Minggu, 15 Juli 2018

Perlukah Kita Meniru Ekonomi China Dalam Memecahkan Problem Ekonomi Bangsa?



Oleh : Ahmad Al Imron
             201612290133

Permasalahan ekonomi sudah menjadi momok tersendiri bagi setiap bangsa diseluruh penjuru dunia, permasalahn ekonomi sungguh tidak bisa dihelakan atau dibiarkan begitu saja yang nantinya akan  merembet kemana-mana dan mengakibatkan kehancuran atau keruntuhan dari negara tersebut, sebut saja salah satu contoh adalah negara Besar yang berada didunia Eropa yaitu Uni Soviet mereka adalah negara yang sangat besar dengan populasi penduduk dan system pemerintahan yang sangat signifikan,akan tetapi mereka bubar yang terindikatori oleh permasalahan ekonomi yang terjadi pada negaranya. 

Tentu negara Indonesia tidak bisa hanya berdiam diri melihat kelesuan dari ekonomi kita yang terjadi pada ahir-ahir ini jika tidak menginginkan Indonesia bubar sama seperti Uni soviet, bahakan yang telah  kita ketahui bersama-sama masalah ekonomi kita semakin rumit, bagaimana kita bisa katakan rumit, bahwasanya Indonesia yang berstatus sebagai negara berkembang (middle income trap) pertumbuhan ekonominya hanya sekitaran 5% banding jauh dengan negara tetangga kita Singapura,Malaysia dsb, yang jelas-jelas populasi penduduknya lebih besar dari kita serta kekayaan alamnya jauh lebih fantastic, akan tetapi pada faktanya kita berbanding jauh bahkan tertinggal, kita harus keluar dari kondisi yang sedemikian,

Dari data BPS mencatat pada tahun 2018 populasi penduduk Indonesia mencapai 362 juta jiwa akan tetapi angka penggaguran bertambah dari yang tahun lalu (Pemerintahan Sby) 33.000 Juta manusia menjadi 44,000  Juta manusia yang mengagur akibat dari kelebihan dari tenaga kerja dan sulitnya lapangan pekerjaan, ditambah daya beli masyrakat kita yang semakin hari semakin menurun padahal jika kita melihat laju inflasi kita saat ini sangat stabil yaitu berada 3,2 % ketimbang tahun lalu yang sampai pada 6-7% akan tetapi faktnaya meskipun laju inflasi kita menurun tapi daya beli masyarakat juga menurun padahal jika inflasi turun daya beli masyarakat semakin naik, mungkin penyebab utama dari fenomena ini adalah salah mengambil kebijakan dari pemerithan contohnya adalah kebijakan PERPRES No 20 tahun 2018 dimana dsitu mengatur kebijakan kelonggoran TKA (Tenaga Kerja Asing) masuk Ke Indonesia dengan dalih Investasi, sebab semakin longgarnya TKA masuk ke Indonesia membuat TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kita semakin sulit untuk mendapatkan pekrjaan dan akibatnya menggur dan tidak punya uang untuk membeli klebutuhan hidupnya, mungkin inlah salah satu factor yang mendorong daya beli masyarakat kita semakin menurun, maka jangan salahkan TKI kita Berteriak MY DAY, MY DAY, MAY DAY.

Tentu permasalahan seperti ini perlu kiranya meniru dari suatu kebijakan dari ekonomi China  yang membuat ekonomi china semakin maju dan berkembang dari tahun ketahun  :
1.      Memperkaya Sumber daya manusia artinya kemampuan manusia didalam bermasyarakat, termasuk keterampilan dan etika kerja dari pada buruh dan kecerdasan serta kecerdikan dari para pengusaha. Ini lah point yang terpenting yang dimiliki oleh negara Komunis China yang membuat mereka tumbuh dan mengejar ketertinggal dari negara kakap seperti USA, maka jangan salahkan pemerintahannya jika banyak TKA yang masuk dan mengisi ruang kerja kita, itu sebabnya dari diri kita lah yang tidak punya attitude dan keprofesional. Ini menjadi point penting.
2.      Kekuatan yang kedua yang mampu memotori kekuatan ekonomi china adalah adanya seperangkat institusi pasar yang berfungsi, artinya institusi pasar ini memungkinkan orang-orang yang berbakat untuk memperbaiki diri mereka sendiri dengan bekerja keras sehingga mereka dapat meningkatkan kekayaan untuk diri mereka sendiri sekaligus dan untuk meningkatkan kekayaan masayarakat.
3.      Point yang terahir yang direalisasikan oleh ekonom china adalah mengadopsi teknologi terbaru dengan mengkolaborasikan industry-industri yang ada,  point inilah yang nantinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita yang awalnya satgnan yang hanya bergerak dikisaran 5% menjadi jauh melampui batas diatas 10% dari sebalumnya, sebab sekrang ini lagi musimnya industry teknologi yang merambat kepabrik-pabrik dsb, disamping itu yang kita kenal dengan sebutan industry 4,0 atau bisa dikatakan sebagai era disrupsi, tentu pemerintah dalam hal ini harus peka terhadap lingkungan yang ada dengan tujuan untuk memakmurkan bangsa dan negara kesatuan republic Indonesia (NKRI)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...