan TNI/Polri adalah harga Juang kemerdekaan bangsa.

Oleh : Ahmad Al Imron – Fadli Zone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...