MAHASISWA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERUBAHAN EKONOMI BANGSA
Oleh : Ahmad Al Imron (Ekonomi Islam
Perspektif Historis & metodelogis {Arif Hoetore})
Sejarah perekonomian hampir selalu
berangkat dari “The Wealth Of Nation”
lebih lebih perekonomian modern. Periodisasi ini seolah-olah telah
diterima luas diberbagai penjuru dunia sebagai pembagian kurun waktu yang valid
dalam memahami makna ekonomi. Dan dengan begitu merupakan representasi titik
tolak sejarah perekonomian modern yang monumental. Dikarenakan untuk kali
pertama ekonomi ditulis secara sistematik dan ilmiah. Lebih dari hal itu adalah
bahwa ekonomi kini menjelma sebagai momok subjek kajianyang bebas dari tafsiran
agama yang sudah termarjinalkan oleh revolusi Renaisans atau pencerahaan akal
pikiran dunia barat. Revolusi ini merupakan sebuah gerakan/tradisi yang
mendobrak khazanah intelektual abad pertengahan dari dominasi tafsiran gereja
atas ilmu pengetahuan yang oleh ilmuan barat tafsiran tersebut tafsiran
tersebut dipandang sebagai hambatan untuk kebebasan dan kemajuan akal dan
fikiran. Namun sejatinya banyak intelektual intelektual barat yang menilai bahwa
pemikiran ekonomi telah menghapus sumber sumber pengetahuan paling berharga
yang berkembang selama abad pertengahan, yaitu suatu masa ketika kebudayaan
islam mencapai zaman keemasannya (The Golde Age of Islam). Dimana masa
itu, dunia islam telah menghadirkan bangunan kebudayaan dan peradaban yang
paling mengagumkan. Khususnya dibidang ekonomi. Oleh karena itu sudah jelas
bahwasanya islam memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pemikiran
ekonomi masa lalu, maka dari itu ummat muslim pun berhak untuk merevisi
kejanggalan tersebut. Hak intelektual ini bukan hanya sebagai penyumbang tali
terputus, melainkan kerja keilmuan ekonomi yang dibangun diatas tradisi sendiri
sekaligus melengkapi sejarah pemikiran ekonomi modern, tidak terlepas pula
bagaimana perkembangan perekonomian diindonesia
Sejak tahun1950 an pemikiran ekonomi
pada umumnya upaya pengembangan
sturuktural perekonomian klonial menjadi perekonomian nasional,akan tetapi
hambatan dalam mewujudkan hal tersebut adalah berlakunya system klonial yang
cukup lama. Kondisi inilah yang mau
diubah oleh pemikir pemikir ekonomi nasional kabinet diera demokrasi parlemen, upaya membangkitkan
perekonomian sudah dimualai sejak demokrasi pertama kabinet parlemen yaitu oleh
kabinet Nasir, perhatian dan
perkembangan terhadap ekonomi dicurahkan oleh Bapak Sumitro Juju Hadi Kusumo ia mencurahkan
pemikirannya “bahwa pembangunan
ekonomi Indonesia pada hakikatnya adalah pembangunan ekonomi baru.” Sumitro
mencoba memekraktekan pemikiran tersebut pada sector perdagangan. Ia
berpendapat bahwasanya pembangunan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari
kelas ekonomi menegah pribuimi yang kuat. Oleh karena itu bangsa Indonesia
harus segera mungkin menumbuhkan kelas pengusaha pribumi. Singkat cerita dari
pemikiran-pemikiran ekonomi nasional yaitu sejak gagalnya G-30-S PKI, maka Orde
Baru menggantikan Orde Lama. Rencana Orde ekonomi orde baru pun disusun dan
dirancang guna menghapus kegagalan ekonomi orde lam. Orde baru menyadari tugasnya
yang berat dalam membangun kembali system perekonomian yang pada akhirnya membentuk Badan
Perencanaan Nasional (Bapenas) tahun 1967 yang berhasil menyusun rencana
Pembngunan Lima Tahun (repelita pertama).
Berawal dari factor inilah
pemerintah orde baru mencoba meninggalkan system ekonomi liberal – yang
bercorak swasta, tinggalkan masa penjajahan menuju system ekonomi kemerdekaan
yang berlandaskan pancasila, bukan kapitalis maupun sosialis. Dasar dari system
ekonomi masa orde baru ini adalah UUD 1945 pasal 33 yang diberi nama sebagai
system ekonomi Pancasila.
Pasal 33 merupakan pasal yang sangat
penting, karena pasal ini dijadikan dasar dan titik tolak bagi pembangunan
ekonomi. Tujuan ekonomi nasional adalah kesejahteraan sosial dab kemakmuran
bagi rakyat banyak. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 ini GBHN menggariskan, bahwa
pembangunan ekonomi yang didasrakan pada demiokrasi ekonomi menentukan
masyarjat harus memegang peran aktif dalaqm kegiatan pembangunan.
Hal senada yang dijelaskan seacara
panjang lebar oleh tokoh ekonomi Bapak
Kintowijoyo dalam bukunya “Identitas Politik Ekonomi Islam”, bahwa
system ekonomi pancasila dimasa orde baru
(disebut juga Demokrasi Ekonomi atau Kapitalisme dan Sosialisme
Indonesia) berlandaskan secara ideal pada pancasila dan secara structural pada
UUD 1945. Dimana pasal ini mengatakan bahwasnya asas ekonomi ialah kebersamaan
dan kekluargaan artinya bebas. Kiranya asas ini sama persis yang diamksud Ethical
Economy dalam Islam. Oleh karena itu, tidak ada cara lain bagi ummat islam
sebagai warga negara Indonesia selain mendukung sepenuhnya system ekonomi
pancasila tersebut. Namun snagat disayangkan bahwa sitem ekonomi ini yang
bertujuan begitu luhur sesuai degan nilai nilai islami tidak sepenuhnya
dilaksanakan oleh antek antek pemerintahan dimasa itu. Pemerintah melaksanakan
demokrasi ekonomi pancasila hanya setengah hati saja.
Maka dari itu perlu kiranya kita
sebagai warga negara Indonesia merubah system ekonomi yang pada dasarnya
hanya membuat ketertimpanagan terhadap
masayarakat Indonesia menjadi system ekonomi islam yang berlandaskan Al-Qur an
dan Al – hadist serta ijtihad-ijtahad ulama tanpa membuang nilai Pancasila Dan
UUD 1945. Melihat dari kegagalan system ekonomi yang dianut oleh bangsa
Indonesia dari masa kemasa terlebihnya pada tahun 1998 yaitu terjadi suatu krisis moneter yang
terindikatori oleh sistem ekonomi kapitalis dan sosialis tidak bisa dihelakan
akan terjadi krisis menoter yang kedua kalinya jika sampai saat ini system
tersebut masih belum direalisasikan menjadi system ekonomi islam. Kata Dr.
Syafi’I Antonio: bahawasnya bangsa
indonesia sejak pra kemerdekaan sudah menggunakan system ekonomi islam atau
lebih dikenalnya dengan istilah ekonomi kerakyatan, akan tetapi system ekonomi
tersebut dihilangkan oleh
pemerintah bangsa barat (VOC) dimana bangsa barat merubah system ekonomi
kemasyarakat menjadi sytem ekonomi kapitalis yang menyebanbkan banyak ketertimpangan diberbagai lapisan masyarakat. maka perlu kiranya bagsa indionesia merubah
kembali system tersebut pada hakikatnya menjadi system ekonomi
kerakyatan/islam.
Dimana Ekonomi islam sanagat berbeda dengan system ekonomi
kapitalis dan sosialis. Juga bukan merupakan
sintesa dari system-sistem tersebut. Ekonomi islam sejak awal – meminjam
istilah Monzer Kahf – merupakan formulasi yang didasrkan pada pandangan islam
tentang kehidupan. Menurut Mohammad Daud Ali, Ekonomi islam adalah kumpulan
dasar dasar ekoomo yang disimpulkan dari Al-Qur’an dan As Sunnah yang ada
hubungannya dengan ekonomi. Jadi, ekonomi islam terlepas dari adanya atau
tidaknya realitas – telah terbukti adanya merupakan konsep ekonomi yang
prinsipnya berdasarkan atas dua sumber tersebut terhadap kegiatan dalam
kehidupan.
Sehingga dalam islam ekonomi harus
dapat terwujud dalam siklus ekonomi pada semua lapisan masyarakat. Ekonomi
tidak didominasi oleh satu golongan tertentu (sebagi Kapitalis), juga tidak
didominasi atas pemerintah yang otoriter sebagaimana sosialisme/komunisme,
memang ekonomi termasuk ekonomi islam bekerja atas, (1) tujuan yang sama
yaitu mencari pemuas kebutuhan hidup manusia, baik keperluan hidup pribadi atau
keperluan hidup masyarkat secara keseluruhan. (2) prinsip atau motif yang sama, yaitu setiap orang atau
masayarakat akan berusaha mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan tenaga
atau ongkos yang sekecil kecilnya dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Namun,
tujuan dan prinsip serta motivasi dalam ekonomi islam berbeda dengan tujuan dan
motifasi pada ekonomi kapitalis dan sosialis.
Tujuan ekonomi islam adalah tujuan
mulia yang didasarkan atas pencarian ma’isyah (kehidupan) dalam rangka
mencari rezeki tuhan yang dilakukan dengan cara halal lagi Thayyib. Menurut
Murasa Sarkaniputra : paradigm ekonomi islam menjadi nyata pada visi seorang
yang hanya memproduksi komuditi yang halal dan thayyib (baik) serta dalam
mencapai pendapatan ia tidak melaksanakan maksimalisasi laba. Ketiga paradigma
baru itulah, lanjut Murasa, yang akan mengubah orang orang khususnya masyarakat
Indonesia melaksanakan Muamalah sehari-harinya
yang dtujukan untuk mencapai Mardhatillah atau Kaffah. Maka dari kita
sebagai Mahasiswa yang notabenya sebagai Agen Of Change
harus mampu membuat suatu gebrkan yang dahsyat untuk merubah system
ekonomi menjadi system ekonomi islam dengan cara ;
1.
Mempelajari
Teori Ekonomi Islam.
Langkah pertama untuk mewujudkan terciptanya system ekonomi islam
yangb kaffah iyalah mempelajari atau menkonsumsi teori teori tentang ekonomi,
permasalahan-permasalahan ekonomi, kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah baik menurut
kacamata islam ataupun konvensional, yang mana tujuannya adalah untuk mengkaji
ulang, membandingkan yang nanti akan menemukan solusi (titik temu) dari
permasalahan yang timbul dari masyarakat nantinya, kemudian setelah mempelajari
teori tertentu kita harus mempraktekan sepenuhnya dalam kehidupan sehari hari
sehingga benar benar menyatu dan kebiasaan kita, baik dalam berprilaku serta
bertutur kata.
2.
Dakwah
Ekonomi Islam.
Ø Halalin Diri Sendiri
Dakwah ekonomi islam adalah salah satu point terpenting untuk
mewujudkan system ekonomi islam di Indonesia , langkah pertama kita harus bisa mendakwahi diri dulu
dalam artian harus bisa menghalalkan diri sendiri yang bersih dari sytem
MANGRIB (Maisyir,Gharar dan Riba) dalam
kehidupan sehari-hari, tentu tidak arif jika kita mengajak orang lain bersystem
ekonomi islam sedagkan kita sendiri masih melakukan system ekonomi
Konvensional, menurut Abdul Ghofur,
M,E,I. salah satu dosen Di Institut Ilmu Keislam Zainul Hasan Genggong “bahwasanya
jika k ingin merubah orang lain, maka rubahlah diri kita terlebih dahulu” .
begitu pula system ekonomi yang ada di Indonesia jika ingin merubahnya tidak
serta merta koar koar terhadapa semua kalangan melainkan kita harus bisa
menghalalkan diri sendiri terlebih dahulu, jika semua itu sudah terlaksana
dengan baik, maka dengan mudahnya mahasiswa bisa menuntun masyarakat
masayarakat indonesia kembali kepada system ekonomi islam.
Ø Halalin Sesama Mahasiswa/i
Langkah selanjutnya untuk merubah sytem ekonomi diindonesia iyalah
mensyiarkan ekonomi Islam diranah kampus (sesame Mahasiswa/i). syiar ini dilakaukan berbagai macam cara
mulai dari menyiarkan ekonomi islam
diberbagai media seperti Group-group WhatsAp,Fb dsb atau melalui Forum Organisiasi, kajian kajiankampus, Seminar
kampus yang nantinya kita memasukan berbagai isu isu hangat tentang ekonomi dimana
dengan kemasan semanarik mungkin sehingga ghiroh mahasiswa muncul untuk
mempelajari dan menerapkan ekonomi islam, dan pada setiap kegiatan kita harus
bisa mempromosikan kegiatan tersebut kedalam jejaring sosial sehinggga isu/kegiatan yang kita bentuk tersebar luas
dan mengalir dari satu mahasiswa kemahasiswa yang lain, dari satu organisasi
mengalir keorganisasi yang lain begitupun seterusnya sehingga akan terbentuk
suatu sirkulasi yang berkelanjutan yang dapat merubah Mindseat ekonomi islam
dilingkungan kampus dan tergerus dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh,
sehingga islam akan membumi dibidang ekonomi dilingkungan kampus.
Ø Halalin Masyarakat
Kemudian langkah selanjutnya Mahasiswa Sebagai agen perubahan
Iyalah Mensyiarkan ekonomi Islam keberbagai lapisan masayarakat,, melihat
sangat Minimnya pengetahuan masayarakat terhadap ekonomi islam maka dari itu sangat penting kita
sebagai mahasiswa memperkenalkan ekonomi islam kepada semua kalangan, melalui
bergaii macam cara, misalkan mensyiarkan ekonomi islam dengan cara blusukan
kedesa-desa atau Kampanye Nasional (KAMNAS) keberbagai pasar dan
sekolah-sekolah dengan memperkenalkan pentingnya berekonomi dengan landasan
Syariah islam dan indahnya bersystem ekonomi islam. Dalam hal ini nantik bisa
membuat suatu kelompok atau forum (organisasi) yang memperluas dakwah ekonomi
islam diberbagai kalangan Masyarakat Indonesia.
Ø Mendorong Pemerintah
Dalam hal ini mahasiswa harus mampu merealisasikan atau
menyampaikan suaranya terhadap pemerintah yang nantinya mahasiswa harus bisa
menjadi intermediary actor didalmnya,
dalam hal ini mahasiswa harus bisa menbdongkrak pemikirannya untuk meminta
kebijakan terhadap pemerintah dengan berbagai cara, misalkan membuat suatu
kebijakan dimana mewajibkan anak bangsa memepelajari ekonomi islam sejak bangku
Sekolah Dasar. dari kebijakan tersebut bangsa Indonesia akan sadar pentingnya
ekonomi islam sejak dini. Yang anntinya bertujuan untuk menggalaksikan ekonomi
islam secara universal.
Beberapa cara tersebut adalah salah satu cara yang sangat efesien
dan efektif untuk membuat suatu perubahan dalam system berekonomi dari system
ekonomi kapitalis maupun sosialisme menjadi system ekonomi islam yang bertujuan
untuk memaslahatkan bersama dan mewujudkan ekonomi Indonesia yang sejahtera dan
berkarakter sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar