Jumat, 27 April 2018

CARA ISLAM SEBAGAI PONDASI BISNIS MODERN MELALUI SIFAT RASULLAH SAW



CARA ISLAM MENJELMA SEBAGAI PONDASI BISNIS MODERN MELALUI SIFAT RASULLAH SAW.
Oleh : Ahmad Al Imron

Islam adalah agama paling baik-baiknya agama. Islam sebagai agama Rahmatal lil alamin yaitu agama yang memberikan rahmat dan kasih sayang kepeda seluruh umatnya dalam semua aspek kehidupan baik dari aspek sosial,politik bahkan ekonomi dsb. Islam lengkap dengan adanya al qur an dan al hadist sebagai pondasi utamanya.islam adalah agama yang luas dalam mengatur kehidupan manusia  contoh kecilnya  islam mengatur kehidupan  yaitu tentang tata cara ketika kita masuk kamar mandi,bgaiamna akhlak kita yang baik dan bagaimana budi pekerti kita yang santun yang sesuai dengan budi pekerti yang ada di al qur’an dan sunnah islam disini menjelma sebagai wadah yang mengatur tuntas segala peraturan hidup didunia ini, lebih lebih dalam dunia ekonomi  semisal tentang cara berbisnis, dimana yang terjadi pada saat ini adalah bisnis yang tidak mengunakan landasan islam didalamnya yang terjadi hanyalah kerakusan dan penguasaan yang setimpang,  serta keuntungan semata yang menjadiu prioritas utama dalam dunia bisnis saat ini, tentunya yang terjadi adalah kerusuhan,KKN dsb. Dan akhirnya bisnis tersebut menjadi gulung tikar serta karyawan didalamnya diberhentikan secara paksa, maka dari itu islam sebagai alternatif utama untuk memopong bisnis yang nantinya akan membantu perokonomian ummat apalagi diera saat ini bisnis semakin berkembang akibat dari perkembangan tekhnologi yang kian hari semakin  pesat  pertumbuhannya dimna kita sudah tidak terlalu susah  turun kelapangan untuk mencari pundi pundi uang, dimna tidak harus datang secara langsung kebank untuk melakukan transaksi pembiayaan dsb, hari kita sudah dihadirkan suatu  pemikiran  dimna bisnis yang dipadukan dengan tekhnologi salah salah satunya bisnis  “FinTech“ ini adalah suatu bisnis berbasis tekhnologi yang bergerak didalam bidang pembiayaan dimna kita sebagai nasabah (pemimjam/leandear)  sudah tidak susah payah mendatangi perusahaan (pemberi pinjaman/bank/broender) untuk bertransaksi melainkan kita hanya duduk santai didepan media untuk melakukan transaksinya. Akan tetapi realitanya  bisnis seperti saat ini masih banyak yang  keluar dari batasan syariat islam semisal masih ada unsur MANGRIB (Maisir, Gharar, dan Riba) didalamnya. Padahal didalam firman-Nya.” Bahawasanya ALLAh akan melaknat orang yang memakan riba, yang member makan riba, yang mencatatnya, bahkan yang menjadi saksinya” dari urain tersebut sudah jelas betapa dahsayatnya riba itu, samapai-sampai yang  jadi saksi pun dilaknat oleh-NYA. Tentunya kita sebagai ummat muslim tidak akan mau hal seperti itu dan menjadikan hal ini adalah  suatu tantangan buat kita untuk kita benahi bersama dengan cara Islam.
Berikut cara islam menjadi wadah utama untuk memfilter bisnis modern yang terjadi saat ini:
1.      Kembali Kepada Tauhid.
Kembali kepada tauhid atau kembali kepada tuhan kita yang menciptakan seluruh penjuru alam. ini adalah satu cara untuk mencegah suatu bisnis yang keluar dari batasan syariat islam dimna   cara seperti ini akan mengembalikan bisnis kepada khittohnya sperti bisnis Rasullah SAW.  Dalam hal ini kita akan tertuntut untuk selalu mengigat kepada-NYA, melibatkan-NYA dalam segala urusan maka secara tidak langsung kita selaku pembisnis akan sadar bahawasanya suatu pekerjaan yang kita lakukan didunia hanya bersifat sementara yang nantinya akan dipertanggung  jawabkan  dihadapan-NYA.  Maka dari itulah bagi pembisnis akan   sadar secara tidak langsung dan akan berhati untuk melakukan bisnisnya karna ia yakin bahawa ada ALLAH dihadapan kita.

2.      Meniru Sifatnya Nabi Muhammad Saw.
Point yang kedua cara islam menjembatanai bisnis modern yang terjadi dihari ini adalah memasukan sifat Rasullah Saw yaitu:

a.       Siddiq/jujur.
Siddiq adalah salah satun sifat istimewa rasullah yang tertanam didalam dirinya. dimana jika kita terapkan didalam bisnis  yang kita jalani akan menjadi suatu bisnis yang akan di Ridhoi olehn-Nya.  Sebab dengan kejujuran yang kita tawarkan kepada konsumen akan menjadikan bisnis yang kita jalankan menjadi bisnis yang terpercaya  sebab yang tersulit dalam melakukan suatu bisnis adalah kepercayaan dari konsumen bukan dari manajemen yang kita kelola, maka dari itu sifat jujurlah yang kita pakai dalam melakukan suatu bisnis nantinya.

b.      Amanah/dapat dipercaya.
Amanah atau dapat dipercaya merupakan salah satu sifat istimewa rasullah yang jarang dimiliki oleh ummat nya. Sifat ini jika kita terapkan dalam bisnis yang kita jalankan  akan menjadikan bisnis yang akan digemeri semua orang dan mudah untuk diajak keja sama dengan orang  lain sebab jika kita amanah orang lain akan yakin kepada kita bahawasanya kita gak aka nada tipu menipu, curang mencurang dan sebagainya. Karana yang tersulit dalam bisnis sebenernya menjaga amanah dari seorang konsumen kita,bagaimna cara kita melayani dan menjaga kepercyaan dari seorang yang mempercayai terhadap kita.

c.       Shadaqah
Shodaqah merupakan salah satu bentuk cara untuk mengembalikan atau menjadi filter untuk bisnis yang terjadi pada saat ini, sebab dengan kita bershadaqah terhadap fakir miskin, kita selaku pembisnis akan tertuntut  secara tidak langsung untuk  mengigat bahawasanya dikehidupan kita masih banyak orang yang merindukan uluran tangan dari kita, maka dari itu sifat sombong angkuh dan sebagainya akan menghilang secara tersendirinya, dan begitupun harta yang kita keluarkan dari bisnis yang kita jalankan akan menjadi amal jariyah yang nantinya akan menjadi saksi dihapan Allah Saw.
Dalam hadist dikatakan bahwasanya ada 3 amalan yang tidak akan terputus  meski kita sudah meninggal yang pertama adalah doanya anak shaleh, kemudian ilmu yang bermanfaat dan yang terhir adalah amal jariyah (shodaqah)   dan juga teringat atas janji Allah Saw terhadap ummatnya “Barang siapa yang bershadaqah 1 kali maka allah akan ganti 10 kali dan barang siapa yang bershadaqah 10 kali maka Allah akan mengantinya 100 kali dan barang siapa yang bershdaqah 100 kali maka akan digantinya 1000 kali dan seterusnya akan dilipat gandakan oleh-nya ”. Sungguh betapa dahsyatnya keindahan shadaqah maka dari hal ini kita sebagai ummat islam harus yakin dan meyisipkan pendapatan yang kita peroleh untuk diberikan kepda orang yan tidak mampu disekeliling kita. Sebab dengan cara ini akan menjadikan  bisnis yang berkah dan bermanfaat kesemua orang (maslahat).

3.      Membuat Kajian Islam.
Cara yang keempat ini adalah suatu cara jika kita mempunya bisnis yang besar seperti perusahaan dan sebagainya. Kita buat perusahaan yang berbasiskan  islam yaitu dengan mengagendakan kajian atau sirah nabawiyah setiap satu bulan satu kali atau satu minggu satu kali. Kita selaku pimpinan dari perusahaan tersebut  mengajak semua dari bahawaan kita (karywan,staaf manager dsb) ajak mereka untuk mengikuti kajian tersebut dengan bertujuan untuk menyadarkan mereka  betapa indahnya bisnis  dengan metode islam. Kita undang pembicara handal dari bidang misalkan mengundang pakar ekonomi syariah Dr. Syafi’I Antonio. Me,c atau Adiwarman Karim dan sebagainya, buat kajian tersebut dengan judul bisnis ala rasullah, dahsyatnya riba, menipu dan sebagainya, maka dari hal itu seluruh  karywan serta orang yang ada diperusahaan tersebut akan tumbuh ghirohnya mereka untuk meniru cara cara rasullah dalam menjalankan bisninya. Insyaalah.

4.      Kekeluargaan
Cara selanjutnya adalah kekeluargaan dalam artian jika kita memiliki karyawan dalam bisnis tersebut  kita selaku pimpinan harus bersifat ramah tamah terhadap bawahaannya hindari rasa gila hormat terhadap diri kita sendiri sebab itu hanya bersifat sementara dan akan binasa nantrik dihadapan-nya. Dalam hadist nabi  “Muslim yang lain adalah saudara bagi muslim lainya”. Jadi dalam paparan ini kita selaku ummat muslim dianjurkan jangn melihat kita sebagai siapa tapi lihatlah mereka itu siapa. Dengan cara itulah nantinya akan membuat sadar bagi bawahaan (karywan) kita bahawasanya kita bukan hanya sebagai bos baginya tapi melainkan  bagian dari keluarganya  maka dari itu semnagat baru, inovasi baru akan muncul dari dirinya.

5.      Gaji Sebelum Keringat Kering.
Cara selanjutnya islam sebagai pondasi bisnis modern adalah menggaji bawahan (karyawan) kita sebelum keringat mereka itu kering, artinya kita gaji mereka tepat waktu dan sesuai dengan tupoksi masing dari  profesi yang mereka kerjakan dalam perusahaan tersebut. Jika kita melakukan langkah ini maka karyawan tersebut akan senang dan gembira terhadap kita selaku pimpinan mereka dari itulah yang akan membuat mereka lebih semngat lagi untuk bekerja pada perusahaan yang kita bina.
6.      Rubah Otaknya.                                                                                                      
  Cara selanjutnya islam sebagai wadah untuk merealisasikan bisnis modern yang terjadi pada saat ini adalah merubah otak dari perusahaan tersebut dalam artian kita selaku ummat muslim harus mempengaruhi otak dari perusahaan/bisnis yang melanggar batasan syariat tersebut.“Hidup matinya suatu bangsa tergantung dari bahan pangan dari Negara tersebut” itulah pesan singkat yang dipaparkan oleh bapak proklamator kita sekaligus presiden pertama RI yaitu Ir.Soekarno. dari hal tersebut dapat kita redefinisi kembali jika kita ingin megembalikan bisnis yang keluar dari syariat islam kedalam bisnis yang benar-benar syariah. Jika fenomena tersebut memang riil terjadi maka langkah klita sebagai ummat islam dituntut untuk merobah otak dari bisnis/perusahaan tsb. Dengan kita merubah otaknya (Bos) maka otomatis tubuh-tubuh (kryawan,staf dsb) akan berubah dengan sendirinya dengan cara pertama yaitu melakukan diskusi, ajak ngopi bareng, kita dekati secara emosional agar mereka tertarik dengan apa yang kita sampaikan kepada mereka atau jika kita tidak didengar olehnya maka bisa juga kita memakai cara yang kedua, yaitu mengundang praktisi-praktisi yang ahli dalam bidangnya misalkan praktisi bisnis islalm, praktisi manajemen keungan islam dan sebagainya, kita minta kepada praktisi tersebut untuk menganalisa dan merubah medseat otak dari perusahaan tersebut, ajak dan tuntut mereka untuk kembali kepada syariah islam sebagai mana yang sudah diajarkan oleh nabi kita yakni Nabi Muhammad Saw. Jika perusahaan sudah demikian maka kita sebagai ummat islam masuk kedalam perusaahan tersebut dengan perlahan-lahan untuk mencari celah/peluang  kursi yang strategis. dikhawatirkan persuhaan tersebut akan kembali kepada asal muasalnya, maka dengan cara ini kita sudah sedia paying sebelum hujan. Kita bisa jadi tabir penolong untu perusaahn tersebut
7.      Berinovasi Dalam Menyaigi bisnis Konvensional.                                                
 Cara yang ketujuh islam sebagai pondasi bisnis modern adalah membuat suatu temuan/inovasi melalui penelitian,seminar,kajian dan sharing bersama praktisi-praktisi yang ahli dalam bidangnya maka setelah itu kita jadikan suatu pemikraan yang nanatinya akan menyaingi dari pemikiran konvensional tersebut, misalakan dari segi pembiayaan kita singgung masalah FinTech (Financial Tekhnologi/ Tekhnologi Financial) dimana yang terjadi pada saat ini bahwasanya bisnis yang berbasiskan digital ini masih mayoritas mengambil keuntungan/fee dengan cara Riba/bunga. Maka dari itu kita sebagai ummat islam harus bergerak dan tidak stagnan ditempat itu saja, kita harus dongkrak dan berani menyaingi  bisnis yang sangat dilarang bagi agama kita tersebut. Kita juga harus membuat aplikasi tersebut untuk menyelamatkan saudara-saudara kita dari jahatnya riba misalkan seperti aplikasi buatan ummat kita yaitu GOLEK dimana aplikasi ini adalah aplikasi driver yang berbasiskan syariah dan memang betul-betul syariah, aplikasi ini dibuat oleh alumni 212 dimana jika kita menggunakan aplikasi ini kita betul- betul dilarang untuk berduan/boncengan selawan jenisnya, ini adalah satu contoh inovasi buatan ummat islam, akan tetapi kita jangn hanya mengandalkan aplikasi ini saja kita harus bangkit dan berjuang merebut dunia dengan prestasi/pikiran yang kiita tuangkan dalam kehidupan yang nyata.
8.      Kembali kepada aturan -aturan syariah .                                                                    
 Cara yang terahir bagaimana agama islam menjadi agama satu-satunya  yang memeplopori bisnis modern tetap dalam bisnis yang di aplikasikan oleh baginda kita Nabi Muhammad Saw, yaitu dengan cara mengembalikan semua aspek,aturan dan mekanisme dari perusahaan tersebut kedalam syariat islam.  cara kita harus merubah semua aturan yang ada diperusahaan tersebut kembali kepada syariat islam jika memang kita berprofesi sebagi pimpinan dari perusahaan tersebut. Kita ajaka semua karywaan kita, staf kita lebih-lebih semua yang ada didalam perusahaan tersebut kita jadikan perusahaan tersebut  layaknya rumah Allah (masjid) sebagaimna jika kita berada didalam masjid pasti shalat kita harus terjaga dan tidak boleh lalai dalam artian perusaahan tersebut harus istiraht dan shalat berjemaah bersama ketika waktu shalat telah tiba, itu salah satu contoh mengembalikan syariah pada khittohnya. Maka dengan demikian bisnis atau perusahaan yang kita jalankan akan menjadi bisnis yang berkah dan menyelamtkan bagi kita dan keluarga kita bahkan orang banyak nantik dihapan sanng pencipta-nya.                                                                                                                                    Beberapa cara yang telah kami paparkan diatas  adalah salah satu cara yang efisien dan efektif yang nantinya akan menjembatani bisnis-bisnis modern yang keluar dari batasan-batasan syariat islam dan cara tersebut akan menjadikan bisnis kita menjadi bisnis yang lebih berkah,halal dan mampu membantu perekonomian ummat lainya, disamping itu bisnis tersebut akan menjadi bisnis jariyah yang tidak nakan pernah terputus pahalanya meski kita sudah pelunag menghadap sang pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngeri! Perang Rusia-ukraina Negative Vibes buat emak-emak

Ngeri! berwaspada lah! Ini dia dampak dari perang Rusia-ukraina Operasi militer Rusia ke Ukraina akhirnya telah menjadi kenyataa...