Rabu, 04 Juli 2018

Ini Cara Kami Sebagai Mahasiswa Untuk Merdeka


  


Oleh : Ahmad Al Imron (@imronalittihad)

Negara kita saat ini adalah negara dimana ada pada suatu kondisi dimana kita tidak bisa seenaknya manyeruput kopi dan berhaluan yang membuat negara ini akan buyar, kita harus Waspada (Warning), kita harus saling mengingatkan (Humble) dan harus saling mendukung satu sama lain demi visi dan misi suatu bangsa tanpa membedakan hal-hal yang menjadi pembeda satu sama lainya.

Katakanlah yang benar dan itu memang benar. Dan katakana jika itu memang salah dan harus bisa melontarkan kalau itu memang salah (jangan pernah bertransaksi wacana). Apakah benar kekayaan kita keluar tiap tahun (net outflowof national wealth) dan apakah kita tidak mempunyai simpanan didalam negeri (there is no national wealth) dan kita harus Menerimanya ? ist not, apakah benar kita sebagai rakyat indonesia hanya  bisa menjadi kacung dirumah kita sendiri ? dan sungguh tragis jika benar kita sebagai rakyat Indonesia sudah menjadi rakyat pelayan? Rakyat kita hanya menjadi pasar bukan menjadi pemain pasar ? apakah tidak bisa menafikan  kalau kita hanya bisa digaji murah dibandingkan dengan TKA asing dimana disitu paying hukumnya jelas pada Perpres No.20 Thn 2018? Apakah semua itu fakta sesuai data, maka mulai dari hari ini kita katakan pada dunia bahwa “I want tube my patner, I want tube my friends, but I not your peon.!!!

Jika kita sadar dan menyadari dan menilai semua itu hanyalah fiksi saja yang jelas-jelas tidak bisa dibenarkan datanya, dan mampu kita ubah dan mampu mengamankan kekayaan yang kita punya, maka tidak ada cara lain, melainkan kita harum turun gunung, menyelam sambil minum air, bahkan berjlan kaki diatas percikan darah kita sendiri, kita harus menjadi leaders not manager’s, kita harus bisa memimpin rakyat, kita jangan biarkan pemimpin-pemimpin yang hanya memimpin kelompok yang berkepentingan saja, kita jangan biarkan tanah kita dipimpin oleh lintah-lintah yang kehausan kekuasan, kita tidak bisa melihat dan menyaksikan bahkan menkritiki pemimpin tanpa kita harus turun jalan dan mengantinya, itu pemimpin-pemimpin mengunakan kekuasaannya untuk menghancurkan kita sebagai rakyat jelata yang mengatas namakan kita sendiri, maka tidak ada jalan lain wahai sahabat-sahabat mahasiswa di seluruh Indonesia kita harus bisa menggantinya, kita harus mampu mempin negeri kita sendiri, memimpin dengan ilmu, memimpin dengan hati, memimpin dengan anjuran-anjuuran ulama kita, memimpin dengan pendidikan, memimpin dan berpihak kepada bangsa kita sendiri. 

Kita harus bisa menggali potensi kita sendiri, kita harus bisa menyadari bahawa kita adalah bangsa, kader-kader yang tangguh dan terhormat yang tidak bisa dibeli dengan segala apaun, namun kekuatan ini kita harus susun, dari keorang keorang, susunlah kekuatan, lima orang untuk lima orang, sepuluh orang untuk sepuluh orang. Kita jadikan bangsa ini bangsa yang kuat yang tidak akan rentan terhadap ancama-ancaman global dari pihak manapun, kita buktikan bahwa kita berhak dan pasti bisa mewujudkan cita-cita founding fathernya bangsa kita sendiri (Bung Karno & Bung Hatta) bahwa kita bisa menjadi bangsa yang berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), sekkarang kita bisa tentukan pilihan, wahai sahabat-sahabat se-mahasiswa ku diseluruh Indonesia akankah kita hanya bisa menjadi The Followers dimana kita hanya bisa bertaya-tanya dana hanya bisa melihat perubahan saja ataukah kita hanya bisa menjadi seorang kader bangsa The Apathethic dimana kita hanya bisa bertanya dan menyaksikan kenapa mereka semua bisa, sungguh ini adalah kader kader bangsa yang membuat bangsa kita akan terus terpuruk dan selama-lamanya menjadi bangsa The middle income Trapp, ataukah sebaliknya kita menjadi mahasiswa kader bangsa The Leader’s yang bisa membuat suatu perubahan yang gak akan terjadi menjadi jadi, ini adalah tangtangan kita kedepan menuju Indonesia berkelanjutan.

           
Heys mahasiswa seluruh Indonesia, akankah kalian tuli atau tertidur bahkan tidak bisa bangun, haruskah kalian diam melihat kemungkaran tanpa ada sedikit gebrakan untuk mengubahnya, kalau emang itu yang terjadi pada diri kalian mending kalian bubar dan angkat kaki dinegeri yang kuat ini, kalian adalah anak bangsa yang kuat, nenek kita, bapak-bapak kita dulu dicekokin dua pilihan (Bung Tomo) menyerah pada sekutu dan menunggu kemerdekaan dari penjajah, akan tetapi bangsa kita berani dan mengambil keputusan untuk merebut dan berjuang sendri untuk kemerdekaan bangsa sendiri dengan segala tumpah darah yang mereka kucurkan ketanah-tanah demi membangun cita-cita bangsa. Sekarang kalianlah yang menjadi posisi yang dirasakan oleh bapak bangsa kita, menyerah atau diam.

 Salam Dari mahasiswa INZAH Genggong Untuk mahasiswa diseluruh Indonesia, #Maribangunbangsayangkuat.

Semoga tulisan ini dibaca oleh masyarakat Indonesia dan mengantarkan kewaspadaan dan tekad bangsa kehadapan ISTANA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...