Kamis, 10 Mei 2018

MAHASISWA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERUBAHAN EKONOMI BANGSA


MAHASISWA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERUBAHAN EKONOMI BANGSA
Oleh : Ahmad Al Imron (Ekonomi Islam Perspektif Historis & metodelogis {Arif Hoetore})

Sejarah perekonomian hampir selalu berangkat dari “The Wealth Of Nation”  lebih lebih perekonomian modern. Periodisasi ini seolah-olah telah diterima luas diberbagai penjuru dunia sebagai pembagian kurun waktu yang valid dalam memahami makna ekonomi. Dan dengan begitu merupakan representasi titik tolak sejarah perekonomian modern yang monumental. Dikarenakan untuk kali pertama ekonomi ditulis secara sistematik dan ilmiah. Lebih dari hal itu adalah bahwa ekonomi kini menjelma sebagai momok subjek kajianyang bebas dari tafsiran agama yang sudah termarjinalkan oleh revolusi Renaisans atau pencerahaan akal pikiran dunia barat. Revolusi ini merupakan sebuah gerakan/tradisi yang mendobrak khazanah intelektual abad pertengahan dari dominasi tafsiran gereja atas ilmu pengetahuan yang oleh ilmuan barat tafsiran tersebut tafsiran tersebut dipandang sebagai hambatan untuk kebebasan dan kemajuan akal dan fikiran. Namun sejatinya banyak intelektual intelektual barat yang menilai bahwa pemikiran ekonomi telah menghapus sumber sumber pengetahuan paling berharga yang berkembang selama abad pertengahan, yaitu suatu masa ketika kebudayaan islam mencapai zaman keemasannya (The Golde Age of Islam). Dimana masa itu, dunia islam telah menghadirkan bangunan kebudayaan dan peradaban yang paling mengagumkan. Khususnya dibidang ekonomi. Oleh karena itu sudah jelas bahwasanya islam memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pemikiran ekonomi masa lalu, maka dari itu ummat muslim pun berhak untuk merevisi kejanggalan tersebut. Hak intelektual ini bukan hanya sebagai penyumbang tali terputus, melainkan kerja keilmuan ekonomi yang dibangun diatas tradisi sendiri sekaligus melengkapi sejarah pemikiran ekonomi modern, tidak terlepas pula bagaimana perkembangan perekonomian diindonesia

Sejak tahun1950 an pemikiran ekonomi  pada umumnya upaya pengembangan sturuktural perekonomian klonial menjadi perekonomian nasional,akan tetapi hambatan dalam mewujudkan hal tersebut adalah berlakunya system klonial yang cukup  lama. Kondisi inilah yang mau diubah oleh pemikir pemikir ekonomi nasional kabinet diera  demokrasi parlemen, upaya membangkitkan perekonomian sudah dimualai sejak demokrasi pertama kabinet parlemen yaitu oleh kabinet Nasir,  perhatian dan perkembangan terhadap ekonomi dicurahkan oleh  Bapak Sumitro Juju Hadi Kusumo ia mencurahkan pemikirannya  bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakikatnya adalah pembangunan ekonomi baru.” Sumitro mencoba memekraktekan pemikiran tersebut pada sector perdagangan. Ia berpendapat bahwasanya pembangunan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari kelas ekonomi menegah pribuimi yang kuat. Oleh karena itu bangsa Indonesia harus segera mungkin menumbuhkan kelas pengusaha pribumi. Singkat cerita dari pemikiran-pemikiran ekonomi nasional yaitu sejak gagalnya G-30-S PKI, maka Orde Baru menggantikan Orde Lama. Rencana Orde ekonomi orde baru pun disusun dan dirancang guna menghapus kegagalan ekonomi orde lam. Orde baru menyadari tugasnya yang berat dalam membangun kembali system perekonomian  yang pada akhirnya membentuk Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) tahun 1967 yang berhasil menyusun rencana Pembngunan Lima Tahun (repelita pertama).

Berawal dari factor inilah pemerintah orde baru mencoba meninggalkan system ekonomi liberal – yang bercorak swasta, tinggalkan masa penjajahan menuju system ekonomi kemerdekaan yang berlandaskan pancasila, bukan kapitalis maupun sosialis. Dasar dari system ekonomi masa orde baru ini adalah UUD 1945 pasal 33 yang diberi nama sebagai system ekonomi Pancasila.

Pasal 33 merupakan pasal yang sangat penting, karena pasal ini dijadikan dasar dan titik tolak bagi pembangunan ekonomi. Tujuan ekonomi nasional adalah kesejahteraan sosial dab kemakmuran bagi rakyat banyak. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 ini GBHN menggariskan, bahwa pembangunan ekonomi yang didasrakan pada demiokrasi ekonomi menentukan masyarjat harus memegang peran aktif dalaqm kegiatan pembangunan.

Hal senada yang dijelaskan seacara panjang lebar oleh tokoh ekonomi  Bapak Kintowijoyo dalam bukunya “Identitas Politik Ekonomi Islam”, bahwa system ekonomi pancasila dimasa orde baru  (disebut juga Demokrasi Ekonomi atau Kapitalisme dan Sosialisme Indonesia) berlandaskan secara ideal pada pancasila dan secara structural pada UUD 1945. Dimana pasal ini mengatakan bahwasnya asas ekonomi ialah kebersamaan dan kekluargaan artinya bebas. Kiranya asas ini sama persis yang diamksud Ethical Economy dalam Islam. Oleh karena itu, tidak ada cara lain bagi ummat islam sebagai warga negara Indonesia selain mendukung sepenuhnya system ekonomi pancasila tersebut. Namun snagat disayangkan bahwa sitem ekonomi ini yang bertujuan begitu luhur sesuai degan nilai nilai islami tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh antek antek pemerintahan dimasa itu. Pemerintah melaksanakan demokrasi ekonomi pancasila hanya setengah hati saja. 

Maka dari itu perlu kiranya kita sebagai warga negara Indonesia merubah system ekonomi yang pada dasarnya hanya  membuat ketertimpanagan terhadap masayarakat Indonesia menjadi system ekonomi islam yang berlandaskan Al-Qur an dan Al – hadist serta ijtihad-ijtahad ulama tanpa membuang nilai Pancasila Dan UUD 1945. Melihat dari kegagalan system ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia dari masa kemasa terlebihnya pada tahun 1998  yaitu terjadi suatu krisis moneter   yang terindikatori oleh sistem ekonomi kapitalis dan sosialis tidak bisa dihelakan akan terjadi krisis menoter yang kedua kalinya jika sampai saat ini system tersebut masih belum direalisasikan menjadi system ekonomi islam. Kata Dr. Syafi’I Antonio:  bahawasnya bangsa indonesia sejak pra kemerdekaan sudah menggunakan system ekonomi islam atau lebih dikenalnya dengan istilah ekonomi kerakyatan, akan tetapi system ekonomi tersebut dihilangkan  oleh pemerintah  bangsa barat (VOC)  dimana bangsa barat merubah system ekonomi kemasyarakat menjadi sytem ekonomi kapitalis yang menyebanbkan banyak  ketertimpangan diberbagai lapisan masyarakat.  maka perlu kiranya bagsa indionesia merubah kembali system tersebut pada hakikatnya menjadi system ekonomi kerakyatan/islam.

Dimana Ekonomi islam  sanagat berbeda dengan system ekonomi kapitalis dan sosialis. Juga bukan merupakan  sintesa dari system-sistem tersebut. Ekonomi islam sejak awal – meminjam istilah Monzer Kahf – merupakan formulasi yang didasrkan pada pandangan islam tentang kehidupan. Menurut Mohammad Daud Ali, Ekonomi islam adalah kumpulan dasar dasar ekoomo yang disimpulkan dari Al-Qur’an dan As Sunnah yang ada hubungannya dengan ekonomi. Jadi, ekonomi islam terlepas dari adanya atau tidaknya realitas – telah terbukti adanya merupakan konsep ekonomi yang prinsipnya berdasarkan atas dua sumber tersebut terhadap kegiatan dalam kehidupan. 

Sehingga dalam islam ekonomi harus dapat terwujud dalam siklus ekonomi pada semua lapisan masyarakat. Ekonomi tidak didominasi oleh satu golongan tertentu (sebagi Kapitalis), juga tidak didominasi atas pemerintah yang otoriter sebagaimana sosialisme/komunisme, memang ekonomi termasuk ekonomi islam bekerja atas, (1) tujuan yang sama yaitu mencari pemuas kebutuhan hidup manusia, baik keperluan hidup pribadi atau keperluan hidup masyarkat secara keseluruhan. (2) prinsip atau motif  yang sama, yaitu setiap orang atau masayarakat akan berusaha mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan tenaga atau ongkos yang sekecil kecilnya dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Namun, tujuan dan prinsip serta motivasi dalam ekonomi islam berbeda dengan tujuan dan motifasi pada ekonomi kapitalis dan sosialis.

Tujuan ekonomi islam adalah tujuan mulia yang didasarkan atas pencarian ma’isyah (kehidupan) dalam rangka mencari rezeki tuhan yang dilakukan dengan cara halal lagi Thayyib. Menurut Murasa Sarkaniputra : paradigm ekonomi islam menjadi nyata pada visi seorang yang hanya memproduksi komuditi yang halal dan thayyib (baik) serta dalam mencapai pendapatan ia tidak melaksanakan maksimalisasi laba. Ketiga paradigma baru itulah, lanjut Murasa, yang akan mengubah orang orang khususnya masyarakat Indonesia melaksanakan Muamalah sehari-harinya  yang dtujukan untuk mencapai Mardhatillah atau Kaffah. Maka dari kita sebagai Mahasiswa yang notabenya sebagai  Agen Of Change  harus mampu membuat suatu gebrkan yang dahsyat untuk merubah system ekonomi menjadi system ekonomi islam dengan cara ;

1.      Mempelajari Teori Ekonomi Islam.
Langkah pertama untuk mewujudkan terciptanya system ekonomi islam yangb kaffah iyalah mempelajari atau menkonsumsi teori teori tentang ekonomi, permasalahan-permasalahan ekonomi, kebijakan ekonomi  yang dilakukan oleh pemerintah baik menurut kacamata islam ataupun konvensional, yang mana tujuannya adalah untuk mengkaji ulang, membandingkan yang nanti akan menemukan solusi (titik temu) dari permasalahan yang timbul dari masyarakat nantinya, kemudian setelah mempelajari teori tertentu kita harus mempraktekan sepenuhnya dalam kehidupan sehari hari sehingga benar benar menyatu dan kebiasaan kita, baik dalam berprilaku serta bertutur kata.

2.      Dakwah Ekonomi Islam.

Ø  Halalin Diri Sendiri
Dakwah ekonomi islam adalah salah satu point terpenting untuk mewujudkan system ekonomi islam di Indonesia , langkah  pertama kita harus bisa mendakwahi diri dulu dalam artian harus bisa menghalalkan diri sendiri yang bersih dari sytem MANGRIB (Maisyir,Gharar dan Riba)  dalam kehidupan sehari-hari, tentu tidak arif jika kita mengajak orang lain bersystem ekonomi islam sedagkan kita sendiri masih melakukan system ekonomi Konvensional, menurut  Abdul Ghofur, M,E,I. salah satu dosen Di Institut Ilmu Keislam Zainul Hasan Genggong “bahwasanya jika k ingin merubah orang lain, maka rubahlah diri kita terlebih dahulu” . begitu pula system ekonomi yang ada di Indonesia jika ingin merubahnya tidak serta merta koar koar terhadapa semua kalangan melainkan kita harus bisa menghalalkan diri sendiri terlebih dahulu, jika semua itu sudah terlaksana dengan baik, maka dengan mudahnya mahasiswa bisa menuntun masyarakat masayarakat indonesia kembali kepada system ekonomi islam.

Ø  Halalin Sesama Mahasiswa/i
Langkah selanjutnya untuk merubah sytem ekonomi diindonesia iyalah mensyiarkan ekonomi Islam diranah kampus (sesame Mahasiswa/i).  syiar ini dilakaukan berbagai macam cara mulai dari menyiarkan  ekonomi islam diberbagai media seperti Group-group WhatsAp,Fb dsb atau melalui Forum  Organisiasi, kajian kajiankampus, Seminar kampus yang nantinya kita memasukan berbagai isu isu hangat tentang ekonomi dimana dengan kemasan semanarik mungkin sehingga ghiroh mahasiswa muncul untuk mempelajari dan menerapkan ekonomi islam, dan pada setiap kegiatan kita harus bisa mempromosikan kegiatan tersebut kedalam jejaring sosial sehinggga  isu/kegiatan yang kita bentuk tersebar luas dan mengalir dari satu mahasiswa kemahasiswa yang lain, dari satu organisasi mengalir keorganisasi yang lain begitupun seterusnya sehingga akan terbentuk suatu sirkulasi yang berkelanjutan yang dapat merubah Mindseat ekonomi islam dilingkungan kampus dan tergerus dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh, sehingga islam akan membumi dibidang ekonomi dilingkungan kampus.

Ø  Halalin Masyarakat
Kemudian langkah selanjutnya Mahasiswa Sebagai agen perubahan Iyalah Mensyiarkan ekonomi Islam keberbagai lapisan masayarakat,, melihat sangat Minimnya pengetahuan masayarakat terhadap ekonomi  islam maka dari itu sangat penting kita sebagai mahasiswa memperkenalkan ekonomi islam kepada semua kalangan, melalui bergaii macam cara, misalkan mensyiarkan ekonomi islam dengan cara blusukan kedesa-desa atau Kampanye Nasional (KAMNAS) keberbagai pasar dan sekolah-sekolah dengan memperkenalkan pentingnya berekonomi dengan landasan Syariah islam dan indahnya bersystem ekonomi islam. Dalam hal ini nantik bisa membuat suatu kelompok atau forum (organisasi) yang memperluas dakwah ekonomi islam diberbagai kalangan Masyarakat Indonesia.

Ø  Mendorong Pemerintah
Dalam hal ini mahasiswa harus mampu merealisasikan atau menyampaikan suaranya terhadap pemerintah yang nantinya mahasiswa harus bisa menjadi intermediary actor didalmnya,  dalam hal ini mahasiswa harus bisa menbdongkrak pemikirannya untuk meminta kebijakan terhadap pemerintah dengan berbagai cara, misalkan membuat suatu kebijakan dimana mewajibkan anak bangsa memepelajari ekonomi islam sejak bangku Sekolah Dasar. dari kebijakan tersebut bangsa Indonesia akan sadar pentingnya ekonomi islam sejak dini. Yang anntinya bertujuan untuk menggalaksikan ekonomi islam secara universal.

Beberapa cara tersebut adalah salah satu cara yang sangat efesien dan efektif untuk membuat suatu perubahan dalam system berekonomi dari system ekonomi kapitalis maupun sosialisme menjadi system ekonomi islam yang bertujuan untuk memaslahatkan bersama dan mewujudkan ekonomi Indonesia yang sejahtera dan berkarakter sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...