Minggu, 30 September 2018

PKI BANGKIT, MEMANGYA ADA APA, KENAPA HARUS TAKUT?


Oleh : Ahmad Al Imron.

Mungkin ini hanya pertanyaan yang cukup sederhana, yaps, sederhana cara orang untuk berpikir untuk mengungkapkannya. Bahkan untuk menjawabnya pun tidak lah terlalu rumit Jika kita melihat masalalu yang terjadi fakta dilapangan, bagaimana keganasan atau peristiwa G30S/PKI yang terjadi dinegeri Pancasila ini.

Disini kami akan mengulas kembali dan menceritakan ualang bagaimana kejadian bulan Oktober 1945, ketika pada saat itu kelompok pemuda PKI yang membantai pemerintahan Kota Tegal Jawa Tengah, menguliti serta membunuh Bupati dan Pimpinan lainnya, bahkan tidak berhenti disitu saja, mereka menghinakan keluarganya, dan juga melucuti pakaian kardinah yang merupakan istri dari bupati serta adik kandung dari pejuang perempuan RA Kartini yang diarak-arak dengan mengenakan karung goni (Karung Beras).

Betapa pada saat itu rakyat melawan penjajah, ketika pada saat itu arek-arek suroboyo merobek bendera merah putih biru dihotel yamato, lalu bertarung mati-matian melwan sekutu pada 10 november yang dipimpin oleh Bung Tomo.Namun dibelahan bumi Indonesia lainnya turut berdarah-darah dalam pertempuran lima hari disemarang,membredeli tentara jepang, PKI justru merusak tatanan bangsa dimana-mana dan mengrogoti dari dalam. Dilansir PKI berhasil merebut kekuasaan dislawi, serag, pekalongan, brebes tegal, pemalang, Cirebon dan berbagai wilayah lainnya, menghilanglkan nyawa anak bangsa dan tokoh pejuang,bupati bahkan tokoh nasional Otto Iskandardinata diculik dan dipereksekusi bahkan jasadnya sangat mengenaskan, sultan harkat dibunuh serta dirampas hartanya.

Dan juga ketika kita mengigat peristiwa di Gontor (yang sekerang terkenal dg sebutan Pondok Modern), ketika setiap pagi menjelang, satu persatu nama Kyai di abswen dan satu-persatu pula disembeleh merata. Atau salah satu kisah Haji Dimyati salah satu tokoh Masyumi yang sebelumnya digorok lehernya sebelum dimasukan kedalam sumur beserta korban lainnya.

Juga tentang kapolres Ismaidi yang diseret menggunakan Jeep willis sejauh 3 km hingga ahirnya wafat. Setelah tentara dibunuh, gentian polisi dilibas habis-habisan. Kemudian pejabat, ulama serta santri serta pembakaran Pesantren yang dimotori oleh Gerakan 30 Septemper (G30S/PKI).

Singkat cerita, pasca terhentinya Gerakan Komunis ditahun 1948, pada 1965 PKI kembali beraksi. Kali ini adalah salah satu Ulama Tersohor dinusantara, Yaitu Buya Hamka, ketua MUI pertama serta tokoh sentral lainnya dipenjarakan. Mereka difitnah oleh PKI yang pada saat itu sangat dekat dengan pemerintah yang berkuasa. Tak hanya menerima siksaan Tiap hari bahkan Buya Hamka memperoleh ancaman akan diestrum kemaluannya. Ini hanya pernyataan kecil saja, sebagai jawaban dari pernyataan diatas , karena kami yakin ini hanya cerita serpihan kecil saja yang dapat kami tuliskan.
Tapi, mari kita renungkan bersama-sama apa yang terjadi ketika Komunis berkuasa pada suatu negeri, terlebih indonerasia. 

Di Uni Soviet, sekitara 7 juta orang tewas dalam Revolusi Belsovik yang dipimpin oleh lenin, dimasa stalin berjumlah 20 juta orang, salah satu cara kominis bertahan iyalah melestarikan tidak adanya perbedaan pendapat, dan jika memang sebaliknya maka tidak bisa dihelakan mereka akan dibunuh, mari kita fikirkan.

Di kamboja, sekitar 2 juta jiwa dibantai Habis-habisan untuk mengukuhkan kekuasan Komunis. Di China dalam Insiden Rovolusi mencapai 80 juta jiwa. Jadi, JIKA PKI BANGKIT DI NKRI KENAPA? Udah bisa membayangkan bagaimana nantinya jika memang benar-benar terjadi.

Jika PKI pernah menghianati bangsa, apa jaminan mereka untuk tidak mengulanginya? Jika sudah mempunyai sedikit kekuasaan saja mereka sudah membantai begitu banyak Orang, padahal meraka adalah saudara kita sebangsa dan se tanah air, maka apa jadinya jika mereka diberi kekuasaan yang sanagat besar nantinya? Jika komonisme dididik dan dilatih tidak bisa menerima perbedaan pendapat, lalu dimana letak kebebasannya, bukankah kita Negara Demokrasi (Monggo berfikir secara Rasional)?.
Dan yuang perlu menajdi catatan dari peristiwa ini, janaganlah berteriak korban. Mengutip dari Mansur Surya Negara, PKI di Indonesia bukanlah korban, mereka itu adalah pelaku, penghianat atau sampah bangsa. Atau istilah dalam buku yang pernah Kami baca dalam buku Gara-Gara Indonesia yang ditulis Oleh Agung pribadi, ini saatnya rekonsilasi, kita bisa maafkan, tapi kita jangn sampai lupakan pembantaain yang dilakukan PKI apalgi member Hak Kekuasaan, Monggo cerdaskan Bangsa, ingatkan satu Sama lainnya atau Kata Founding Father Indonesia Ir. Soekarno Jangan Pernah Lupakan Sejarah (Jas Merah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...