CARA ISLAM MENJELMA SEBAGAI PONDASI BISNIS MODERN MELALUI SIFAT
RASULLAH SAW.
Oleh : Ahmad Al
Imron
Islam adalah
agama paling baik-baiknya agama. Islam sebagai agama Rahmatal lil alamin yaitu
agama yang memberikan rahmat dan kasih sayang kepeda seluruh umatnya dalam
semua aspek kehidupan baik dari aspek sosial,politik bahkan ekonomi dsb. Islam
lengkap dengan adanya al qur an dan al hadist sebagai pondasi utamanya.islam
adalah agama yang luas dalam mengatur kehidupan manusia contoh kecilnya islam mengatur kehidupan yaitu tentang tata cara ketika kita masuk
kamar mandi,bgaiamna akhlak kita yang baik dan bagaimana budi pekerti kita yang
santun yang sesuai dengan budi pekerti yang ada di al qur’an dan sunnah islam
disini menjelma sebagai wadah yang mengatur tuntas segala peraturan hidup
didunia ini, lebih lebih dalam dunia ekonomi
semisal tentang cara berbisnis, dimana yang terjadi pada saat ini adalah
bisnis yang tidak mengunakan landasan islam didalamnya yang terjadi hanyalah
kerakusan dan penguasaan yang setimpang,
serta keuntungan semata yang menjadiu prioritas utama dalam dunia bisnis
saat ini, tentunya yang terjadi adalah kerusuhan,KKN dsb. Dan akhirnya bisnis
tersebut menjadi gulung tikar serta karyawan didalamnya diberhentikan secara
paksa, maka dari itu islam sebagai alternatif utama untuk memopong bisnis yang
nantinya akan membantu perokonomian ummat apalagi diera saat ini bisnis semakin
berkembang akibat dari perkembangan tekhnologi yang kian hari semakin pesat
pertumbuhannya dimna kita sudah tidak terlalu susah turun kelapangan untuk mencari pundi pundi
uang, dimna tidak harus datang secara langsung kebank untuk melakukan transaksi
pembiayaan dsb, hari kita sudah dihadirkan suatu pemikiran
dimna bisnis yang dipadukan dengan tekhnologi salah salah satunya
bisnis “FinTech“ ini adalah suatu bisnis
berbasis tekhnologi yang bergerak didalam bidang pembiayaan dimna kita sebagai
nasabah (pemimjam/leandear) sudah tidak
susah payah mendatangi perusahaan (pemberi pinjaman/bank/broender) untuk
bertransaksi melainkan kita hanya duduk santai didepan media untuk melakukan
transaksinya. Akan tetapi realitanya
bisnis seperti saat ini masih banyak yang keluar dari batasan syariat islam semisal
masih ada unsur MANGRIB (Maisir, Gharar, dan Riba) didalamnya. Padahal didalam
firman-Nya.” Bahawasanya ALLAh akan melaknat orang yang memakan riba, yang
member makan riba, yang mencatatnya, bahkan yang menjadi saksinya” dari
urain tersebut sudah jelas betapa dahsayatnya riba itu, samapai-sampai
yang jadi saksi pun dilaknat oleh-NYA.
Tentunya kita sebagai ummat muslim tidak akan mau hal seperti itu dan
menjadikan hal ini adalah suatu
tantangan buat kita untuk kita benahi bersama dengan cara Islam.
Berikut cara
islam menjadi wadah utama untuk memfilter bisnis modern yang terjadi saat ini:
1.
Kembali Kepada Tauhid.
Kembali
kepada tauhid atau kembali kepada tuhan kita yang menciptakan seluruh penjuru
alam. ini adalah satu cara untuk mencegah suatu bisnis yang keluar dari batasan
syariat islam dimna cara seperti ini
akan mengembalikan bisnis kepada khittohnya sperti bisnis Rasullah SAW. Dalam hal ini kita akan tertuntut untuk
selalu mengigat kepada-NYA, melibatkan-NYA dalam segala urusan maka secara
tidak langsung kita selaku pembisnis akan sadar bahawasanya suatu pekerjaan
yang kita lakukan didunia hanya bersifat sementara yang nantinya akan
dipertanggung jawabkan dihadapan-NYA. Maka dari itulah bagi pembisnis akan sadar secara tidak langsung dan akan berhati
untuk melakukan bisnisnya karna ia yakin bahawa ada ALLAH dihadapan kita.
2.
Meniru Sifatnya Nabi Muhammad Saw.
Point
yang kedua cara islam menjembatanai bisnis modern yang terjadi dihari ini
adalah memasukan sifat Rasullah Saw yaitu:
a.
Siddiq/jujur.
Siddiq adalah salah satun sifat
istimewa rasullah yang tertanam didalam dirinya. dimana jika kita terapkan
didalam bisnis yang kita jalani akan
menjadi suatu bisnis yang akan di Ridhoi olehn-Nya. Sebab dengan kejujuran yang kita tawarkan
kepada konsumen akan menjadikan bisnis yang kita jalankan menjadi bisnis yang
terpercaya sebab yang tersulit dalam
melakukan suatu bisnis adalah kepercayaan dari konsumen bukan dari manajemen
yang kita kelola, maka dari itu sifat jujurlah yang kita pakai dalam melakukan
suatu bisnis nantinya.
b.
Amanah/dapat
dipercaya.
Amanah atau dapat dipercaya
merupakan salah satu sifat istimewa rasullah yang jarang dimiliki oleh ummat
nya. Sifat ini jika kita terapkan dalam bisnis yang kita jalankan akan menjadikan bisnis yang akan digemeri
semua orang dan mudah untuk diajak keja sama dengan orang lain sebab jika kita amanah orang lain akan
yakin kepada kita bahawasanya kita gak aka nada tipu menipu, curang mencurang
dan sebagainya. Karana yang tersulit dalam bisnis sebenernya menjaga amanah
dari seorang konsumen kita,bagaimna cara kita melayani dan menjaga kepercyaan
dari seorang yang mempercayai terhadap kita.
c.
Shadaqah
Shodaqah merupakan salah satu bentuk
cara untuk mengembalikan atau menjadi filter untuk bisnis yang terjadi pada
saat ini, sebab dengan kita bershadaqah terhadap fakir miskin, kita selaku
pembisnis akan tertuntut secara tidak
langsung untuk mengigat bahawasanya
dikehidupan kita masih banyak orang yang merindukan uluran tangan dari kita,
maka dari itu sifat sombong angkuh dan sebagainya akan menghilang secara
tersendirinya, dan begitupun harta yang kita keluarkan dari bisnis yang kita
jalankan akan menjadi amal jariyah yang nantinya akan menjadi saksi dihapan
Allah Saw.
Dalam hadist dikatakan bahwasanya ada 3 amalan yang tidak akan
terputus meski kita sudah meninggal yang
pertama adalah doanya anak shaleh, kemudian ilmu yang bermanfaat dan yang
terhir adalah amal jariyah (shodaqah)
dan juga teringat atas janji Allah Saw terhadap ummatnya “Barang
siapa yang bershadaqah 1 kali maka allah akan ganti 10 kali dan barang siapa
yang bershadaqah 10 kali maka Allah akan mengantinya 100 kali dan barang siapa
yang bershdaqah 100 kali maka akan digantinya 1000 kali dan seterusnya akan
dilipat gandakan oleh-nya ”. Sungguh betapa dahsyatnya keindahan shadaqah maka
dari hal ini kita sebagai ummat islam harus yakin dan meyisipkan pendapatan
yang kita peroleh untuk diberikan kepda orang yan tidak mampu disekeliling
kita. Sebab dengan cara ini akan menjadikan
bisnis yang berkah dan bermanfaat kesemua orang (maslahat).
3.
Membuat Kajian Islam.
Cara
yang keempat ini adalah suatu cara jika kita mempunya bisnis yang besar seperti
perusahaan dan sebagainya. Kita buat perusahaan yang berbasiskan islam yaitu dengan mengagendakan kajian atau
sirah nabawiyah setiap satu bulan satu kali atau satu minggu satu kali. Kita
selaku pimpinan dari perusahaan tersebut
mengajak semua dari bahawaan kita (karywan,staaf manager dsb) ajak
mereka untuk mengikuti kajian tersebut dengan bertujuan untuk menyadarkan
mereka betapa indahnya bisnis dengan metode islam. Kita undang pembicara
handal dari bidang misalkan mengundang pakar ekonomi syariah Dr. Syafi’I
Antonio. Me,c atau Adiwarman Karim dan sebagainya, buat kajian tersebut dengan
judul bisnis ala rasullah, dahsyatnya riba, menipu dan sebagainya, maka dari
hal itu seluruh karywan serta orang yang
ada diperusahaan tersebut akan tumbuh ghirohnya mereka untuk meniru cara cara
rasullah dalam menjalankan bisninya. Insyaalah.
4.
Kekeluargaan
Cara
selanjutnya adalah kekeluargaan dalam artian jika kita memiliki karyawan dalam
bisnis tersebut kita selaku pimpinan
harus bersifat ramah tamah terhadap bawahaannya hindari rasa gila hormat
terhadap diri kita sendiri sebab itu hanya bersifat sementara dan akan binasa
nantrik dihadapan-nya. Dalam hadist nabi
“Muslim yang lain adalah saudara bagi muslim lainya”. Jadi dalam paparan
ini kita selaku ummat muslim dianjurkan jangn melihat kita sebagai siapa tapi
lihatlah mereka itu siapa. Dengan cara itulah nantinya akan membuat sadar bagi
bawahaan (karywan) kita bahawasanya kita bukan hanya sebagai bos baginya tapi
melainkan bagian dari keluarganya maka dari itu semnagat baru, inovasi baru
akan muncul dari dirinya.
5.
Gaji Sebelum Keringat Kering.
Cara
selanjutnya islam sebagai pondasi bisnis modern adalah menggaji bawahan
(karyawan) kita sebelum keringat mereka itu kering, artinya kita gaji mereka
tepat waktu dan sesuai dengan tupoksi masing dari profesi yang mereka kerjakan dalam perusahaan
tersebut. Jika kita melakukan langkah ini maka karyawan tersebut akan senang
dan gembira terhadap kita selaku pimpinan mereka dari itulah yang akan membuat
mereka lebih semngat lagi untuk bekerja pada perusahaan yang kita bina.
6.
Rubah Otaknya.
Cara
selanjutnya islam sebagai wadah untuk merealisasikan bisnis modern yang terjadi
pada saat ini adalah merubah otak dari perusahaan tersebut dalam artian kita
selaku ummat muslim harus mempengaruhi otak dari perusahaan/bisnis yang
melanggar batasan syariat tersebut.“Hidup
matinya suatu bangsa tergantung dari bahan pangan dari Negara tersebut” itulah
pesan singkat yang dipaparkan oleh bapak proklamator kita sekaligus presiden
pertama RI yaitu Ir.Soekarno. dari hal tersebut dapat kita redefinisi kembali
jika kita ingin megembalikan bisnis yang keluar dari syariat islam kedalam
bisnis yang benar-benar syariah. Jika fenomena tersebut memang riil terjadi
maka langkah klita sebagai ummat islam dituntut untuk merobah otak dari
bisnis/perusahaan tsb. Dengan kita merubah otaknya (Bos) maka otomatis
tubuh-tubuh (kryawan,staf dsb) akan berubah dengan sendirinya dengan cara
pertama yaitu melakukan diskusi, ajak ngopi bareng, kita dekati secara
emosional agar mereka tertarik dengan apa yang kita sampaikan kepada mereka
atau jika kita tidak didengar olehnya maka bisa juga kita memakai cara yang
kedua, yaitu mengundang praktisi-praktisi yang ahli dalam bidangnya misalkan
praktisi bisnis islalm, praktisi manajemen keungan islam dan sebagainya, kita
minta kepada praktisi tersebut untuk menganalisa dan merubah medseat otak dari
perusahaan tersebut, ajak dan tuntut mereka untuk kembali kepada syariah islam
sebagai mana yang sudah diajarkan oleh nabi kita yakni Nabi Muhammad Saw. Jika
perusahaan sudah demikian maka kita sebagai ummat islam masuk kedalam
perusaahan tersebut dengan perlahan-lahan untuk mencari celah/peluang kursi yang strategis. dikhawatirkan persuhaan
tersebut akan kembali kepada asal muasalnya, maka dengan cara ini kita sudah
sedia paying sebelum hujan. Kita bisa jadi tabir penolong untu perusaahn
tersebut
7.
Berinovasi Dalam Menyaigi bisnis Konvensional.
Cara
yang ketujuh islam sebagai pondasi bisnis modern adalah membuat suatu
temuan/inovasi melalui penelitian,seminar,kajian dan sharing bersama
praktisi-praktisi yang ahli dalam bidangnya maka setelah itu kita jadikan suatu
pemikraan yang nanatinya akan menyaingi dari pemikiran konvensional tersebut,
misalakan dari segi pembiayaan kita singgung masalah FinTech (Financial
Tekhnologi/ Tekhnologi Financial) dimana yang terjadi pada saat ini bahwasanya
bisnis yang berbasiskan digital ini masih mayoritas mengambil keuntungan/fee
dengan cara Riba/bunga. Maka dari itu kita sebagai ummat islam harus bergerak
dan tidak stagnan ditempat itu saja, kita harus dongkrak dan berani
menyaingi bisnis yang sangat dilarang
bagi agama kita tersebut. Kita juga harus membuat aplikasi tersebut untuk
menyelamatkan saudara-saudara kita dari jahatnya riba misalkan seperti aplikasi
buatan ummat kita yaitu GOLEK dimana aplikasi ini adalah aplikasi driver yang
berbasiskan syariah dan memang betul-betul syariah, aplikasi ini dibuat oleh alumni
212 dimana jika kita menggunakan aplikasi ini kita betul- betul dilarang untuk
berduan/boncengan selawan jenisnya, ini adalah satu contoh inovasi buatan ummat
islam, akan tetapi kita jangn hanya mengandalkan aplikasi ini saja kita harus
bangkit dan berjuang merebut dunia dengan prestasi/pikiran yang kiita tuangkan
dalam kehidupan yang nyata.
8.
Kembali kepada aturan -aturan syariah .
Cara yang terahir bagaimana agama islam menjadi agama
satu-satunya yang memeplopori bisnis
modern tetap dalam bisnis yang di aplikasikan oleh baginda kita Nabi Muhammad
Saw, yaitu dengan cara mengembalikan semua aspek,aturan dan mekanisme dari
perusahaan tersebut kedalam syariat islam.
cara kita harus merubah semua aturan yang ada diperusahaan tersebut
kembali kepada syariat islam jika memang kita berprofesi sebagi pimpinan dari
perusahaan tersebut. Kita ajaka semua karywaan kita, staf kita lebih-lebih semua
yang ada didalam perusahaan tersebut kita jadikan perusahaan tersebut layaknya rumah Allah (masjid) sebagaimna jika
kita berada didalam masjid pasti shalat kita harus terjaga dan tidak boleh
lalai dalam artian perusaahan tersebut harus istiraht dan shalat berjemaah
bersama ketika waktu shalat telah tiba, itu salah satu contoh mengembalikan
syariah pada khittohnya. Maka dengan demikian bisnis atau perusahaan yang kita
jalankan akan menjadi bisnis yang berkah dan menyelamtkan bagi kita dan
keluarga kita bahkan orang banyak nantik dihapan sanng pencipta-nya. Beberapa
cara yang telah kami paparkan diatas
adalah salah satu cara yang efisien dan efektif yang nantinya akan
menjembatani bisnis-bisnis modern yang keluar dari batasan-batasan syariat
islam dan cara tersebut akan menjadikan bisnis kita menjadi bisnis yang lebih
berkah,halal dan mampu membantu perekonomian ummat lainya, disamping itu bisnis
tersebut akan menjadi bisnis jariyah yang tidak nakan pernah terputus pahalanya
meski kita sudah pelunag menghadap sang pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar