Rabu, 26 September 2018

MENGAPA “INDONESIA” HARUS BERPENDIDIKAN ?



Pendidikan merupakan salah satu gerbong utama untuk menyelamatkan negara, sebab pendidikanlah yang menjadi filter utama tunas-tunas bangsa dalam menyerap segala pencekalan terhadap jati diri bangsa. mulai dari serangan pangan, agama dan tekhnologi yang digenjar genjorkan oleh  bangsa barat pada hari ini, maka tidak salah jika seseorang berpendapat bahawasanya “Untuk menghancurkan suatu bangsa tidak perlu mengebom atom, atau meluluh lantahkan tanah dan daratan seperti yang terjadi pada Hiroshima, cukup buat mereka anak-anak bangsa enggan terhadap pendidikan. Buat lah mereka hilang kepekaanya terhadap dunia pendidikan, maka dengan sendirinya negara itu akan hilang.” Itulah salah satu ungkapan dari Bapak  Anis Baswedan (Mentri Pendidikan dan kebudayaan 2014-2015-Gubenur DKI Jakarta 2017-2022).

Maka dari itu cukuplah sederhana jika pemerintah hari ini mewajibkan 9 tahun anak Indonesia bersekolah, dan hal itu merupakan suatu gagasan yang akan membantu negara  kita ini menjadi negara yang maju dalam dunia pendidikan khususnya dan keluar sebagai negara The Middle Income Traap (negara yang terperangkap Menengah ) seperti yang dalam buku yang berjudul “Paradoks Indonesia. Akan tetapi kebijakan ini masih belum bisa mengantarkan Indonesia kedalam fase yang dicita-citakan masih perlu banyak perombakan dan kebijakan baru dari pihak pemerintah.

Jika kita melihat potret Indonesia hari ini sungguh menghawatirkan. Dimana hari ini anak-anak bangsa sudah kehilangan jati diri mereka sebagai warga negara Indonesia. Mereka sudah tidak peka lagi dalam segala hal, terlebih dunia pendidikan,sosial dsb. yang terindikatori oleh perkembangan teknologi global, mereka anak bangsa lebih suka setiap hari buka smartphone ketimbang bukunya, mereka yang sering nongkrong dan nongky-nongky bareng ketimbang belajar kelompok bersama temenya, dan lebih parahnya lagi mereka lebih khawatir lambat nikah ketimbang lambat pendidikan. Sungguh fenomena dan kehawatiran ini benar-benar terjadi pada diri bangsa hari ini, apalagi yang terjadi pada ahir-ahir ini terdapat wabah yang sangat mengerikan. Sebut saja salah satu Aplikasi yang ada di Instagram “Tik-Tok”. Aplikasi ini sangat Kontroversi terhadap jati diri bangsa. Salah satu conrtohnya adalah Bowo yaitu artis tik tok yang masih duduk dibangku Smp mampu membuat fans (Netizennya) menggap bahwa dirinya adalah tuhan dan bahkan ada juga yang merelakan harga dirinya di injak-oleh oleh bowo tersebut. maka dari itu bangsa ini sudah kacau dan jika tidk ada penangan secara cepet dari pihak pemerintah,orang tua dan masyarakat sekitar jika tidak, maka negara ini akan hancur layaknya Uni Soviet.

Kesimpulanya, monggo masayarakat Indonesia  satukan tekad, genggam tangan dan ulurkan pada mereka yang masih belum sadar yang merasa hawatir terhadap negeri ini, ayok sadarkanlah mereka tentang pentingya pendidikan terlebih pendidikan karakter.

Oleh : Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...