Jumat, 22 Juni 2018

RAKYAT DICEDERAI PEMERINTAH DENGAN ADANYA DWIFUNGSI JENDRAL POLRI SEBAGAI PJ GUBENUR JAWA BARAT



RAKYAT DI TIPU PEMERINTAH ATAS DWIFUNGSI  JENDRAL POLRI SEBAGAI PJ GUBENUR JAWA BARAT

Oleh : Ahmad Al Imron (Fadli Zon)


            Kertosono-Gading,  Pelantikan Komjen M.Irawan sebagai pejabat gubenur (PJ) jawa barat oleh mentri dalam negri (Mendagri) hari ini, senin 18 juni 2018, telah menjatuhkan kredebilitas Pemerintahan dan melukai serta mencederai hati rakyat Indonesia.

            Masalah ini pernah menjadi kontrioversi sejak januari hingga Februari 2018. Menanggapi kritik dari masyarakat luas,pemerintah baik KEMENDAGRI, polri dan Menko Polhukham pada 20 februari 2018 akhirnya menyatakan usaha tersebut ditarik atau dibatalkan. Selain mencederai semnagat reformasi, memang tidak adalasan menjadikan perwira polisi dijadikan sebagai Pj Gubenur jawa barat. Masih banyak pejabat lain yang bisa menduduki kursi jabatan dilingkun Kemendagri.

            Namun, pelantikan Komjen M. Irawan menjadi PJ gubenur jawa barat hari ini menjadi bukti bahawasanya semua pernyataan dari pemerintah tidak bisa dipercayai (Pemerintah Tukang Bohong), pemerintah bisa dikatakan telah melakukan suatu kebohongan public alias menipu rakyat.

            Alasn dirjen otonomi daerah menyatakan bahawasanya komjen M. irawan kini bukan lagi perwira aktif dilingkungan mabes polri, karena yang bersangkutan hario ini menjabat sebagai sestama lenhamas, adalah sebuah alasan yang mengada-ada, pasalnya itu hanya mengkonfirmasi sejak awal yang bersangkutan  memang sudah harus diplot jadi Pj gubenur jawa barat. Sehingga mutasi dari mabes polri ke Lemhamas pada maret silam hanya dilakukan untuk memuluskan suatu rencana  kemendagri saja.

            Tetap yang ditunjuk nama yang bersangkutan  tentu saja memunculkan pertanyaan. Kenapa pemerintah pemerintah begitu ngotot menjadikan M. irawan sebagai Pj Gubenur jawa barat,  sehinggaq pemerintah lupa diri jikalau dirinya menjilat ludah kembali, apa motifnya ? dulu alesanya karana rawan politik tapi pada realitnya Pilkada jawa barat aman-aman saja.

            Sesuai data yang mencatat setidaknya ada tiga persoalan dari pelantikan Pj gubenur jawa barat hari ini, pertama, pelantikan ini telah menjatuhkan Kreadebiltas pemerintahan. Dulu rezim menyebutkan usulan ini hanyalah isu saja, Mendagri dan kapolri juga sudah menarik usulan tersebut. Menko Polhukham Juga sudah mengkalrifikasikan Pembatalan usulan tersebut. Tiba tiba hari ini malah dilantik. Masayarkat bisa menilai sendiri, siapa sebenarnya yang gemar berbohong? Kedepan, sulit bagi public untuk gampang mempercayai pernyataan dari pemerintah. Apa yang dikatakan lain degan apa yang dilakukan.

            Kedua, keputusan tersebut akan menimbulkan indepensi polri kian dipertanyakan,  baik untuk kontek pilkada jawa barat dan pilkada lainyya, termasuk pada seluruh tahap demokrasi yang kita jalani tahun ini dan  tahun depan. Kita bisa mendengar laporan-laporan dari berbagai daerah dari tidak netralnya oknum-oknum aparat tertentu. Kita yakin pasti masih banyak sikap polri yang tidak netral bekerja dijalan konstitusi untuk menjaga demokrasi kita, namun pelajaran dari pilkada DKI lalu masih sanagat membekas bagaimana ada oknum yang sengaja berpihak pada calon tertentu. Ini merugikan bagi intitusi polri  yang merupakan intitusi milik kita bersama.

            Ketiga, kengototan ini pasti mincing lahirnya spekulasi ditengah masyrakat. Apa sebenarnya yang terjadi ini? Sebab, dulu saat masalah ini menjadi kontroversi , perwira polri diajukan sebagai Pj Gubenur karna dianggap Pilkada jawa barat dikira rawan, penilaian tersebut terbukti tidak valid, telah dibantah oleh data kemendagri dan polri sendiri. Jawa barat bukan merupakan daerah zona merah pilkada. Bahkan sejauh ini proses pilkada  berjalan sangat lanjar dan aman. Langkah pemerintah yang tak mau dikoreksi semacam inilah yang justru  bisa memanaskan dan meresahkan masyarakat jawa barat. Keputusan ini bisa menodai pilkada dijawa barat.

Hal-hal semacam ini perlu dikoreksi, jangan sampai pemerintah ini berjalan secara buta dan tuli, mengabaikan kritik dan control masyarakat. Pemerintah harus dan jangan menipu rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...