MAHASISWA MENJAWAB TANTANGAN EKONOMI NASIONAL MENJADI EKONOMI
KETUHANAN
Oleh : Ahmad Al Imron
(Pemikiran Ekonomi Islam- Adiwarman Karim)
Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat, pada Maret 2017 jumlah penduduk Indonesia sebesar 162.047.403 jiwa
yang mana 137.740.943 jiwa beragama islam. melihat fenomena bahwasanya jumlah
warga negara Indonesia lebih dari 85% merupakan ummat islam, tentu ini adalah
suatu peluang untuk menggagas sebuah perekonomian dari sistem ekonomi kapitalis
maupun sistem ekonomi sosialis menuju suatu perokonomian yang maslahat yaitu
sistem ekonomi islam.
“Di indonesia sejak era sebelum penjajahan
sudah menganut suatu sistem perekonomian kerakyatan yang mana suatu kebahagian
bersama adalah suatu point yang sanagat menjadi ciri khas yang sangat penting
bagi masyarkat indonesia” berikut yang dikemukakan oleh seorang pakar
ekonomi syariah DR. Syafi’i Antonio, M,Ec. Sekaligus ketua di Tazkia Institute
salah satu perguruan tinggi pelopor ekonomi syariah di indonesia. Seiring
berjalannya waktu perekonomian tersebut seakan-akan menghilang tanpa jejak dan
perantara.
Suatu sistem perekonomian kerakyatan berubah menjadi suatu sistem
perekonomian yang membudakan masyarakat, dimana suatu sistem ekonomi tersebut
dimonotori oleh bangsa penjajah, sebut saja pemerintah VOC (Vereenigde
Oostindische Compagni). Mereka membawa suatu sistem ekonomi dimana yang kaya
semakin kaya dan yang miskin semakin miskin
akibatnya jumlah pengangguran meningkat, kenakalan sosial, pencabulan,
pemerkosaan maupun pembunuhan banyak terjadi diberbagai daerah di Indonesia,
seakan akan itu adalah hal yang lumrah dan suatu kejadian biasa-biasa saja pada
umumnya. Tapi jika kita kaji ulang semua itu adalah dampak dari suatu sistem
perekonomian kapitalis, dimana suatu sistem perekonomian yang hanya memfokuskan
pada keuntungan saja dengan mengenyampingkan moral dan akhlaq. Padahal semua itu adalah dampak dari sistem
perekonomian kapitalis dan jika seandainya kita bertransaksi maupun bermuamalah
dengan landasan kaidah akhlaq maka suatu kegiatan perekonomian tersebut akan
berubah menjadi suatu sistem perekonomian yang tolak ukurnya adalah
kemaslahatan bersama yang akan mensejahterakan ummat.
Melihat dari Fenomena
tersebut diatas, kita sebagai mahasiswa ekonomi syariah tentu sangat berperan
penting dalam memotori suatu sistem perekonomian yang kapital menjadi
perekonomian yang bermoral dan beradab..
•
SOLUSI
Langkah-langkah
Mahasiswa Sebagai Agen Ekonomi Syariah
•
Mempelajari Teori
Mempelajari
dan mendalami teori ekonomi, merupakan point utama mahasiswa sebagai Agen
Ekonomi syariah, baik itu teori ekonomi konvensional maupun teori ekonomi
syariah, kita harus mempelajari kedua system tersebut yang mana tujuannya
adalah untuk mengkaji, membandingkan dan mendapatkan solusi (titik temu) dari
permasalahan yang timbul di masyarakat nantinya, Kemudian setelah mempelajari
teori tentu kita harus mempraktekkan sepenuhnya dalam kehidupan sehari hari
sehingga benar benar menyatu dan menjadi kebiasaan kita, baik dalam berprilaku dan bertutur kata.
•
SOSIALISASI/SYIAR EKONOMI ISLAM
Point
yng kedua kita sebagai Agen Of Change Ekonomi islam yaitu Mensosialisasikan atau mensyiarkan ekonomi islam.
•
MEMBERI CONTOH DAN MENJADI CONTOH
Syiar
kita yang pertama adalah syiar terhadap diri kita sendiri (menjadi contoh
kepada orang lain). Artinya sebelum kita menginginkan orang lain itu berubah
maka rubah diri kita terlebih dahulu. kita menginginkan orang lain menggunakan
sistem ekonomi islam sedangkan kita menggunakan sistem ekononomi konvensional
justru hal ini sangat tidak arif tentunya, maka dari itu awali dari diri kita
terlebih dahulu. Seperti halnya yang telah di dawuhkan oleh salah seorang ulama’
salaf yaitu ‘’Jika kita ingin merubah
seseorang untuk menjadi lebih baik yaitu selain merubah pola pikirnya kita harus memberi contoh dan menjadi contoh
yang baik bagi mereka’’ , begitu juga dengan sistem Ekonomi yang ada di Indonesia, jika kita ingin
merubah sistem ekonomi kapitalis yang ada di Indonesia ini menjadi sistem
Ekonomi Islam, tidak cukup jika hanya dengan merubah otaknya (pola pikir) saja,
melainkan kita harus memberi contoh dan manjadi contoh bagi mereka yang belum
kenal dengan sistem ekonomi Islam, jika
semua itu sudah terlaksana dengan baik, maka dengan mudah kita menuntun mereka
untuk merubah sistem ekonomi kapitalis
yang ada di Indonesia ini menjadi sistem ekonomi islam.
•
Sosialisasi/Syiar kepada Mahasiswa.
Kedua,
karena kita berprofesi sebagai mahasiswa, maka langkah awal yang harus kita
lakukan adalah mensyiarkan ekonomi syariah dilingkungan terdekat kita yaitu
kampus. Bagaimana caranya? kita syiar melalui organisasi, seminar, kajian
maupun diskusi yang kita ikuti dengan memasukkan isu – isu hangat ekonomi
syariah yang harus kita kemas
semenarik mungkin, dan dan setiap kegiatan kita harus dipromosikan diberbagai
media, seperti mading kampus, pamflet, medsos, blog, group – group whatsapp dan lain sebagainya, Sehingga Isu yang kita bentuk tersebar dan mengalir dari satu mahasiswa ke mahasiwa yang lain, dari satu
kajian ke kajian yang lain, dari suatu organisasi mengalir ke organisasi yang
lain begitupun seterusnya sehingga akan
terbentuk suatu sirklus yang berkelanjutan dan dapat merubah mindset ekonomi di lingkungan kampus dan
terbawa dalam kehidupan mahasiswa secara menyeluruh. Sehingga Ekonomi Islam
bisa membumi diarea kampus.
•
Sosialisasi/ Syiar Terhadap Keluarga
Langkah selanjutnya setelah kita
bumikan Ekonomi Islam didalam Lingkup kampus yaitu kita syiarkan atau kita
bangun sistem ekonomi islam kepada keluarga kita yang ada dirumah terlebih
dahulu. Kita Tuntun keluarga kita
perlahan lahan sesuai dengan kultur mereka masing-masing. kita kenalkan kepeda keluarga kita apa itu riba dan
apa itu gharar dsb. Yang paling penting terlebih dahulu kita pusatkan syiar
kita terhadap bagaimana caranya berbisnis dan bertransaksi yang sesuai dengan
Al Qur'an dan Al Hadits (Ekonomi Islam)
dan bagaimana cara berbisnis yang tidak mengacu terhadap Al Qur'an Dan
Al Hadist (Ekonomi Konvensional). Kita bangun perlahan-lahan, tumbuhkan dan
bumikan sistem ekonomi islam disekeliling rumah kita baru dari rumah kita akan
merembet terhadap lingkungan (tetangga) sekitar dengan melalui Keluarga kita,
merekalah yang akan mensyiarkan ekonomi islam nantinya.
•
Sosialisasi Terhadap Masyarakat.
Kemudian
yang keempat adalah Syiar terhadap
masyarakat. Pengetahuan masyarakat tentang ekonomi syariah di Indonesia
sangatlah minim, karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi tentang ekonomi
syariah kepada mereka. Syiar terhadap masyarakat adalah syiar yang sangat
penting bagi mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa ekonomi islam khususnya.
Karna masyarakat adalah salah satu unsur penting atau pelaku dari pelaksanaan
sistem-sistem perekonomian tersebut. Syiar ini bisa dihukumi wajib atau
keharusan bagi mahasiswa ekonomi islam, baik dengan KAMNAS (Kampanye Nasional)/Blusukan kepelosok-pelosok desa maupun kepasar,
masjid dengan penyuluhan, seminar atau kegiatan–kegiatan
kemasyarakatan. Dengan memperkenalkan apa itu ekonomi islam. Apa itu perbankaan
syariah, apa itu riba dan apa itu gharar, sehingga mereka yang awalnya tidak
mengenal sistem-sistem ekonomi islam ahirnya mengenal lebih dekat tentang sistem-sistem
ekonomi islam. Dengan cara begitu pola pikir masyarakat akan berubah dengan
sendirinya.
•
Mensyariahkan yang Syariah.
Point
yang ketiga mahasiswa sebagai agen ekonomi syariah yaitu mensyariahkan yang
syariah. Perlu kita garis bawahi yang terjadi saat ini , yang kita amati sangat ada sebagian yang sangat tidak
sesuai dengan konsep syariah meskipun itu perusahaan berbasis syariah, koperasi
syariah dan lebih-lebih perbankaan
syariah itu tidak sesuai dengan konsep-konsep syariah dan bisa
kemungkinan melenceng dari batasan-batasan syariah. Lantas bagaimana langkah
kita sebagai agen mahasiswa ekonomi islam untuk merubahya :
•
Rubah Otaknya.
“Hidup
matinya suatu bangsa itu tergantung dari bahan pangan suatu negara tersebut”
Itulah pesan singkat yang diutarakan bapak presiden kita pertam Ir. Soekarno.
Hal tersebut dapat kita redefinisi kembali bahwasnya jika ingin mensyariahkan
yang syariah kita rubah terlebih dahulu otaknya, dengan kita merubah otaknya
maka otomatis tubuh yang lain (Elemen-elemen) akan berubah dengan sendirinya.
Bagaimana caranya?? Pertama, yaitu dengan melakukan diskusi , sharing dengan
mengundang praktisi – praktisi tersebut dalam kajian yang kita lakukan,
sehingga mereka akan menganalisa , berfikir ,mengkaji dan pelan-pelan merubah
mindset pemikiran mereka sesuai dengan
ketentuan - ketentuan Syariah Islam yang nantinya akan bedampak kepada sistem
yang mereka jalankan di instansi / lembaga yang mereka pimpin. Kedua, kita sebagai mahasiswa ekonomi syariah
ketika sudah bekerja harus bisa menjabat di posisi – posisi stategis dalam
lembaga- lembaga berbasis syariah sehingga bisa membuat kebijakan yang sesuai
dengan landasan hukum yang menjadi acuan kita yaitu Al-qur’an dan sunnah.
Langkah – langkah ini insyallah akan
mengembalikan Sistem Syariah pada khitohnya.
•
BENTENG EKONOMI SYARIAH
Kita
sebagai mahasiswa ekonomi islam (agen ekonomi syariah) jika kita benar-benar
ingin merubah sistem ekonomi yang ada di Indonesiai, yang awalnya sistem
ekonomi kapitalis menjadi sistem ekonomi islam kita harus mempunyai benteng
yang ada pada diri kita, agar kita kuat dan ambisi kita untuk merubah sistem
ekonomi di sini bisa berjalan dengan lancar. Yang di maksud benteng di sini
bukan sebuah bangunan yang di bangun dengan sistem keamanan yang kuat dan bukan
pula badan kita yang kokoh perkasa yang tidak bisa di kalahkan oleh siapapun,
melainkan yang di maksud dengan benteng di sini yaitu ilmu yang ada pada jati
diri kita, ilmu yang di miliki oleh kita, kerena sudah banyak terjadi di luar
sana mereka-mereka yang begitu berambisi untuk merubah sistem ekonomi kapitalis
menjadi sistem ekonomi islam tapi usaha yang mereka lakukan sia-sia atau macet
di tengah jalan di kerenakan mereka hanya mempunyai ambisi saja tapi tidak
mempunyai bentengnya (ilmu). maka dari itu benteng (ilmu) sangatlah di butuhkan
oleh kita sebagai agen ekonomi sayariah untuk merubah sistem ekonomi
kapitalis ini menjadi sistem ekonomi
islam. Apa saja benteng tersebut yaitu di antaranya: Al-Qur'an ,Sunah, Ijma',
dan norma-norma atau nilai-nilai yang ada dalam pancasila maupun UUD 1945. Maka
dari itu ketika kita sudah memiliki benteng tersebut maka dengan mudah kita
merubah sistem ekonomi yang awalnya kapitalis menjadi ekonomi islam yaang
nantinya memaslahatkan bersama.
•
MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN
Langkah selanjutnya mahasiswa sebagai agen
ekonomi syariah yaitu ikut serta
dalam mengatasi masalah perekonomian yang ada di Indonesia.
Jika
kita berbicara masalah ekonomi tentu tidak luput dari masalah kemiskinan dan
juga penganguran. masalah inilah yang sering kita jumpai dan temui dikalangan
masyarakat khusunya dikalangan masyrakat kecil. Dimana penganguran dan juga kemiskinin harus diatasi secara serius
oleh pemerintah karna jika dibiarkan otomatis bangsa ini akan berjalan ditempat
tidak akan akan pernah melangkah ketahap selanjutnya "Maju dan tidaknya suatu negara ditentukan oleh sektor
perekonomian dari negara itu
sendiri". Sebenarnya Banyak hal yang sudah direalisasikan oleh
pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan juga penggauran mislanya
beras miskin (Raskin), Sekolah gratis, Badan penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) dan sebagainya. Akan tetapi kenyataannya yang ada
dilapangan semua program tersebut masih belum mampu sepenuhnya untuk mengatasi
masalah kemiskinan dan juga pengaguran. Lantas peranan kita sebagai mahasiswa
ekonomi syariah sbagai agen of chage harus siap meyumbangkan ide-ide kretif,
inovasi-inovasi yaang nantinya bisa mmengatasi masalah perekonomian yang ada.
bukan kita serta merta menyuarakan haknya kita yaitu berdemo dan berfikir
kritis yang nantinya akan memperkeruh persoalan.
Beberapa cara tersebut diatas
adalah cara yang cukup efisien dan efektif untuk merubah suatu sistem
perekonomian yang awalnya kapitalis menjadi sistem perekonomian islam, sistem
yang akan membawa kebahagian di dunia atau akhirat. Hal ini juga suatu hal yang
sangat penting bagi mahasiswa sebagai agen ekonomi syariah untuk menjadikan
Indonesia menjadi indonesia yang damai dan maslahat bersama.
Sebenarnya Banyak hal yang sudah direalisasikan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan juga penggauran mislanya beras miskin (Raskin), Sekolah gratis, Badan penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) dan sebagainya.
BalasHapusSaya ingin menanggapi bagian ini.
Menurut saya, co toh2 yg anda berikan ini bukan termasuk mengentaskan kemiskinan, namun hanya sebatas bantuan kepada masyarakat miskin yang memang kebutuhan dhoruri.nya belum sepenuhnya terpenuhi. Artinya, contoh2 ini bukan termasuk cara untuk mengatasi kemiskinan. Sama halnya dengan mengatasi pengangguran.
Menurut saya, hal yang bisa mengatasi kemiskinan itu adalah lapangan pekerjaan. Kemiskinan ada karena lapangan prkerjaan sedikit, yang mengakibatkan masyarakat miskin. Atau dengan membuat lapangan pekerjaan.
Terima kasih
Owlahh siap siap Terimaksih Atas Sarannya Mas. .Joss Ini Vitamin Buat Avaluasi Untuk Kedepannya
BalasHapusSama2 mas, saya juga belajar dari apa yang anda tuliskan
BalasHapusSiap Mas. . Sya Ini Juga Otodidad Mas
BalasHapus