Rabu, 02 Mei 2018

MAHASISWA MENJAWAB TANTANGAN EKONOMI NASIONAL MENJADI EKONOMI KETUHANAN



MAHASISWA MENJAWAB  TANTANGAN EKONOMI NASIONAL MENJADI EKONOMI KETUHANAN
Oleh    : Ahmad Al Imron (Pemikiran Ekonomi Islam- Adiwarman Karim)

 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2017 jumlah penduduk Indonesia sebesar 162.047.403 jiwa yang mana 137.740.943 jiwa beragama islam. melihat fenomena bahwasanya jumlah warga negara Indonesia lebih dari 85% merupakan ummat islam, tentu ini adalah suatu peluang untuk menggagas sebuah perekonomian dari sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosialis menuju suatu perokonomian yang maslahat yaitu sistem ekonomi islam. 
Di indonesia sejak era sebelum penjajahan sudah menganut suatu sistem perekonomian kerakyatan yang mana suatu kebahagian bersama adalah suatu point yang sanagat menjadi ciri khas yang sangat penting bagi masyarkat indonesia” berikut yang dikemukakan oleh seorang pakar ekonomi syariah DR. Syafi’i Antonio, M,Ec. Sekaligus ketua di Tazkia Institute salah satu perguruan tinggi pelopor ekonomi syariah di indonesia. Seiring berjalannya waktu perekonomian tersebut seakan-akan menghilang tanpa jejak dan perantara.
Suatu sistem perekonomian kerakyatan berubah menjadi suatu sistem perekonomian yang membudakan masyarakat, dimana suatu sistem ekonomi tersebut dimonotori oleh bangsa penjajah, sebut saja pemerintah VOC (Vereenigde Oostindische Compagni). Mereka membawa suatu sistem ekonomi dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin  akibatnya jumlah pengangguran meningkat, kenakalan sosial, pencabulan, pemerkosaan maupun pembunuhan banyak terjadi diberbagai daerah di Indonesia, seakan akan itu adalah hal yang lumrah dan suatu kejadian biasa-biasa saja pada umumnya. Tapi jika kita kaji ulang semua itu adalah dampak dari suatu sistem perekonomian kapitalis, dimana suatu sistem perekonomian yang hanya memfokuskan pada keuntungan saja dengan mengenyampingkan moral dan akhlaq.  Padahal semua itu adalah dampak dari sistem perekonomian kapitalis dan jika seandainya kita bertransaksi maupun bermuamalah dengan landasan kaidah akhlaq maka suatu kegiatan perekonomian tersebut akan berubah menjadi suatu sistem perekonomian yang tolak ukurnya adalah kemaslahatan bersama yang akan mensejahterakan ummat.
Melihat dari  Fenomena tersebut diatas, kita sebagai mahasiswa ekonomi syariah tentu sangat berperan penting dalam memotori suatu sistem perekonomian yang kapital menjadi perekonomian yang bermoral dan beradab..

         SOLUSI 
Langkah-langkah Mahasiswa Sebagai Agen Ekonomi Syariah

         Mempelajari Teori
Mempelajari dan mendalami teori ekonomi, merupakan point utama mahasiswa sebagai Agen Ekonomi syariah, baik itu teori ekonomi konvensional maupun teori ekonomi syariah, kita harus mempelajari kedua system tersebut yang mana tujuannya adalah untuk mengkaji, membandingkan dan mendapatkan solusi (titik temu) dari permasalahan yang timbul di masyarakat nantinya, Kemudian setelah mempelajari teori tentu kita harus mempraktekkan sepenuhnya dalam kehidupan sehari hari sehingga benar benar menyatu dan menjadi kebiasaan kita, baik dalam  berprilaku dan bertutur kata.


         SOSIALISASI/SYIAR EKONOMI ISLAM
                        Point yng kedua kita sebagai Agen Of Change Ekonomi islam yaitu                                    Mensosialisasikan atau mensyiarkan ekonomi islam.                                     
         MEMBERI CONTOH DAN MENJADI CONTOH
Syiar kita yang pertama adalah syiar terhadap diri kita sendiri (menjadi contoh kepada orang lain). Artinya sebelum kita menginginkan orang lain itu berubah maka rubah diri kita terlebih dahulu. kita menginginkan orang lain menggunakan sistem ekonomi islam sedangkan kita menggunakan sistem ekononomi konvensional justru hal ini sangat tidak arif tentunya, maka dari itu awali dari diri kita terlebih dahulu. Seperti halnya yang telah di dawuhkan oleh salah seorang ulama’ salaf yaitu ‘’Jika kita ingin merubah seseorang untuk menjadi lebih baik yaitu selain merubah pola pikirnya  kita harus memberi contoh dan menjadi contoh yang baik bagi mereka’’ , begitu juga dengan sistem  Ekonomi yang ada di Indonesia, jika kita ingin merubah sistem ekonomi kapitalis yang ada di Indonesia ini menjadi sistem Ekonomi Islam, tidak cukup jika hanya dengan merubah otaknya (pola pikir) saja, melainkan kita harus memberi contoh dan manjadi contoh bagi mereka yang belum kenal dengan sistem ekonomi Islam,  jika semua itu sudah terlaksana dengan baik, maka dengan mudah kita menuntun mereka untuk  merubah sistem ekonomi kapitalis yang ada di Indonesia ini menjadi sistem ekonomi islam.                                   
         Sosialisasi/Syiar kepada Mahasiswa.
Kedua, karena kita berprofesi sebagai mahasiswa, maka langkah awal yang harus kita lakukan adalah mensyiarkan ekonomi syariah dilingkungan terdekat kita yaitu kampus. Bagaimana caranya? kita syiar melalui organisasi, seminar, kajian maupun diskusi yang kita ikuti dengan memasukkan isu – isu hangat ekonomi syariah yang harus kita kemas semenarik mungkin, dan dan setiap kegiatan kita harus dipromosikan diberbagai media, seperti mading kampus, pamflet, medsos, blog, group – group  whatsapp dan lain sebagainya,  Sehingga  Isu yang kita bentuk tersebar  dan mengalir  dari satu  mahasiswa ke mahasiwa yang lain, dari satu kajian ke kajian yang lain, dari suatu organisasi mengalir ke organisasi yang lain begitupun seterusnya sehingga  akan terbentuk suatu sirklus yang berkelanjutan dan dapat merubah mindset ekonomi di lingkungan kampus dan terbawa dalam kehidupan mahasiswa secara menyeluruh. Sehingga Ekonomi Islam bisa membumi diarea kampus.

         Sosialisasi/ Syiar Terhadap Keluarga
                                    Langkah selanjutnya setelah kita bumikan Ekonomi Islam didalam Lingkup kampus yaitu kita syiarkan atau kita bangun sistem ekonomi islam kepada keluarga kita yang ada dirumah terlebih dahulu. Kita Tuntun keluarga kita  perlahan lahan sesuai dengan kultur mereka masing-masing. kita kenalkan kepeda keluarga kita apa itu riba dan apa itu gharar dsb. Yang paling penting terlebih dahulu kita pusatkan syiar kita terhadap bagaimana caranya berbisnis dan bertransaksi yang sesuai dengan Al Qur'an dan Al Hadits (Ekonomi Islam)  dan bagaimana cara berbisnis yang tidak mengacu terhadap Al Qur'an Dan Al Hadist (Ekonomi Konvensional). Kita bangun perlahan-lahan, tumbuhkan dan bumikan sistem ekonomi islam disekeliling rumah kita baru dari rumah kita akan merembet terhadap lingkungan (tetangga) sekitar dengan melalui Keluarga kita, merekalah yang akan mensyiarkan ekonomi islam nantinya.                                   
         Sosialisasi Terhadap Masyarakat.
Kemudian yang keempat adalah Syiar  terhadap masyarakat. Pengetahuan masyarakat tentang ekonomi syariah di Indonesia sangatlah minim, karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi tentang ekonomi syariah kepada mereka. Syiar terhadap masyarakat adalah syiar yang sangat penting bagi mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa ekonomi islam khususnya. Karna masyarakat adalah salah satu unsur penting atau pelaku dari pelaksanaan sistem-sistem perekonomian tersebut. Syiar ini bisa dihukumi wajib atau keharusan bagi mahasiswa ekonomi islam, baik dengan  KAMNAS (Kampanye Nasional)/Blusukan  kepelosok-pelosok desa maupun kepasar, masjid  dengan penyuluhan, seminar atau kegiatan–kegiatan kemasyarakatan. Dengan memperkenalkan apa itu ekonomi islam. Apa itu perbankaan syariah, apa itu riba dan apa itu gharar, sehingga mereka yang awalnya tidak mengenal sistem-sistem ekonomi islam  ahirnya  mengenal lebih dekat tentang sistem-sistem ekonomi islam. Dengan cara begitu pola pikir masyarakat akan berubah dengan sendirinya.

         Mensyariahkan yang Syariah.
Point yang ketiga mahasiswa sebagai agen ekonomi syariah yaitu mensyariahkan yang syariah. Perlu kita garis bawahi yang terjadi saat ini , yang kita  amati sangat ada sebagian yang sangat tidak sesuai dengan konsep syariah meskipun itu perusahaan berbasis syariah, koperasi syariah  dan lebih-lebih perbankaan syariah  itu tidak sesuai  dengan konsep-konsep syariah dan bisa kemungkinan melenceng dari batasan-batasan syariah. Lantas bagaimana langkah kita sebagai agen mahasiswa ekonomi islam untuk merubahya :

         Rubah Otaknya.
“Hidup matinya suatu bangsa itu tergantung dari bahan pangan suatu negara tersebut” Itulah pesan singkat yang diutarakan bapak presiden kita pertam Ir. Soekarno. Hal tersebut dapat kita redefinisi kembali bahwasnya jika ingin mensyariahkan yang syariah kita rubah terlebih dahulu otaknya, dengan kita merubah otaknya maka otomatis tubuh yang lain (Elemen-elemen) akan berubah dengan sendirinya. Bagaimana caranya?? Pertama, yaitu dengan melakukan diskusi , sharing dengan mengundang praktisi – praktisi tersebut dalam kajian yang kita lakukan, sehingga mereka akan menganalisa , berfikir ,mengkaji dan pelan-pelan merubah mindset  pemikiran mereka sesuai dengan ketentuan - ketentuan Syariah Islam yang nantinya akan bedampak kepada sistem yang mereka jalankan di instansi / lembaga yang mereka pimpin.  Kedua, kita sebagai mahasiswa ekonomi syariah ketika sudah bekerja harus bisa menjabat di posisi – posisi stategis dalam lembaga- lembaga berbasis syariah sehingga bisa membuat kebijakan yang sesuai dengan landasan hukum yang menjadi acuan kita yaitu Al-qur’an dan sunnah. Langkah – langkah  ini insyallah akan mengembalikan Sistem Syariah pada khitohnya.


         BENTENG EKONOMI SYARIAH
Kita sebagai mahasiswa ekonomi islam (agen ekonomi syariah) jika kita benar-benar ingin merubah sistem ekonomi yang ada di Indonesiai, yang awalnya sistem ekonomi kapitalis menjadi sistem ekonomi islam kita harus mempunyai benteng yang ada pada diri kita, agar kita kuat dan ambisi kita untuk merubah sistem ekonomi di sini bisa berjalan dengan lancar. Yang di maksud benteng di sini bukan sebuah bangunan yang di bangun dengan sistem keamanan yang kuat dan bukan pula badan kita yang kokoh perkasa yang tidak bisa di kalahkan oleh siapapun, melainkan yang di maksud dengan benteng di sini yaitu ilmu yang ada pada jati diri kita, ilmu yang di miliki oleh kita, kerena sudah banyak terjadi di luar sana mereka-mereka yang begitu berambisi untuk merubah sistem ekonomi kapitalis menjadi sistem ekonomi islam tapi usaha yang mereka lakukan sia-sia atau macet di tengah jalan di kerenakan mereka hanya mempunyai ambisi saja tapi tidak mempunyai bentengnya (ilmu). maka dari itu benteng (ilmu) sangatlah di butuhkan oleh kita sebagai agen ekonomi sayariah untuk merubah sistem ekonomi kapitalis  ini menjadi sistem ekonomi islam. Apa saja benteng tersebut yaitu di antaranya: Al-Qur'an ,Sunah, Ijma', dan norma-norma atau nilai-nilai yang ada dalam pancasila maupun UUD 1945. Maka dari itu ketika kita sudah memiliki benteng tersebut maka dengan mudah kita merubah sistem ekonomi yang awalnya kapitalis menjadi ekonomi islam yaang nantinya memaslahatkan bersama.
         MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN
                        Langkah selanjutnya mahasiswa sebagai agen ekonomi syariah yaitu ikut                            serta dalam mengatasi masalah perekonomian yang ada di Indonesia.
Jika kita berbicara masalah ekonomi tentu tidak luput dari masalah kemiskinan dan juga penganguran. masalah inilah yang sering kita jumpai dan temui dikalangan masyarakat khusunya dikalangan masyrakat kecil. Dimana penganguran dan juga kemiskinin harus diatasi secara serius oleh pemerintah karna jika dibiarkan otomatis bangsa ini akan berjalan ditempat tidak akan akan pernah melangkah ketahap selanjutnya "Maju dan tidaknya suatu negara ditentukan oleh sektor perekonomian dari   negara itu sendiri". Sebenarnya Banyak hal yang sudah direalisasikan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan juga penggauran mislanya beras miskin (Raskin), Sekolah gratis, Badan penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) dan sebagainya. Akan tetapi kenyataannya yang ada dilapangan semua program tersebut masih belum mampu sepenuhnya untuk mengatasi masalah kemiskinan dan juga pengaguran. Lantas peranan kita sebagai mahasiswa ekonomi syariah sbagai agen of chage harus siap meyumbangkan ide-ide kretif, inovasi-inovasi yaang nantinya bisa mmengatasi masalah perekonomian yang ada. bukan kita serta merta menyuarakan haknya kita yaitu berdemo dan berfikir kritis yang nantinya akan memperkeruh persoalan.
Beberapa cara tersebut diatas  adalah cara yang cukup efisien dan efektif untuk merubah suatu sistem perekonomian yang awalnya kapitalis menjadi sistem perekonomian islam, sistem yang akan membawa kebahagian di dunia atau akhirat. Hal ini juga suatu hal yang sangat penting bagi mahasiswa sebagai agen ekonomi syariah untuk menjadikan Indonesia menjadi indonesia yang damai dan maslahat bersama.

4 komentar:

  1. Sebenarnya Banyak hal yang sudah direalisasikan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan juga penggauran mislanya beras miskin (Raskin), Sekolah gratis, Badan penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) dan sebagainya.

    Saya ingin menanggapi bagian ini.
    Menurut saya, co toh2 yg anda berikan ini bukan termasuk mengentaskan kemiskinan, namun hanya sebatas bantuan kepada masyarakat miskin yang memang kebutuhan dhoruri.nya belum sepenuhnya terpenuhi. Artinya, contoh2 ini bukan termasuk cara untuk mengatasi kemiskinan. Sama halnya dengan mengatasi pengangguran.

    Menurut saya, hal yang bisa mengatasi kemiskinan itu adalah lapangan pekerjaan. Kemiskinan ada karena lapangan prkerjaan sedikit, yang mengakibatkan masyarakat miskin. Atau dengan membuat lapangan pekerjaan.

    Terima kasih

    BalasHapus
  2. Owlahh siap siap Terimaksih Atas Sarannya Mas. .Joss Ini Vitamin Buat Avaluasi Untuk Kedepannya

    BalasHapus
  3. Sama2 mas, saya juga belajar dari apa yang anda tuliskan

    BalasHapus

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...