Pendidikan merupakan salah satu
gerbong utama untuk menyelamatkan negara, sebab pendidikanlah yang menjadi
filter utama tunas-tunas bangsa dalam menyerap segala pencekalan terhadap jati
diri bangsa. mulai dari serangan pangan, agama dan tekhnologi yang digenjar genjorkan
oleh bangsa barat pada hari ini, maka
tidak salah jika seseorang berpendapat bahawasanya “Untuk menghancurkan
suatu bangsa tidak perlu mengebom atom, atau meluluh lantahkan tanah dan
daratan seperti yang terjadi pada Hiroshima, cukup buat mereka anak-anak bangsa
enggan terhadap pendidikan. Buat lah mereka hilang kepekaanya terhadap
dunia pendidikan, maka dengan sendirinya negara itu akan hilang.”
Itulah salah satu ungkapan dari Bapak
Anis Baswedan (Mentri Pendidikan dan kebudayaan 2014-2015-Gubenur DKI
Jakarta 2017-2022).
Maka dari itu cukuplah sederhana
jika pemerintah hari ini mewajibkan 9 tahun anak Indonesia bersekolah, dan hal
itu merupakan suatu gagasan yang akan membantu negara kita ini menjadi negara yang maju dalam dunia
pendidikan khususnya dan keluar sebagai negara The Middle Income Traap (negara
yang terperangkap Menengah ) seperti yang dalam buku yang berjudul “Paradoks
Indonesia. Akan tetapi kebijakan ini masih belum bisa mengantarkan Indonesia
kedalam fase yang dicita-citakan masih perlu banyak perombakan dan kebijakan
baru dari pihak pemerintah.
Jika kita melihat potret Indonesia
hari ini sungguh menghawatirkan. Dimana hari ini anak-anak bangsa sudah
kehilangan jati diri mereka sebagai warga negara Indonesia. Mereka sudah tidak
peka lagi dalam segala hal, terlebih dunia pendidikan,sosial dsb. yang
terindikatori oleh perkembangan teknologi global, mereka anak bangsa lebih suka
setiap hari buka smartphone ketimbang bukunya, mereka yang sering nongkrong dan
nongky-nongky bareng ketimbang belajar kelompok bersama temenya, dan lebih
parahnya lagi mereka lebih khawatir lambat nikah ketimbang lambat pendidikan.
Sungguh fenomena dan kehawatiran ini benar-benar terjadi pada diri bangsa hari ini,
apalagi yang terjadi pada ahir-ahir ini terdapat wabah yang sangat mengerikan.
Sebut saja salah satu Aplikasi yang ada di Instagram “Tik-Tok”. Aplikasi ini
sangat Kontroversi terhadap jati diri bangsa. Salah satu conrtohnya adalah Bowo
yaitu artis tik tok yang masih duduk dibangku Smp mampu membuat fans
(Netizennya) menggap bahwa dirinya adalah tuhan dan bahkan ada juga yang
merelakan harga dirinya di injak-oleh oleh bowo tersebut. maka dari itu bangsa
ini sudah kacau dan jika tidk ada penangan secara cepet dari pihak
pemerintah,orang tua dan masyarakat sekitar jika tidak, maka negara ini akan
hancur layaknya Uni Soviet.
Kesimpulanya, monggo masayarakat
Indonesia satukan tekad, genggam tangan
dan ulurkan pada mereka yang masih belum sadar yang merasa hawatir terhadap
negeri ini, ayok sadarkanlah mereka tentang pentingya pendidikan terlebih
pendidikan karakter.
Oleh : Ahmad Al Imron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar