Oleh : Ahmad Al Imron (@imronalittihad)
Negara kita saat ini adalah negara
dimana ada pada suatu kondisi dimana kita tidak bisa seenaknya manyeruput kopi
dan berhaluan yang membuat negara ini akan buyar, kita harus Waspada (Warning),
kita harus saling mengingatkan (Humble) dan harus saling
mendukung satu sama lain demi visi dan misi suatu bangsa tanpa membedakan
hal-hal yang menjadi pembeda satu sama lainya.
Katakanlah yang benar dan itu memang
benar. Dan katakana jika itu memang salah dan harus bisa melontarkan kalau itu
memang salah (jangan pernah bertransaksi wacana). Apakah benar kekayaan kita
keluar tiap tahun (net outflowof national wealth) dan apakah kita
tidak mempunyai simpanan didalam negeri (there is no national wealth)
dan kita harus Menerimanya ? ist not, apakah benar kita sebagai rakyat
indonesia hanya bisa menjadi kacung
dirumah kita sendiri ? dan sungguh tragis jika benar kita sebagai rakyat
Indonesia sudah menjadi rakyat pelayan? Rakyat kita hanya menjadi pasar bukan
menjadi pemain pasar ? apakah tidak bisa menafikan kalau kita hanya bisa digaji murah
dibandingkan dengan TKA asing dimana disitu paying hukumnya jelas pada Perpres
No.20 Thn 2018? Apakah semua itu fakta sesuai data, maka mulai dari hari ini
kita katakan pada dunia bahwa “I want tube my patner, I want tube my
friends, but I not your peon.!!!
Jika kita sadar dan menyadari dan
menilai semua itu hanyalah fiksi saja yang jelas-jelas tidak bisa dibenarkan
datanya, dan mampu kita ubah dan mampu mengamankan kekayaan yang kita punya,
maka tidak ada cara lain, melainkan kita harum turun gunung, menyelam sambil
minum air, bahkan berjlan kaki diatas percikan darah kita sendiri, kita harus
menjadi leaders not manager’s, kita harus bisa memimpin rakyat, kita jangan
biarkan pemimpin-pemimpin yang hanya memimpin kelompok yang berkepentingan
saja, kita jangan biarkan tanah kita dipimpin oleh lintah-lintah yang kehausan
kekuasan, kita tidak bisa melihat dan menyaksikan bahkan menkritiki pemimpin
tanpa kita harus turun jalan dan mengantinya, itu pemimpin-pemimpin mengunakan
kekuasaannya untuk menghancurkan kita sebagai rakyat jelata yang mengatas
namakan kita sendiri, maka tidak ada jalan lain wahai sahabat-sahabat mahasiswa
di seluruh Indonesia kita harus bisa menggantinya, kita harus mampu mempin
negeri kita sendiri, memimpin dengan ilmu, memimpin dengan hati, memimpin
dengan anjuran-anjuuran ulama kita, memimpin dengan pendidikan, memimpin dan
berpihak kepada bangsa kita sendiri.
Kita harus bisa menggali potensi
kita sendiri, kita harus bisa menyadari bahawa kita adalah bangsa, kader-kader
yang tangguh dan terhormat yang tidak bisa dibeli dengan segala apaun, namun
kekuatan ini kita harus susun, dari keorang keorang, susunlah kekuatan, lima
orang untuk lima orang, sepuluh orang untuk sepuluh orang. Kita jadikan bangsa
ini bangsa yang kuat yang tidak akan rentan terhadap ancama-ancaman global dari
pihak manapun, kita buktikan bahwa kita berhak dan pasti bisa mewujudkan
cita-cita founding fathernya bangsa kita sendiri (Bung Karno
& Bung Hatta) bahwa kita bisa menjadi bangsa yang berdikari (berdiri di
atas kaki sendiri), sekkarang kita bisa tentukan pilihan, wahai sahabat-sahabat
se-mahasiswa ku diseluruh Indonesia akankah kita hanya bisa menjadi The
Followers dimana kita hanya bisa bertaya-tanya dana hanya bisa melihat
perubahan saja ataukah kita hanya bisa menjadi seorang kader bangsa The
Apathethic dimana kita hanya bisa bertanya dan menyaksikan kenapa
mereka semua bisa, sungguh ini adalah kader kader bangsa yang membuat bangsa
kita akan terus terpuruk dan selama-lamanya menjadi bangsa The middle
income Trapp, ataukah sebaliknya kita menjadi mahasiswa kader bangsa
The Leader’s yang bisa membuat suatu perubahan yang gak akan terjadi menjadi
jadi, ini adalah tangtangan kita kedepan menuju Indonesia berkelanjutan.
Salam Dari mahasiswa INZAH
Genggong Untuk mahasiswa diseluruh Indonesia, #Maribangunbangsayangkuat.
Semoga tulisan ini dibaca oleh masyarakat Indonesia dan
mengantarkan kewaspadaan dan tekad bangsa kehadapan ISTANA.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar