Oleh : Ahmad Al Imron
201612290133
Permasalahan ekonomi sudah menjadi
momok tersendiri bagi setiap bangsa diseluruh penjuru dunia, permasalahn
ekonomi sungguh tidak bisa dihelakan atau dibiarkan begitu saja yang nantinya
akan merembet kemana-mana dan
mengakibatkan kehancuran atau keruntuhan dari negara tersebut, sebut saja salah
satu contoh adalah negara Besar yang berada didunia Eropa yaitu Uni Soviet mereka
adalah negara yang sangat besar dengan populasi penduduk dan system
pemerintahan yang sangat signifikan,akan tetapi mereka bubar yang terindikatori
oleh permasalahan ekonomi yang terjadi pada negaranya.
Tentu negara Indonesia tidak bisa
hanya berdiam diri melihat kelesuan dari ekonomi kita yang terjadi pada
ahir-ahir ini jika tidak menginginkan Indonesia bubar sama seperti Uni soviet,
bahakan yang telah kita ketahui
bersama-sama masalah ekonomi kita semakin rumit, bagaimana kita bisa katakan
rumit, bahwasanya Indonesia yang berstatus sebagai negara berkembang (middle
income trap) pertumbuhan ekonominya hanya sekitaran 5% banding jauh dengan
negara tetangga kita Singapura,Malaysia dsb, yang jelas-jelas populasi
penduduknya lebih besar dari kita serta kekayaan alamnya jauh lebih fantastic,
akan tetapi pada faktanya kita berbanding jauh bahkan tertinggal, kita harus
keluar dari kondisi yang sedemikian,
Dari data BPS mencatat pada tahun
2018 populasi penduduk Indonesia mencapai 362 juta jiwa akan tetapi angka
penggaguran bertambah dari yang tahun lalu (Pemerintahan Sby) 33.000 Juta
manusia menjadi 44,000 Juta manusia yang
mengagur akibat dari kelebihan dari tenaga kerja dan sulitnya lapangan
pekerjaan, ditambah daya beli masyrakat kita yang semakin hari semakin menurun
padahal jika kita melihat laju inflasi kita saat ini sangat stabil yaitu berada
3,2 % ketimbang tahun lalu yang sampai pada 6-7% akan tetapi faktnaya meskipun
laju inflasi kita menurun tapi daya beli masyarakat juga menurun padahal jika inflasi
turun daya beli masyarakat semakin naik, mungkin penyebab utama dari fenomena
ini adalah salah mengambil kebijakan dari pemerithan contohnya adalah kebijakan
PERPRES No 20 tahun 2018 dimana dsitu mengatur kebijakan kelonggoran TKA
(Tenaga Kerja Asing) masuk Ke Indonesia dengan dalih Investasi, sebab semakin
longgarnya TKA masuk ke Indonesia membuat TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kita
semakin sulit untuk mendapatkan pekrjaan dan akibatnya menggur dan tidak punya
uang untuk membeli klebutuhan hidupnya, mungkin inlah salah satu factor yang
mendorong daya beli masyarakat kita semakin menurun, maka jangan salahkan TKI
kita Berteriak MY DAY, MY DAY, MAY DAY.
Tentu permasalahan seperti ini perlu
kiranya meniru dari suatu kebijakan dari ekonomi China yang membuat ekonomi china semakin maju dan
berkembang dari tahun ketahun :
1.
Memperkaya
Sumber daya manusia artinya kemampuan manusia didalam bermasyarakat, termasuk
keterampilan dan etika kerja dari pada buruh dan kecerdasan serta kecerdikan
dari para pengusaha. Ini lah point yang terpenting yang dimiliki oleh negara
Komunis China yang membuat mereka tumbuh dan mengejar ketertinggal dari negara
kakap seperti USA, maka jangan salahkan pemerintahannya jika banyak TKA yang
masuk dan mengisi ruang kerja kita, itu sebabnya dari diri kita lah yang tidak
punya attitude dan keprofesional. Ini menjadi point penting.
2.
Kekuatan
yang kedua yang mampu memotori kekuatan ekonomi china adalah adanya seperangkat
institusi pasar yang berfungsi, artinya institusi pasar ini memungkinkan orang-orang
yang berbakat untuk memperbaiki diri mereka sendiri dengan bekerja keras
sehingga mereka dapat meningkatkan kekayaan untuk diri mereka sendiri sekaligus
dan untuk meningkatkan kekayaan masayarakat.
3.
Point
yang terahir yang direalisasikan oleh ekonom china adalah mengadopsi teknologi
terbaru dengan mengkolaborasikan industry-industri yang ada, point inilah yang nantinya akan mendorong
pertumbuhan ekonomi kita yang awalnya satgnan yang hanya bergerak dikisaran 5%
menjadi jauh melampui batas diatas 10% dari sebalumnya, sebab sekrang ini lagi
musimnya industry teknologi yang merambat kepabrik-pabrik dsb, disamping itu
yang kita kenal dengan sebutan industry 4,0 atau bisa dikatakan sebagai era
disrupsi, tentu pemerintah dalam hal ini harus peka terhadap lingkungan yang
ada dengan tujuan untuk memakmurkan bangsa dan negara kesatuan republic
Indonesia (NKRI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar