Kamis, 21 Juni 2018

Ini Rezim Apa, Kok Bisa Utang BUMN Berdarah-Darah Terhadap APBN


   INI REZIM APA, KOK BISA UTANG BUMN MEREMBET TERHADAP APBN

Oleh : Ahmad Al Imron (Dr. Fadli Zon, S.s., M.sc – Wakil Ketua DPR RI) 


            SAYA menyoroti persoalan melonjaknya utang BUMN hingga Rp.13.000 triliun dalam empat tahun terahir ini. Menurut Saya, BUMN kita sedang berada diambang Krisis Utang yang serius. Untuk meyeimbangkan neraca keungan, Sejumlah BUMN, terutama yang bergerak dibidang energy dan inflastruktur,  terancam harus menghentikan investasi untuk lima tahun kedepan.

            Satu persatu masalah yang ditanam oleh rezim yang berkuasa saat ini mulai meletus menjadi ancaman.  Semua Ahli oposisi dari pemerintahan sudah mengingatkan dari awal bahwa pembangunan inflastuktur yang dilakukan saat perekonomian sedang lesu dan negara tak punya uang  sangatlah berbahaya. Tapi presiden berdalih bahwea pembangunan inflastuktur tak akan membebani APBN.

            Kini kita bisa melihat bersama-sama bahwa dalih tersebut tidaklah benar. Pada kenyataan pembangunan tadi telah dibiayai BUMN yang resikonya pasti akan kembali lagi ke APBN.

            Sebagai gambaran saat ini total uatang BUMN Rp. 4,825 T,  atau  naik rp.1,337t dibandingkan catatan  utang tahun 2014 yang sebesar rp 3.488 t. kalau kita perhatikan data-data tentang utang Indonesia, lonjakan utang sector public terjadi pada tahun 2014 terutama disebabkan lonjakan utang BUMN.

            Ada dua masalah fatal yang terkait pada utang BUMN tersebut. Pertama, sebagian besar utang itu merupakan utang jangka pendek. ini sangat berbahaya sebab situasi perekonomian global maupun domestic, sedaang mengalami kontraksi. Kedua  dari data yang telah dipublis didalam media nasional sekitaran 60% utang berbentuk  valuta asing yang sangat rentang terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Jika nilai tukar rupiah melemah, Maka BUMN maka semakin berdarah-darah.

            Meski total asset BUMN naik menjadi Rp. 7,22 t pada ahir 2017. Dengan angkla utang Rp. 4,825 t, rasio utang BUMN sudah mencapai 67% asset. Ini sudah lampui merah sebenarnya. Celakanya, dalam kondisi semacam itu, kementrian BUMN masih menargetkan menambah utang hingga Rp.5,253 t sepanjang tahun ini.

            Coba kita bayangkan, dalam tiga tahun terahir sejak tahun 2014, semua BUMN karyanya hanya utang yang terus menaik hingga 100%,  bahkan ada yang lebih dari 600%. Ini kekeliruan kebijakan. PT Waskita Karya Tbk misalnya, utangnya meroket hinnga 669%. Dari sudut pandang manapun kenaikan ini tidak lah sehat dan sedang sakit.

            Tidak heran, standar & Poo’rs Global Ratings member kartu kuning kepada BUMN kita. Neraca BUMN kita terus semaki8n memburuk sesudah terlibat dalam berbagai Proyek inflastuktur pemerintah. BUMN, terutama yang berada disektor kelistrikan dan konstruksi, telah mencetak utrang yang sangat besar. Hal ini telah menyebabkan neraca perseroan jadi bernanah-nanah.

            Akibat perencanaan pemerintah yang sangat ceroboh, kita pada saat ini telah masuk pada jebakaan utang yang sangat berbahaya. Masyarakat tidak boleh lupa, seluruh krisis ekonomi yang terjadi  selalu terkait dengan utang. Krisis pada thun 1997-1998, misalnya, terjadi akibat akumulasi utang yang terjadi pasca liberalisasi sector keungan pada decade 1980 an, disebabkan ekpansi fiskal dan akumulasi utang pemerintah yang berlebihan.

             Bagaimana pemerintah mengatasi Utang BUMN ini ?  dengan Penyertaan Modal Negara (PMN). Dari mana pemerintah memberikan uang terhadap PMN ? dari menambah utang pemerintah ? ini kan yang terjadi seperti lingkaran setan, karena ujung-ujungnya tetap kembali kepada APBN. Itu sebabnya, saat presiden dulu mengklaim bahwa pembangunan inflastuktur tidak akan membebani APBN, sejak awal kami mahasiswa menganggapnya semua omong kosong. Sudah jelas semua itu sudah mengarah dan membebani terhadap APBN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...